RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

BNP2TKI Tak Tutup Kasus 20 Calon TKI Gagal ke Taiwan

Cetak
Senin, 01 April 2013 16:51



Plt Deputi Penempatan BNP2TKI, Arifin Purba, memberikan penjelasan di depan Ombudsman, Senin siang (01/04)
Plt Deputi Penempatan BNP2TKI, Arifin Purba, memberikan penjelasan di depan Ombudsman, Senin siang (01/04)

Jakarta, BNP2TKI, Senin (1/4) - BNP2TKI tidak menutup kasus 20 calon TKI yang gagal berangkat ke Taiwan, kata Plt Deputi Penempatan Arifin Purba, dalam pembahasan upaya penyelesaian laporan Biyoto dkk di Kantor Ombudsman, Jakarta, Senin (1/4).

Arifin mengatakan dalam surat Deputi Bidang Perlindungan BNP2TKI Nomor: B 428/PL/II/2013 tanggal 15 Februari 2013 kepada Anas (Kuasa calon TKI yang gagal ke Taiwan) dari Migrant Care disebutkan, BNP2TKI masih mengalami kesulitan penyelesaiannya.

"Apabila di kemudian hari terdapat fakta yang sah maka disarankan untuk segera disampaikan ke BNP2TKI sehingga dapat ditindaklanjuti," kata Arifin.

Rapat di Ruang Ajudikasi Khusus Ombudsman dipimpin anggota Ombudsman Muhammad Khoirul Anwar yang didampingi tiga staf khusus. Arifin Purba didampingi Kepala Bagian Humas Hariyanto. Sedangkan ke-20 calon TKI selaku pelapor diwakili dua orang kuasa hukumnya dari Migrant Care.

Dalam laporan ke Ombudsman disebutkan pada 20 Desember 2012 Taufiq Hidayat dan Agus Suseno meminta bantuan ke Migrant Care mengenai permasalahan yang dihadapinya bersama 18 orang temannya yang gagal berangkat ke Taiwan. Awalnya ke-20 calon TKI ini dijanjikan akan diberangkatkan ke Taiwan melalui PT Mafan Samudra Jaya. Setelah menunggu setahun, informasi yang diperoleh PT MafanSamudra Jaya melimpahkan berkasnya ke PT Sakinah Pyramida.

Disebutkan pula pada 18 Mei 2012 ke-20 calon TKI ini sudah dijanjikan Euis Chasanah dari PT Sakinah Pyramida untuk diberangkatkan ke Taiwan dengan pernyataan pertanggungjawaban di atas materai. Pada 12 Juli 2012 mereka melaporkan kasusnya ke Polda Metro Jaya.

Pada 14 September 2012 pelapor juga mengadukan masalahnya ke Kemenakertrans. Kemudain pada 17 September dilakukan mediasi dengan dihadiri 4 orang mewakili pelapor, dan 2 orang - Ansyor dan Mutmainah - dari PT Sakinah Pyramida. Hasilnya, ada surat pernyataan Ansyor untuk membantu penyelesaian permasalahan pemberangkatan calon TKI melalui PT Sakinah Pyramida, berikut juga berjanji untuk mempertemukan dengan Euis Chasanah.

Pada 19 September 2012 terjadi pertemuan pelapor dengan Euis Chasanah. Euis membuatsurat pernyataan bahwa akan menyelesaikan pembayaran dana pemberangkatan calon TKI ke Taiwan dengan cara dicicil. Dengan catatan, pelapor mencabut laporannya ke Kemenakertrans dan Kepolisian serta tidak membawa nama PT Sakinah Pyramida dengan jumlah kurang lebih Rp 380.000.000,- paling lambat dua bulan.

"Karena belum ada titik terang dari kasustersebut, pada tanggal 25 Februari 2013 korban melalui Migrant Care melaporkan kasus tersebut ke Ombudsman," sebut Khoirul Anwar mengutip pelapor.

Arifin Purba menegaskan, BNP2TKI belum pernah menutup kasus laporan 20 calon TKI ke Taiwan ini - sebagaimanadinyatakan Migrant Care pada 15 Februari 2013 lalu. "Yang benar adalah, BNP2TKI menemui kesulitan didalam proses penyelesaian. BNP2TKI menyarankan pelapor untuk melaporkan kembali setelah barang bukti yang diperoleh," tegas Arifin. BNP2TKI juga telah memanggil PT Sakinah Pyramida dan PT Mafan Samudra Jaya, tetapi pada saat mediasi dilakukan pihak Migrant Care tidak hadir setelah sebelumnya sudah diberitahu.

Arifin menambahkan, BNP2TKI juga sudah menyampaikan kepada Sdr Anas bahwa pada Rabu lusa (03/04) dilakukan pemanggilan pada PT Sakinah Pyramida dan PT Mafan Samudra Jaya untuk dilakukan mediasi lagi.(mam/b)

 
Berita Populer

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com