RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Tak Perlu ke Luar Negeri Selagi Ada Kesempatan Bekerja di Dalam Negeri

Cetak
Kamis, 07 Maret 2013 22:55



Idealisme dan nasionalisme nilainya jauh lebih besar, bekerja dalam negeri jauh lebih mulia daripada bekerja luar negeri menjadi TKI sekalipun bergaji besar
Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat

Ciputat - Tangerang, BNP2TKI, Kamis (07/03) - Bekerja di dalam negeri jauh lebih mulia daripada bekerja di luar negeri menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) sekalipun bergaji besar. Sebab idealisme dan nasionalisme nilainya jauh lebih besar.

"Bekerja didalam negeri itu pengabdian. Idealnya memang harus mendahulukan kesempatan dan peluang untuk mengabdi didalam negeri, sekalipun bekerja di luar negeri juga pengabdian, tetapi hal itu dapat dilakukan bila didalam negeri belum mendapatkan kesempatan kerja," kata Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat dalam Kuliah Umum di depan Forum Mahasiswa Ushuluddin Se-Indonesia (Formadina) dan Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) di Auditorium Utama UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang, Banten, Kamis (07/03).

Jumhur menjelaskan, bekerja itu merupakan hak dan pilihan setiap orang yang dilindungi Undang Undang. Pemerintah maupun Negara tidak berhak atau mencegah seseorang bekerja, meski orang tersebut memilih menjadi TKI bekerja di luar negeri. Namun Pemerintah berkewajiban memfasilitasi setiap warganya yang mau bekerja menjadi TKI, berikut memberikan perlindungan dengan mengarahkannya menjadi TKI yang benar dan prosedural.

Ditegaskan Jumhur, bekerja di negeri sendiri itu nilainya jauh lebih mulia. Karena bekerja di negeri sendiri itu bagian dari dedikasi, pengabdian, dan nasionalisme. "Disitulah nilai mulianya," kata Jumhur memberi semangat.

"Karena itu saya tidak akan merekomendasikan pekerja untuk bekerja di luar negeri yang motivasinya untuk mengejar gaji tinggi, jika didalam negeri sudah mendapatkan pekerjaan," tegas Jumhur.

Jumhur kemudian memaparkan, untuk mencerdaskan anak-anak bangsa ini, Pemerintah telah berupaya dengan menganggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan. Anggaran itu diwujudkan melalui program wajib belajar (Wajar) sembilan tahun - SD dan SLTP - dengan pemberian Bantuan Opersional Sekolah (BOS). Kemudian program BOS ditingkatkan pada tingkat SLTA, serta pemberian subsidi berupa beasiswa pada mahasiswa dari keluarga miskin beprestasi.

"Program dari Pemerintah itu dimaksudkan untuk mencerdaskan anak-anak bangsa agar kelak setelah lulus dari pendidikan dapat mendedikasikan ilmunya di negeri sendiri. Karenanya kalau kemudian didalam negeri ini ada kesenpatan bekerja, maka sungguh lebih mulia daripada bekerja di luar negeri," jelas Jumhur.

Jumhur mengatakan, Indonesia ini merupakan negara yang kayaraya, negerinya subur, kekayaan alamnya gemah ripah lojinawi. Sehingga saking kayanya, lanjut Jumhur, sampai digambarkan Koes Plus dalam nyanyian, "bukan lautan tetapi kolam susu, tongkat dan batu jadi tanaman."

Kekayaan alam Indonesia ini membutuhkan sentuhan tangan dan karya anak-anak bangsa untuk mengelolanya dengan benar. "Kalau bukan anak bangsa sendiri siapa yang akan mengelola negeri ini. Karenanya bekerja dan mengabdi di negeri sndiri jauh lebih mulia," kata Jumhur.***(Imam Bukhori)

 
Berita Populer

  photography: affandi, herry hidayat, joko purwanto, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com