RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Waspadai Perekrutan Langsung TKI Perawat dan Spa

Cetak
Kamis, 07 Maret 2013 16:23



Perekrutan Langsung TKI Perawat dan Spa, waspadai
Direktur Pemetaan dan Harmonisasi Kualitas Tenaga Kerja Luar Negeri (TKLN) II Elia Rosalina.

Cisarua, BNP2TKI, Kamis (7/3) - Keunggulan TKI sektor perawat dan spa telah mendorong banyak agen asing untuk merekrut langsung ke tanah air. Pola perekrutan langsung ini berbahaya karena TKI tidak diproses secara benar dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap hak-hak TKI termasuk perlindungannya.

"Waspadai pola perekrutan langsung TKI perawat dan spa di daerah," kata Direktur Pemetaan dan Harmonisasi Kualitas Tenaga Kerja Luar Negeri (TKLN) II Elia Rosalina Afif di Cisarua, Kamis (7/3) pada acara bimbingan teknis pemetaan potensi TKLN. Direktorat PHK TKLN II meliputi sektor kesehatan, hospitality, transport dan communication, perdagangan, keuangan, jasa dan spa.

Menurut Elin, sapaan akrabnya, pola perekrutan langsung ini jelas bertentangan dengan hukum dan pelakunya bisa dijerat pasal tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Dia mengungkapkan agen di Singapura kerap merekrut perawat Indonesia. Setelah masuk Singapura, para perawat ini kemudian dididik ulang dan ditempatkan ke Amerika dan Timur atas nama tenaga kerja Singapura.

"Dunia akan menerima perawat Singapura karena sudah terbukti keunggulannya," ujar Elin.

Elin menambahkan, sewaktu ia berkunjung ke Texas, Amerika Serikat dia menjumpai TKI perawat yang berangkat melalui Singapura.

Beruntung, kata Elin, perawat di Texas itu mendapatkan gaji yang baik dan bagus perlindungannya. Dia mengkhawatirkan, ada banyak perawat Indonesia dan pekerja spa yang nasibnya belum diketahui negara.

Ia mengakui ada juga TKI yang berangkat secara mandiri baik sebagai perawat, spa maupun jabatan lainnya.

Karena itu, kepada para peserta bimtek dari 19 provinsi itu, Elin meminta agar pada saat melakukan pemetaan memberikan sosialisasi kepada lembaga pendidikan yang diduga banyak siswanya direkrut langsung oleh para agensi termasuk mendata SMK yang memiliki kerjasama penempatan dengan perusahaan asing di luar negeri dengan alasan magang di negara penempatan.

Dia juga mengingatkan agar hati-hati terhadap permintaan perawat dari Australia. Pasalnya, syarat untuk masuk nurse dari segi bahasa sangat tinggi atau skor IELT-nya 7 atau skor TOEFL 650.

Selain itu, tidak ada potong gaji jadi untuk Australia. "Jadi anda harus hati-hati, check dan cross check jika ada permintaan TKI perawat dari Australia. Bisa jadi ini modus penipuan," katanya.

BNP2TKI sudah menempatkan hampir 1.000 perawat ke Jepang dan 15 perawat ke Timor Leste. Tahun ini, Timor leste meminta 75 tenaga bidan dan dokter gigi.

"Sayangnya, permintaan 75 TKI profesional ini belum ada MoU di samping gajinya juga belum jelas," katanya.(zul/toh/b)

 
Berita Populer

  

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com