RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Kepala BNP2TKI : 'Jobsinfo' Permudah Pelayanan Calon TKI

Cetak
Senin, 29 April 2013 20:24



Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat
 
Jakarta, BNP2TKI, Senin (29/4) - Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat menyatakan layanan informasi melalui situs "jobsinfo.bnp2tki.go.id" mempermudah pelayanan calon TKI dalam mendapat informasi peluang kerja di luar negeri.

Kepala BNP2TKI dalam dialog di TVRI Jakarta, Senin (29/4) yang dipandu Arzety Setyawan dan bertema "Pelayanan Info Kerja Luar Negeri Berbasis Sistem Online", mengatakan pelayanan info itu bertujuan memudahkan masyarakat pencari kerja (calon TKI) yang berminat untuk bekerja di luar negeri. "Melalui pelayanan info kerja luar negeri secara online itu, masyarakat pencari kerja ke luar negeri (calon TKI) dari mana saja di penjuru negeri ini semakin mudah terlayani. Para pencari kerja luar negeri tidak perlu repot datang kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) atau ke kantor Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) hanya sekadar mencari infomasi peluang atau lowongan kerja ke luar negeri," kata Jumhur.

Pencari kerja (calon TKI) bisa akses peluang kerja luar negeri melalui internet dari rumah masing-masing atau dari warung internet (warnet). Pencari kerja bisa mengetahui secara online mengenai peluang kerja yang dibutuhkan, mengenali profil perusahaan atau users (pengguna), bisa pula diketahui profil negara tujuan kerja, perundang-undangannya, dan juga hubungannya dengan negara Indonesia. Sebaliknya calon pengguna (users) dapat mengetahui profil atau data diri dari calon pekerja (calon TKI).

Dalam situs jobsinfo.bnp2tki.go.id itu digunakan dua bahasa : Indonesia dan Inggris. Tujuannya untuk memudahkan pengunjung yang mengakses laman dari BNP2TKI itu. Berikut sekaligus bisa memudahkan komunikasi secara online antara pencari kerja (calon TKI) dan pengguna). "Peran yang dilakukan Pemerintah (BNP2TKI) didalam pelayanan informasi kerja luar negeri sistem online ini adalah, menfasilitasi kebutuhan pencari kerja (calon TKI) dan perusahaan atau pengguna," kata Jumhur. Lebih jauh lagi, terang Jumhur, ada desain besar yang dalam pelayanan informasi kerja luar negeri sistem online ini, yakni terjadinya saling tahu dari potensi masing-masing antara pencari kerja dan pemberi kerja.

Ia jelaskan, pelayanan informasi kerja luar negeri melalui sistem online yang diciptakan BNP2TKI ini merupakan suatu konsekwensi dari kemajuan teknologi di era global saat ini. Disamping itu, dimaksudkan pula untuk mendorong meningkatkan penempatan TKI formal dari yang semi-skill, skill, hingga profesional.

Pelayanan informasi kerja luar negeri sistem online ini juga sangat membantu para perusahaan jasa Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS). Karena dari informasi tersebut prosedur penempatan calon TKI/TKI ke negara tujuan dilanjutkan melalui PPTKIS. Berikut untuk bekerja keluarga negeri setiap calon TKI/TKI harus melengkapi persyaratan seperti Paspor, sehat jasmani - rohani dengan dibuktikan hasil pemeriksaan dokter, visa kerja, kontrak kerja, mengikuti pelatihan kerja di Balan Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) sesuai ketentuan atau peraturan yang berlaku, dan memiliki Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN).

Jumhur menambahkan, selain dokumen-dokumen terkait persyaratan calon TKI/TKI tersebut bahwa yang tidak kalah pentingnya harus dimiiki adalah, kemampuan berbahasa Inggris. "Kami minta kepada kalangan PPTKIS hendaknya mensyaratkan calon TKI/TKI sebelum diberangkatkan harus dibekali pelatihan Bahasa Inggris," pinta Jumhur.

Ia katakan, dari sisi skill TKI kita lebih unggul dibanding dengan negara-negara lain, hanya saja kekurangannya adalah dari Bahasa Inggris. Namun, kalau persyaratan bahasa start-nya sama-sama TKI kita juga tidak kalah. Contohnya TKI perawat yang bekerja di Jepang yang kelulusan ujian nasional Bahasa Jepang jauh lebih tinggi dibanding tenaga kerja dari Filipina.

Apjati Mendukung

Terkait pelayanan informasi kerja luar negeri melalui sistem online yang diciptakan BNP2TKI, Ketua Umum DPP Apjati Ayub Basalamah dalam dialog itu mendukung penuh. "Apa yang dilakukan BNP2TKI terkait pelayanan informasi kerja luar negeri dengan online itu merupakan tuntutan era global saat ini. Dan langkah dari BNP2TKI ini membantu memudahkan calon TKI/TKI maupun PPTKIS," kata Ayub.

Apjati, lanjut Ayub, juga mendukung permintaan Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat mengenai pentingnya pemberian bekal Bahasa Inggris bagi calon TKI pada saat dilatih. "Bahasa Inggris ini sudah menjadi kebutuhan pasar kerja internasional, jadi mau tidak mau calon TKI/TKI harus menguasai Bahasa Inggris sebelum berangkat bekerja di luar negeri. Karenanya Bahasa Inggris menjadi salah satu materi penting dalam pelatihan," kata Ayub.

Ayub menambahkan, terkait pentingnya materi Bahasa Inggris ini, Apjati akan segera mensosialisasikan kepada kalangan PPTKIS, khususnya yang tergabung didalam Apjati.(mam/b)

 
Berita Populer

  

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com