RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Pendaftar EPS-TOPIK 2013 Impikan Kerja di Korea

Cetak
Selasa, 16 April 2013 15:14



Tempat pendaftar EPS-TOPIK 2013 di Universitas Sebelas Maret
 
Surakarta, BNP2TKI, Selasa (16/4) - Para pendaftar ujian kecakapan Bahasa Korea (Employment Permit System - Test of Proficiency in Korean Paper Based Test/EPS-TOPIK PBT) 2013 mengimpikan bisa lulus dan bekerja di Korea Selatan.

"Saya sudah lama mengimpikan dapat bekerja di Korsel. Dari informasi teman yang pernah menjadi TKI di Korsel, perbulan bisa mendapatkan gaji lebih dari Rp10 juta," kata Trisiwi (30 tahun) saat mendaftar EPS-TOPIK 2013 di Kampus Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (16/4).

Ia bercerita pernah magang bidang konstruksi di Jepang selama tiga tahun sejak 2003 dengan gaji Rp10 juta - Rp 15 juta perbulan dan saat pulang ke asalnya di Desa Pucungroto RT 02/01 Kecamatan Kalikesing, Kabupaten Purworejo, bisa membeli tanah, membangun rumah, dan modal usaha ternak burung puyuh.

"Namun usaha bangkrut dan untuk memenuhi kebutuhan setiap hari bersama istri dan seorang anak, saya bekerja sebagai perangkat desa," kata Trisiwi yang mengaku pernah kuliah di Universitas PGRI di Purworejo.

Trisiwi mendaftar ujian EPS TOPIK PBT 2013, karena didorong untuk mendapatkan penghasilan seperti yang pernah dilakoninya di Jepang.

"Saya ingin menabung untuk biaya pendidikan anak," katanya bila lulus tes EPS TOPIK PBT dan bekerja di Korsel.

Ia mengaku mendapat restu dari istri dan kedua orangtuanya untuk menjadi TKI di Korsel. Ia ikut kursus Bahasa Korea pada Lembaga Pelatihan Bina Insani di Yogyakarta.

Sedangkan bagi Agus Priyono pernah mengikuti ujian EPS TOPIK PBT 2012 di UPN Veteran Yogyakarta tetapi gagal.Pada 1998-2000 dia bekerja di pabrik keramik di Taiwan dengan gaji Rp3 juta - Rp 4 juta.

Setelah itu dia pulang ke Desa Mantriono, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Ia bekerja seadanya. "Saya menginginkan dapat bekerja di Korsel untuk mendapatkan gaji tinggi dari yang pernah diterima saat bekerja di Taiwan dulu," katanya.(mam/b)

 
Berita Populer

  photography: affandi, herry hidayat, joko purwanto, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com