RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

BNP2TKI Buka Pendaftaran EPS TOPIK CBT-2 2013 untuk Mantan TKI Korea

Cetak
Rabu, 27 Pebruari 2013 17:43



Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah DR Ir Haposan Saragih M Agr
Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah DR Ir Haposan Saragih M Agr
Jakarta, BNP2TKI, Rabu (27/2) - BNP2TKI membuka pendaftaran ujian kecakapan Bahasa Korea berbasis komputer (Employment Permit System-Test of Proficiency in Korean Computer Based Test/EPS-TOPIK CBT) ke-2 tahun 2013. Ujian EPS-TOPIK CBT ke-2 tahun 2013 ini dikhususkan untuk mantan TKI Korea. Ada lima sektor pekerjaan yang ditawarkan yaitu manufaktur, pertanian dan peternakan, konstruksi, perikanan, serta jasa.

Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI Haposan Saragih, di Jakarta, Rabu (27/2) mengatakan pendaftaran ujian EPS-TOPIK CBT ke-2 ini dibuka selama tiga hari kerja, Rabu - Jumat , 6-8 Maret 2013. "Bila pendaftar (pelamar) ingin kembali bekerja di tempat yang sama ketika bekerja di Korea sebelumnya - yakni pelamar telah bekerja di tempat tersebut lebih dari setahun - maka harus memilih sektor pekerjaan yang sama sewaktu bekerja di Korea dulu," kata Haposan.

Haposan menjelaskan ujian EPS-TOPIK ke-2 tahun 2013 khusus TKI Korea ini merujuk pada surat Human Resources Development Service of Korea (HRD Korea) Nomor: EPST - 486 Tanggal 25 Febuari 2013 tentang pelaksanaan Ujian Khusus EPS-TOPIK bagi TKI yang pernah bekerja di Korea yang secara sukarela kembali ke Indonesia sebelum masa kontrak kerja selesai dan ingin kembali bekerja di Korea. Surat HRD Korea tersebut merujuk pada nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) antara Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia dan Kementerian Tenaga Kerja Republik Korea (The Ministry of Employment and Labor Korea/MOEL) pada 13 Juli 2004 dan kemudian diperbarui terakhir pada 14 Oktober 2010.

Semua pencari kerja yang ingin bekerja di Korea melalui mekanisme Employment Permit System (EPS) dan dinyatakan lulus ujian EPS-TOPIK yang dilaksanakan oleh HRD Korea yang disetujui oleh MOEL.

Lokasi pendaftaran dan pelaksanaan ujian EPS-TOPIK CBT ke-2 dilaksanakan di Gedung Korea-Indonesia Technical and Cultural Cooperation Center (KITCC) Jalan Pengantin Ali No 71, Ciracas, Jakarta Timur.

Ujian EPS-TOPIK CBT ke-1 untuk umum dan mantan TKI Korea, diikuti sebanyak 1.244 peserta dan dilakukan mulai tanggal 25 Februari - 22 Maret 2013. Sedangkan untuk ujian EPS-TOPIK CBT ke-2 diagendakan akan dilakukan pada 28 Maret 2013 mendatang. "Jadwal pelaksanaan ujian EPS-TOPIK CBT ke-2 sewaktu-waktu dapat berubah, menyesuaikan kondisi," kata Haposan. Pendaftar diminta melihat pengumuman melalui website BNP2TKI www.bnp2tki.go.id, website EPS www.eps.go.kr, dan website EPS www.epstopik.hrdkorea.or.kr.

Pada 2012, pelaksanaan ujian EPS-TOPIK CBT dilakukan sebanyak lima kali. Pelaksanaan ujian EPS-TOPIK CBT ke-1 sampai ke-5 itu diikuti sebanyak 2.703 orang sedangkan yang dinyatakan lulus oleh HRD Korea sebanyak 2.057 orang. Pelaksanaan ujian EPS TOPIK CBT ke-1 berlangsung pada 2-5 April 2012 dengan jumlah peserta 507 orang dan yang lulus 334 orang, EPS TOPIK CBT ke-2 pada 25 Juni - 2 Juli 2012 diikuti 306 orang dan yang lulus 268 orang, EPS TOPIK CBT ke-3 pada 13-20 September 2012 diikuti 316 orang dan yang lulus 285 orang, EPS TOPIK CBT ke-4 berlangung pada 15-19 Oktober 2012 dengan jumlah peserta 1.200 orang dan yang lulus 909 orang, dan EPS TOPIK CBT ke-5 pada 3-7 Desember 2012 dengan 374 peserta dan yang lulus 261 orang.

Haposan menegaskan, didalam pelaksanaan ujian EPS-TOPIK CBT ini posisi BNP2TKI sebatas memfasilitasi pendaftaran dan pelaksanaan EPS-TOPIK CBT. Sedangkan yang menyeleksi administrasi, berikut menentukan jadwal pengumunan maupun yang menentukan kelulusan peserta ujian adalah HRD Korea.

Ia menambahkan, HRD Korea di Indonesia secara bertahap menyelenggarakan seleksi EPS TOPIK CBT khusus mantan TKI Korea yang pulang secara sukarela saat menjelang habis masa kontrak kerjanya dan ingin bekerja kembali ke Korea. "Tujuan utama dari diselenggarakannya seleksi EPS TOPIK CBT khusus mantan TKI Korea ini adalah, untuk menghindari dan mencegah terjadinya tenaga kerja asing (termasuk TKI) yang melebihi batas izin tinggal (overstayers) di Korea. Pemerintah Korea menghendaki setiap pekerja asing yang bekerja di negaranya melalui prosedur resmi," kata Haposan.

Haposan mengatakan HRD Korea di Indonesia dan BNP2TKI menjalin kerjasama untuk memberdayakan mantan TKI Korea ini. Didalam kerjasama ini, lanjut Haposan, mempunyai makna yang sangat positif bagi kedua negara (Indonesia dan Korea). Setidaknya, bagi Indonesia dapat mengatasi permasalahan ketenagakerjaan dan mengurangi jumlah pengangguran. Sedangkan bagi Korea akan menggerakkan roda perekonomiannya. "Karenanya kami menyampaikan terima kasih atas kerjasama baik ini," katanya.(mam/b)

 
Berita Populer

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com