RSS Berita BNP2TKI
Berlangganan berita BNP2TKI via FeedBurner...

Asuransi Cenderung Jadikan TKI Sapi Perah

Cetak
Jumat, 06 Maret 2009 01:15



Asuransi Cenderung Jadikan TKI Sapi Perah

AKBP Rochman HS. SH selalu memonitor kegiatan TKI saat pulang dari luar negeri di GPK TKI Selapajang, Tangerang, Banten.
AKBP Rohman Kepala Satuan Pendataan Kepulangan TKI BNP2TKI
Jakarta, BNP2TKI (5/3) Para Tenagan Kerja Indonesia (TKI) secara umum tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang asuransi, akibatnya jika menghadapi masalah para TKI kerap dijadikan sasaran empuk pihak asuransi untuk mencari keuntungan semata.

“Sudah banyak TKI yang menjadi korban, seperti tidak dibayarkan uang asuransi, penipuan atau kenakalan-kenakalan lainnya,” ungkap Kepala Satuan Pelayanan Kepulangan (SPK) Gedung Pendataan Kedatangan (GPK) TKI Selapajang, Banten, Tangerang, di Jakarta, Kamis (5/3).

Saat menghadiri rapat evaluasi kinerja asuransi BNP2TKI, AKBP Rochman HS. SH. mengungkapkan, pihaknya sudah mengirim surat kepada konsorsium asuransi Gracia, Ramayana, Aldira dan PT Jas tentang klaim asuransi TKI yang belum terbayarkan hingga sekarang.

“Dari jumlah 20.000 TKI yang pulang dari luar negeri, jumlah uang yang menjadi hak meraka sangat besar. Sejak April 2009 hingga Maret 2009, uang asuransi TKI mencapai Rp 20 milyar,” kata AKBP Rochman.

Karena asuransi itu merupakan hak-hak TKI yang harus dilindungi dan diperhatikan, AKBP Rochman HS. SH selalu memonitor kegiatan TKI saat pulang dari luar negeri di GPK TKI Selapajang, Tangerang, Banten.

Dari monitoring terhadap para TKI yang baru pulang itulah, SPK GPK TKI menemukan masalah-masalah berikut:

  1. Kasus pembayaran angkutan TKI. Setiap dua minggu sekali para TKI harus membayar tiket kepada pihak asuransi. “Pembayaran tiket ini jelas merugikan para TKI dan itu merupakan pelanggaran yang harus dihentikan dan,” ujarnya.
  2. Pihak SPK GPK TKI masih banyak menemukan kenakalan-kenakalan pihak asuransi, seperti banyak TKI yang pulang dari luar negeri tidak bisa mencairkan uang asuransinya. Alasan pihak asuransi beragam, sehingga para TKI menjadi bingung dan tidak tahu harus melakukan apa. “Pihak asuransi kadang memberikan rekomendasi untuk TKI agar bisa mengambil haknya. Tetapi TKI tetap sulit mencairkan asuransinya, karena pihak asuransi selalu mempersulit dengan berbagai alasan yang tidak jelas,” katanya.
  3. Pihak asuransi selalu rewel dalam melayani TKI, karena pihak asuransi terlalu mencari-cari alas an terhadap TKI Bermasalah yang baru pulang dari luar negeri.

“Namun setelah dilakukan pengecekan pada TKI yang bermasalah itu, ternyata asuransi mereka juga tidak dibayarkan. Padahal para TKI bermasalah itu sudah membayarnya. Jadi pihak asuransi cenderung enggan mencairkan asuransi TKI,” ujar AKBP Rochman HS. SH.

Ia menyesalkan pihak asuransi yang cenderung hanya menjadikan TKI sebagai sapi perah untuk mengeruk keuntungan semata, dengan mempersulit pembayaran hak-hak TKI. (pin)

 
Berita Populer

  

  photography: affandi, dwi hartanto - webdesign: ayahyaweb.com