RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Kasus 20 Calon TKI Gagal ke Taiwan Ditangan Polisi

Cetak
Kamis, 04 April 2013 05:13



foto ilustrasi: affandi

Jakarta, BNP2TKI, Rabu (04/03) - Kasus 20 calon TKI yang gagal berangkat ke Taiwan berada ditangan polisi. Karena ke-20 calon TKI pada tanggal 12 Juli 2012 telah melapor ke Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya - dengan nomor laporan : LP/2413/VII/2012/PMJ/Dit Reskrim UM - tentang Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan.

"Kasus ke-20 calon TKI gagal berangkat ke Taiwan ini sudah ditangan penegak hukum, dalam hal ini Polda Metro Jaya. Kemudian terlapornya juga sudah mengaku kalau telah disidik petugas dari Polda Metro Jaya. Karenanya BNP2TKI tidak mempunyai kewenangan untuk memidiasi lagi," kata Kepala Seksi Pengawasan Keberangkatan Direktorat Pengamanan dan Pengawasan BNP2TKI, Syaibani, di Jakarta, Rabu siang (03/04), kepada empat orang perwakilan calon TKI yang gagal berangkat ke Taiwan.

Pada Rabu siang itu empat orang perwakilan calon TKI yang gagal berangkat ke Taiwan hadir ke Kantor Crisis Center BNP2TKI didampingi tiga kuasa hukumnya dari Migrant Care. Disamping itu hadir pula Rosa Susanti dan Euis Chasanah dari PT Sakinah Pyramida.

Euis Chasanah mengakui, pada tanggal 19 September 2012 dirinya telah membuat surat pernyataan yang ditandatanganinya dengan disaksikan Aep Bunyamin, bahwa akan menyelesaikan pembayaran dana pemberangkatan calon TKI ke Taiwan dengan cara mencicil - dengan syarat pihak korban (dalam hal ini 20 calon TKI yang gagal berangkat ke Taiwan, red.) mencabut laporannya ke Kemenakertrans dan ke Kepolisian dan juga tidak membawa nama PT Sakinah Pyramida - dengan jumlah kurang lebih Rp 380 juta paling lambat dua bulan.

Euis mengatakan, kalau dirinya juga sudah mencicil dana pemberangkatan calon TKI itu sebesar Rp 87,5 juta - yang sudah dicicil lima kali, yaitu : Rp 52 juta, Rp 8 juta, Rp 5 juta, Rp 6,5 juta, dan Rp 16 juta - yang diterima Kisroil, salah satu calon TKI yang jadi korban.

Pada tanggal 19 September 2012 itu pula, kata Euis Chasanah, keempat calon TKI - yakni : Kisroil, Wasno, Taufik Hidayat, dan Biyoto - dengan disaksikan Ansyor dari PT Sakinah Pyramida telah membuat surat pernyataan di atas meterai Rp 6000 mengenai kesediaan akan mencabut laporannya ke Kemenakertrans dan ke Kepolisian. "Surat pernyataan tersebut dibuatnya dengan tanpa adanya unsur paksaan dari pihak manapun," sebut Euis.

Syaibani mengatakan, menanggapi pengaduan para pihak tersebut - yakni calon TKI gagal berangkat ke Taiwan selaku pelapor, kuasa hukumnya dari Migrant Care, serta Euis Chasanah dan Rosa Susanti dari PT Sakinah Pyramida - BNP2TKI tidak dapat mencampurinya. Karena kasus atau permasalahannya sudah ditangani aparat penegak hukum (Kepolisian). Kemudian dari laporan korban kepada Kepolisian, pada tanggal 13 Juli 2012 lalu pendamping korban (Kisroil) telah mendapatkan surat tembusan mengenai pelimpahan laporan polisi yang diajukan kepada Kapolres Metro Jakarta Timur. "Jadi, kepada para pihak disilahkan untuk melanjutkan kasus atau permasalahannya yang sudah ditangani penegak hukum," tegas Syaibani.***(Imam Bukhori)

 
Berita Populer

  

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com