RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

BNP2TKI Sosialisasi Lewat Kesenian Tradisional di Kabupaten Cilacap

Cetak
Jumat, 07 Juni 2013 22:17



Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan BNP2TKI Rohyati Sarosa
Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan BNP2TKI Rohyati Sarosa

Cilacap, BNP2TKI, Jumat (7/6) - BNP2TKI kembali menyelenggarakan sosialisasi lewat media kesenian tradisional di Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat malam (7/6).

Sosialisasi menampilkan kesenian wayang suket Ki Slamet Gundono dengan musik Ki Ageng Ganjur dihadiri ribuan masyarakat Cilacap.

Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan BNP2TKI Rohyati Sarosa dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para masyarakat dan hadirin yang telah menghadiri pagelaran kesenian wayang kulit dalam sosialisasi BNP2TKI ini.

"Acara ini tentunya sangat berguna dan bermanfaat untuk masyarakat Cilacap. Karena selain hiburan dalam acara ini juga disajikan informasi-informasi penempatan dan perlindungan TKI ke Luar Negeri," ujar Rohyati.

Wayang suket Slamet Gundono mengambil lakon Balada Siti Markonah. Hadir juga Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro, Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Suparjo, Ketua Umum DPP KNPI, Taupan Eko Nugroho, Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan BNP2TKI Rohyati Sarosa, Direktur Pemetaan dan Harmonisasi Kualitas Tenaga Kerja Luar Negeri (TKLN) II Elia Rosalina Afif, Kepala BP3TKI Semarang AB Rahman, unsur Muspika dan Muspida Kabupaten Cilacap.

Rohyati mengatakan acara sosialisasi melalui media tradisional BNP2TKI ini berlangsung di 13 kabupaten meliputi 5 Provinsi, yaitu Banyuwangi, Malang, Tulungagung, Ponorogo (Jawa Timur), Pemalang dan Cilacap (Jawa Tengah), Cirebon, Bandung, Garut, Sukabumi (Jawa Barat), Tangerang (Banten), Lampung Timur (Lampung), dan berakhir di Padang (Sumatera Barat).

"Cilacap merupakan urutan ke tujuh sosialisasi melalui media tradisionil BNP2TKI tahun 2013 ini, sebelumnya telah dilaksanakan di Banyuwangi, Malang, Tulungagung, Ponorogo Pemalang, dan Cirebon. Sosialisasi ini kemudian akan dilanjutkan ke Kabupaten-kabupaten potensial TKI lainnya," ujarnya.

Lewat sosialisasi ini, lanjut Rohyati, BNP2TKI ingin mensosialisasikan prosedur penempatan dan perlindungan TKI dengan benar serta meningkatkan penempatan TKI sektor formal, TKI sukses Indonesia juga bangga terhadap TKI. Sosialisasi ini dimaksudkan agar permasalahan TKI yang ada dan terjadi selama ini terus bisa di kurangi. "Kami ingin membangun komitmen antara pemangku kepentingan dan stake holder dalam penempatan dan perlindungan TKI," katanya.

Ia menambahkan Kabupaten Cilacap dipilih karena memberikan andil besar dalam penempatan TKI, remitansi, dan peingkatkan TKI formal. Dengan tema sosialisasi Bersama TKI Membangun Negeri, BNP2TKI ingin setantiasa meningkatkan TKI formal agar Indonesia bangga terhadap TKI.

"Tujuan sosialisasi ini adalah BNP2TKI ingin menghibur masyarakat Kabupaten Cilacap terutama Kecamatan Maos.Selain itu, ingin memberikan perhatian prosedur yang benar kepada masyarakat dan juga ingin membangun komitemen pelayanan TKI agar semakin berkualitas. Serta ingin menjadikan sosialisasi ini sebagai sarana yang efektif untuk masyarakat," tururnya.

Data penempatan TKI ke Luar Negeri, Provinsi Jawa Tengah masuk sebagai Provinsi ke dua terbanyak menempatkan jumlah TKI setelah Provinsi Jawa Barat. Jumlah penempatan TKI berdasarkan Provinsi dari jumlah TKI asal Provinsi Jawa Tengah yang bekerja ke Luar Negeri tahun 2011 mencapai 122.184 orang dan tahun 2012 mencapai 155.456 orang. Sedangkan jumlah TKI asal Kabupaten Cilacap yang bekerja ke Luar Negeri pada tahun 2011 mencapai 22.155 orang dan tahun 2012 berjumlah 19.799 orang. Dengan jumlah ini Kabupaten Cilacap termasuk peringkat empat terbesar Kabupaten dari jumlah 25 Kabupaten di Indonesia yang menempatkan jumlah TKI terbanyak setelah Kabupaten Indramayu, Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Tengah.(hpp/b)

 
Berita Populer

  

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com