RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

BNP2TKI Lakukan Penertiban dan Standarisasi TKI Pelaut

Cetak
Selasa, 14 Mei 2013 18:49



 
Cikarang - Bekasi, BNP2TKI, Selasa (14/5) - BNP2TKI secara terus menerus melakukan penertiban, berikut standarisasi pelayanan penempatan terhadap TKI Pelaut. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan profesionalitas TKI pelaut dan sekaligus memastikan pemberian perlindungan selama mereka bekerja.

Demikian disampaikan Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat kepada pers di sela-sela melakukan peninjauan ke LPK Sumber Bakat Insani ms Nieuw Jakarta di Jalan Gema Lapik RT 018/06 Pasir Konci, Lemah Abang, Cikarang - Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (14/5). Jumhur mengatakan, sejauh ini masih banyak perusahaan manning agen - yakni perusahaan jasa yang merekrut dan menempatkan TKI Pelaut yang bekerja di Kapal Pesiar dan kapal-kapal berbendera asing - yang tidak memenuhi standar pelayanan penempatan.

Jumhur menjelaskan, standarisasi yang dimaksud terhadap perusahaan manning agen itu di antaranya harus memiliki tempat pelatihan keterampilan untuk calon TKI Pelaut yang layak, kemudian mempunyai hubungan langsung dengan perusahaan pemilik kapal yang mempekerjakan TKI, memiliki perjanjian kerjasama penempatan antara manning agen dengan prinsipal (pemilik kapal), memiliki perjanjian penempatan antara calon TKI dengan manning agen, dan memiliki perjanjian kerja pelaut (antara TKI Pelaut dengan prinsipal).

Sebelumnya Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat meninjau kantor manning agen PT Sumber Bakat Insani di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta. Kemudian dilanjutkan meninjau LPK Sumber Bakat Insani ms Nieuw Jakarta di Cikarang, Bekasi. Turut mendampingi Deputi Penempatan Agusdin Subiantoro, Deputi Perlindungan Lisna Yoeliani Poleloengan, dan Direktur Pemberdayaan Arini Rahyuwati serta beberapa pejabat BNP2TKI lainnya.

Kepala BNP2TKI diterima Direktur Akademi Holland America Line, Robert W Nichols. Tenaga kerja pelaut di Holand America Line 60 persennya berasal dari Indonesia.

Jumhur mengatakan, keberadaan manning agen PT Sumber Bakat Insani ini layak dijadikan contoh oleh manning agen lainnya di Indonesia. PT Sumber Bakat Insani ini mempunyai hubungan langsung dengan perusahaan pemilik kapal yang mempekerjakan TKI. “Artinya, penertiban terhadap manning agen secara terus menerus dilakukan dalam rangka meningkatkan profesionalitas TKI Pelauat serta memastikan pemberian perlindungannya,” kata Jumhur.

Terkait penertiban TKI Pelaut ini, BNP2TKI telah menerbitkan peraturan. Ada tiga peraturan yang telah diterbitkan BNP2TKI. Pertama, Peraturan Kepala BNP2TKI Nomor : PER.13/KA/VII/2009 tentang Pendataan Pelaksana Penempatan Pelaut Indonesia di Luar Negeri. Kedua, Peraturan Kepala BNP2TKI Nomor : PER.03/KA/I/2013 tentang Tata Cara Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Pelaut Perikanan di Kapal Berbendera Asing. Ketiga, Peraturan BNP2TKI Nomor: PER.12/KA/IV/2013 tentang Tata Cara Perekrutan Penempatan dan Perlindungan Pelaut di Kapal Berbendera Asing.

Jumhur mengatakan, penertiban dan standarisasi terhadap keberadaan manning agen ini diberikan batas toleransi selama satu tahun terhitung sejak April 2013 lalu.

Sementara General Manager PT Sumber Bakat Insani, Herman Samiri, di depan Kepala BNP2TKI mengatakan, setiap bulannya memberangkatkan sebanyak 500-an TKI Pelaut yang bekerja di Kapal Pesiar. PT Sumber Bakat Insani mulai menangani penempatan TKI Pelaut pada Kapal Pesiar pada tahun 1997, bermula dari 200 TKI Pelautt. Saat ini sudah ada 8.000-an TKI Pelaut yang telah ditempatkan PT Sumber Bakat Insani bekerja pada Kapal Pesiar di 12 negara.(mam/b)

 
Berita Populer

  photography: affandi, herry hidayat, joko purwanto, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com