RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

BNP2TKI Kunjungi Keluarga TKI Korban Pembunuhan di Kerinci

Cetak
Rabu, 08 Mei 2013 09:54



Jakarta, BNP2TKI, Rabu (08/05) - BNP2TKI melalui Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Pekabanru mengunjungi keluarga Siti Jariyah (35 tahun) di RT 01 Desa Baru Sungai Abu, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Siti Jariyah adalah salah satu dari empat TKI yang selamat pembunuhan pada saat pulang ke Indonesia melalui jalur Johor Baru - Tanjung Balai Karimun untuk kemudian menuju Tungkal.

Koordinator Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (P4TKI) Jambi di Kerinci, Hermanto, pertelepon Selasa malam (07/05) menuturkan, ia mendapat tugas dari BP3TKI Pekanbaru untuk menemui keluarga TKI yang diduga menjadi korban pembunuhan itu. Hermanto dengan ditemani Dalius ditemui Abdul Malik, adik Siti Jariyah, beserta beberapa keluarganya.

Kepada Hermanto, Abdul Malik mengatakan bahwa kakaknya, Siti Jariyah sudah pulang setelah menjalani perawatan kebidanan di Rumah Sakit Umum Mayjend HA Thalib Kerinci, Selasa pagi (06/05). Siti Jariyah menjalani perawatan karena trauma setelah diduga beberapa kali diperkosa tersangka pelaku pembunuhan tiga TKI asal Desa Baru Sungai Abu, yaitu : Madiam (35 tahun) suami Siti Jariyah, Nazar (35 tahun), dan Supardi (20 tahun).

Namun Selasa siang sekitar pukul 15.00-an, lanjut Abdul Malik, Siti Jariyah bersama Kepala Desa Baru Sungai Abu, Abdul Karim, dan petugas Kepolisian Resort (Polres) Kerinci pergi menuju Tanjung Balai Karimun. Kabarnya, diajak untuk menelusuri lokasi terjadinya pembunuhan terhadap suami dan dua rekannya.

Sebagaimana dilansir Tribun Jambi (Selasa, 07 Mei 2013) bahwa peristiwa sadis yang merenggut tiga nyawa TKI itu terjadi pada Kamis (2/5/2013) lalu. Tepatnya, pada saat keempat korban - yaitu: Siti Jariyah, Madiam, Nazar, dan Supardi - akan pulang ke Indonesia, melalui jalur Johor Baru-Tanjung Balai Karimun, menuju Tungkal.

Namun, belum sempat menyeberang ke Indonesia, ketiga korban sudah dibunuh di perkebunan sawit, berdekatan dengan bibir pantai, oleh pria tidak dikenal yang akan menyeberangkan korban ke Indonesia, menggunakan kapal pompong.

Siti Jariyah selamat. Ia diduga sempat diperkosa pelaku pembunuhan dan dibawa ke Tanjung Balai Karimun. Siti Jariyah disekap di dalam rumah selama sehari. Sementara, korban yang tewas, satu orang ditinggalkan di pantai, dan dua korban lainnya diseret ke tengah laut dan akhirnya ditinggalkan.

Hermanto menuturkan, dari pengakuan Siti Jariyah kepada keluarga, pada awalnya mereka ingin pulang dari Malaysia ke Indonesia lewat jalur resmi melalui seorang tekong berinisial D, yang juga warga Desa Baru Sungai Abu. Namun, setelah membayar uang, ternyata mereka dibawa pulang lewat jalur belakang (diselundupkan). "Karena sudah terlanjur membayar uang, mereka terpaksa pulang lewat jalur belakang itu, sehingga pembunuhan terjadi," jelasnya.

Hermanto menambahkan, saat ini Abdul Malik dan keluarganya masih menunggu hasil Siti Jariyah bersama Kepala Desa Baru Sungai Abu, Abdul Karim, dan petugas Polres Kerinci yang sedang melacak peristiwa pembunuhan sadis pada tiga TKI itu.***(Imam Bukhori)

 
Berita Populer

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com