RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Sosialisasi Kebijakan Penempatan dan Perlindungan TKI: Kepala BNP2TKI Kunjungi Banyuwangi

Cetak
Selasa, 24 Pebruari 2009 02:29



Sosialisasi Kebijakan Penempatan dan Perlindungan TKI: Kepala BNP2TKI Kunjungi Banyuwangi

Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat (foto affandi)
Banyuwangi, BNP2TKI (Senin, 23/2) Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat melakukan kunjungan kerja Ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/2). Jadwal kegiatan Jumhur di kabupaten itu antara lain untuk memberi pemaparan mengenai kebijakan penempatan dan perlindungan TKI di hadapan pimpinan pemerintah daerah setempat.

Jumhur juga mengunjungi pusat kegiatan kursus Bahasa Korea yang diselenggarakan oleh Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) bekerja sama dengan Pondok Pesantren Darussalam, Tegalsari, Banyuwangi.

Lalu Jumhur dijadwalkan berdialog dengan calon TKI, TKI, dan keluarga TKI sekaligus meresmikan kegiatan pendidikan anak usia dini (PAUD) bagi keluarga buruh migran di Sumber Jeruk, Cluring, Banyuwangi.

Dalam pertemuan dengan Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari dan Wakil Bupati Yusuf Nuris dibahas antara lain persoalan TKI.

Ratna mengatakan persoalan TKI yang utama adalah status TKI ilegal yang tak dapat diawasi oleh pemerintah kabupaten.

"Para pengusaha jasa TKI mengambil langsung calon TKI di desa-desa, lalu mereka dibuatkan dokumen baru dari Kabupaten Sragen, Kabupaten Bondowoso dan tempat lain," katanya.

Jumhur menyatakan bahwa persoalan itu terjadi di banyak daerah dan hal itu tidak bisa dibiarkan karena sudah tergolong kegiatan perdagangan manusia.

"Calo atau sponsor yang mencari calon TKI mendapat keuntungan. Harga seorang calon TKI saat ini bisa mencapai Rp4 juta. Masalah ini harus diatasi," kata Jumhur.

Salah satu solusi atas masalah tersebut adalah pemerintah harus memberikan berbagai fasilitas resmi untuk calon TKI seperti membuka lebih banyak bursa tenaga kerja dan memberi pelatihan calon TKI di desa-desa.* (ant)

 
Berita Populer

  

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com