RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

BNP2TKI Tingkatkan Kualitas Instruktur Calon TKI

Cetak
Minggu, 14 April 2013 06:41



Mendata, memotret wajah, dan mengambil sidik jari setiap instruktur calon TKI
BNP2TKI mendata, memotret wajah, dan mengambil sidik jari setiap instruktur calon TKI untuk meningkatkan kualitas mereka dalam memberikan pelatihan di BLKLN

Jakarta, BNP2TKI, Sabtu (14/4) - BNP2TKI mendata, memotret wajah, dan mengambil sidik jari setiap instruktur calon TKI untuk meningkatkan kualitas mereka dalam memberikan pelatihan di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN).

Demikian disampaikan Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan Rohyati Sarosa mewakili Plt Deputi Penempatan Arifin Purba saat membuka acara "Pembinaan Peningkatan Kualitas Instruktur BLKLN dalam Rangka Aplikasi Pelatihan Melalui Sistem Komputerisasai Tenaga Kerja Luar Negeri (Sisko -TKLN)" di Auditorium BNP2TKI, Jakarta, Sabtu (13/04).

Berdasarkan data yang diterima BNP2TKI diketahui sebagian besar Instruktur calon TKI belum memiliki sertifikat kompetensi tetapi mereka memberikan materi pelatihan kepada calon TKI di BLKLN, katanya.

"BNP2TKI menertibkan instruktur calon TKI dengan pengambilan fotodiri dan sidik jari bagi mereka yang telah memiliki sertifikat kompetensi. Sedangkan yang belum memiliki sertifikat kompetensi diberikan kesempatan selama tiga bulan terhitung sejak 1 Mei 2013 untuk mengikuti pelatihan di lembaga pelatihan yang memenuhi persyaratan," kata Rohyati mengutip surat ederan Plt Deputi Penempatan Arifin Purba.

Tujuan dari pengambilan foto diri dan sidik jari itu untuk pengendalian pelatihan di BLKLN secara sistem serta peningkatan kualitas dan kompetensinya terkait dengan peningkatan kualitas calon TKI yang dilatihnya.

Penertiban instruktur calon TKI ini dilakukan di 308 BLKLN di seluruh Indonesia. Dimulai di Jawa Tengah yang dilakukan di Balai Pelayanan Penempatan TKI (BP3TKI) Semarang pada 26 Maret 2013 lalu. Di Jawa Tengah tercatat ada 34 BLKLN dan 168 Instruktur.

Sedangkan pada 13 April 2013 yang dilakukan di Auditorium BNP2TKI Jakarta diikuti sebanyak 598 instruktur calon TKI, meliputi instruktur calon TKI di BLKLN Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Di Jakarta terdapat 70 BLKLN dan 302 Instruktur, Jawa Barat 52 BLKLN dan 228 Instruktur, serta Banten 9 BLKLN dan 68 Instruktur.

Pendataan instruktur calon TKI berikutnya akan dilakukan di Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, dan provinsi lainnya.

Terstandar

Sedangkan Kepala Subdit Verifikasi KTKLN Mohammad Hidayat mengatakan pendataan dan penertiban instruktur calon TKI di setiap BLKLN merupakan implementasi dari sistem absensi biometrik pelatihan calon TKI yang diterapkan BNP2TKI. "Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa pelatihan yang dilakukan pada calon TKI di BLKLN benar-benar terstandar," kata Hidayat.

Standar durasi pelatihan calon TKI yang akan bekerja di negara-negara kawasan Timur Tengah, Malaysia, dan Brunei Darussalam selama 200 jam. Untuk Singapura durasi pelatihannya 400 jam. Taiwan dan Hong Kong durasi pelatihannya 600 jam.

"Sejauh ini penghitungan durasi jam pelatihan di BLKLN dilakukan secara manual atau tanpa Sisko-TKLN. Kita data dan tertibkan Instrukturnya, juga sekaligus kita standarkan silabus pelatihannya. Sehingga terjadi peningkatan kualiatas dari calon TKI yang mengikuti pelatihan, karena akan diketahui durasi silabus atau kurikulum pelatihan yang diterapkan," katanya.(mam/b)

 
Berita Populer

  photography: affandi, herry hidayat, joko purwanto, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com