RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

EPS TOPIK PBT 2013 Diikuti 27577 Calon TKI

Cetak
Jumat, 14 Juni 2013 18:22



Agusdin menambahkan, mengenai lokasi pelaksanaan ujian EPS TOPIK PBT Tahun 2013 ini disesuaikan dengan tempat pada saat pelaksanaan pendaftaran
Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro

Jakarta, BNP2TKI, Jumat (14/6) - Ujian EPS TOPIK PBT (Employment Permit System Test of Proficiency in Korean Paper Based Test) bagi calon TKI yang akan bekerja ke Korea Selatan untuk tahun 2013 diikuti 27.577 peserta. Ujian dilaksanakan serentak selama dua hari Sabtu dan Minggu (15-16/6) di lima kota, yaitu Surabaya, Solo, Bandung, Jakarta, dan Medan.

Demikian Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/6). Ia mengatakan, ujian EPS TOPIK PBT Tahun 2013 diikuti sebanyak 27.577 calon TKI Korea, terdiri atas 24.227 laki-laki dan 3.350 perempuan.

Pelaksanaan ujian EPS TOPIK PBT Tahun 2013 yang diikuti sebanyak 27.577 calon TKI tersebut terbagi di lima kota. Di Surabaya dilaksanakan di Kampus Universitas Dr Soetomo diikuti sebanyak 5.050 calon TKI, di Solo di Kampus Universitas Sebelas Maret sebanyak 12.123 calon TKI, di Bandung di Kampus Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN) dan SMU Yadika diikuti 6.468 calon TKI, di Jakarta di Universitas Indonusa Esa Unggul diikuti 3.733 calon TKI, dan di Medan di Universitas Sumatera Utara (USU) diikuti 203 calon TKI.

Agusdin mengatakan, ujian EPS TOPIK PBT Tahun 2013 yang diikuti sebanyak 27.577 calon TKI tersebut, merupakan hasil seleksi administrasi oleh Human Resources Development Service of Korea (HRD Korea). Sedangkan pendaftaran EPS TOPIK Tahun 2013 ini telah dilaksanakan selama empat hari pada 15 - 18 April 2013 lalu.

HRD Korea dalam ujian EPS TOPIK PBT Tahun 2013 ini menawarkan dua sektor pekerjaan pada calon TKI, yaitu sektor manufaktur dan perikanan. Dari sebanyak 27.577 calon TKI itu, 23.684 calon TKI di antaranya mendaftar pada sektor manufaktur (terdiri dari 20.427 laki-laki dan 3.257 perempuan) serta 3.893 calon TKI mendaftar pada sektor perikanan (terdiri dari 3.800 laki-laki dan 93 perempuan).

Agusdin menambahkan, mengenai lokasi pelaksanaan ujian EPS TOPIK PBT Tahun 2013 ini disesuaikan dengan tempat pada saat pelaksanaan pendaftaran. Tujuannya untuk memudahkan para peserta ujian EPS TOPIK PBT Tahun 2013. "Ujian EPS TOPIK PBT Tahun 2013 ini dapat terlaksana atas kerjasama BNP2TKI dan HRD Korea di Indonesia. BNP2TKI didalam pelaksanaan ujian EPS TOPIK PBT ini hanya sebatas penyelenggara, sedangkan yang menentukan kelulusan berikut jumlah kuotanya adalah HRD Korea," kata Agusdin.

Dalam pelaksanaan ujian EPS TOPIK PBT Tahun 2013 ini, Indonesia mendapatkan kuota sebanyak 7.800 orang, 6.500 orang untuk sektor manufaktur dan 1.300 orang untuk sektor perikanan.

"Kami (BNP2TKI, red.) berupaya mengajukan tambahan kuota lagi kepada HRD Korea selaku penyelenggara ujian EPS TOPIK PBT ini, mudah-mudahan bisa dikabulkan," kata Agusdin. Sebab, lanjut Agusdin, kita sudah berupaya untuk memenuhi permintaan Pemerintah Korea mengenai pemulangan TKI yang sudah habis masa kontrak kerjanya dengan suka rela, sehingga tidak menjadi TKI overstayers (melebihi batas izin tinggal) dan kemudian menjadi ilegal. "Pemerintah Korea memang tidak menghendaki keberadaan tenaga kerja asing (temasuk TKI) yang bekerja di negaranya secara ilegal atau non-prosedur," kata Agusdin menambahkan.

Agusdin menjelaskan, penempatan TKI ke Korea Selatan ini dilakukan melalui kerjasama antarpemerintah (Government to Government/G to G) sejak tahun 2004. Tepatnya sejak adanya penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara The Ministry of Manpower and Transmigration Indonesia (Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia) dan The Ministry of Employment and Labor Korea (Departemen Pekerjaan dan Tenaga Kerja Korea) pada tanggal 13 Juli 2004 dan kemudian diperbarui terakhir pada tanggal 14 Oktober 2010.

Penempatan TKI ke Korea sejak tahun 2004 sampai dengan 12 Juni 2013 sebanyak 44.711 orang. Pada tahun 2004 sebanyak 350 orang, 2005 sebanyak 4.367 orang, 2006 sebanyak 1.274 orang, 2007 sebanyak 4.303 orang. 2008 sebanyak 11.885 orang, 2009 sebAnyak 1.890 orang, 2010 sebanyak 3.964 orang, 2011 sebanyak 6.325 orang, 2012 sebanyak 6.472 orang, dan 2013 per 12 Juni sebanyak 3.871 orang.

Dijelaskan Agusdin, penempatan TKI ke Korea dari tahun 2004 sampai 2006 ditangani Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans). Sedangkan sejak tahun 2007 sampai sekarang (2013) ditangani BNP2TKI.

Jangan Curang

Dalam pelaksanaan ujian EPS TOPIK PBT Tahun 2013 ini, Agusdin mengingatkan, agar calon TKI yang mengikuti ujian tidak melakukan tindakan kecurangan saat pelaksanaan ujian, 15 dan 16 Juni 2013. Jika diketahui kedapatan melakukan tindak kecurangan akan dikenakan sanksi tindakan tegas, antara lain : peserta ujian akan diserahkan ke pihak Kepolisian setempat untuk di proses secara hukum.

Berikut peserta ujian itu akan langsung dikeluarkan dari ruang kelas dan tidak diperbolehkan lagi mengikuti ujian EPS-TOPIK PBT selama dua tahun berturut-turut. Kemudian kartu ujian peserta juga akan disita oleh pihak BNP2TKI dan BP3TKI.

Apabila pengawas dari HRD Korea mencurigai hasil jawaban ujian peserta diperoleh dengan cara melakukan kecurangan, maka hasil ujian peserta tersebut akan langsung dianggap gagal (peserta dinyatakan tidak lulus ujian walaupun mampu menjawab seluruh pertanyaan pada lembar soal dengan nilai sempurna.

Agusdin memaparkan, bahwa ada beberapa identifikasi tindakan yang mengarah pada kecurangan. Hal ini yang perlu diketahui setiap peserta pada saat pelaksanaan ujian EPS-TOPIK PBT Tahun 2013. Di antaranya adalah peserta datang ke lokasi ujian dengan sengaja tidak membawa identitasdiri seperti KTP (Kartu Tanda Pendudukl) dan Kartu Ujian dengan berbagai alasan. Kemudian peserta menggunakan Joki, yakni peserta yang ikut ujian tidak sama dengan peserta saat mendaftar EPS-TOPIK PBT 2013 (dapat diketahui dari foto diri dan sidikjari). Peserta membawa alat elektronik berupa HP, Kamus Elektornik, Perangkat Blue Tooth, Jam Tangan yang dimodifikasi sehingga dapat menerima SMS dan perangkat elektronik lainya ke dalam ruang ujian. Menerima SMS atau telepon pada saat berada di dalam ruang ujian. Meninggalkan ruang ujian pada saat pelaksanaan ujian. "Seluruh peserta ujian hanya diperbolehkan meninggalkan ruang ujian secara bersamaan setelah waktu pelaksanaan ujian selesai," terang Agusdin.

Selai itu, lanjut Agusdin, yang masuk kategori identifikasi tindakan yang mengarah pada kecurangan adalah, membawa lari kertas soal ujian. Menyontek (melihat lembar jawaban peserta lain). Menunjukkan lembar jawaban ke peserta lain. Memberi kode ke peserta lain pada saat pelaksanaan ujian. Keluar ruangan sebelum bel berbunyi meskipun telah selesai menjawab soal ujian.

Untuk mencegah terjadinya tindakan kecurangan, sebelum memasuki ruang ujian setiap peserta akan melalui pemeriksaan dengan menggunakan metal detector. Hal ini untuk memastikan tidak ada yang membawa alat komunikasi (Handphone dan lain-lain) ke dalam ruang ujian. Pengawas ujian (proctor) bersama dengan tim pengawas dari HRD Korea akan melakukan verifikasi identiftas peserta ujian, Peserta ujian harus membawa kartu tanda identitas diri pada saat ujian. "Apabila peserta tidak membawa kartu identitas diri tidak diperbolehkan ikut ujian," terang Agusdin lagi.

Peserta ujian EPS TOPIK PBT 2013 meningkat dibanding EPS TOPIK PBT 2012 lalu yang diikuti 26.859 pesera.

Pengumuman kelulusan ujian EPS TOPIK PBT 2013 pada 1 Juli 2013.(mam/b)

 
Berita Populer

  

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com