Tuesday, 12 November 2019

Berita

Berita Utama

BP3TKI Nunukan - Polres Nunukan Amankan 2 Calo PMI Non Prosedural

-

00.11 12 November 2019 4

-

Nunukan, BNP2TKI, (12/11) – Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan bersama Kepolisian Resor (Polres) Nunukan berhasil mengamankan pelaku yang diduga calo memberangkatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non Prosedural  ke wilayah Sabah Malaysia.
 
Kepala BP3TKI Nunukan, AKBP Hotma Victor Sihombing  mengatakan,  kronologis kejadian pada Senin (11/11/2019),  BP3TKI Nunukan menerima informasi dari masyarakat tentang adanya aktifitas keluar masuk PMI non prosedural di daerah Sungai Nyamuk Sebatik Kabupaten Nunukan.
 
Selanjutnya  dari informasi tersebut, di teruskan ke Kepala Kepolisian Resor (Kapolres)  Nunukan, AKBP Teguh Triwantoro dan pada Selasa, (12/11/2019). Kemudian Polres Nunukan bersama BP3TKI Nunukan langsung bergerak dan berhasil mengamankan pelaku yang bernama Suprianto alias Aco, 44 tahun, asal Bone Sulawesi Selatan yang beralamat di jalan Bhayangkara Rt. 11 Desa Sei Nyamuk Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan.  Tidak hanya itu, Polres Nunukan juga mengamankan Ali Nurdin alias Ali Ambon, 39 tahun, asal Kendari Sulawesi Tenggara yang beralamat di jalan  Ahmad Yani Rt. 07 Desa Pancang Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan.
 
Victor menyatakan, unit Reskrim langsung melakukan pemeriksaan awal dan gelar perkara. Undang-Undang yang di sangkakan yaitu Undang-Undang Republik Indonesia Nomor. 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Ali Nurdin alias Ali Ambon mengakui telah memasukan  sebanyak 5  orang PMI tanpa dokumen resmi dengan rincian 2  orang Laki-laki dewasa dan 3  orang perempuan dewasa dari Malaysia ke Indonesia  melalui jalur laut.  Dengan tarif RM 20 (dua puluh ringgit malaysia), yang mana orang tersebut naik dipelabuhan sungai nyamuk kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalur darat ke nunukan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan Suprianto alias  Aco mengakui telah mencarikan alat angkut menuju Nunukan yaitu taksi dengan upah Rm. 10 (sepuluh ringgit malaysia). ke 5 (lima) orang penumpang tersebut sudah meninggalkan sebatik  menuju nunukan,” jelas Victor

Victor  menambahkan, untuk penerapan Undang-Undang Nomor 18 Tahun  2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang masih diperlukan pembuktian lebih lanjut. “Tindakan ini merupaka  langkah Kongkrit dari Komitmen BP3TKI NUNUKAN untuk memberantas calo pemberangkatan PMI Non Prosesural,” ungkap Victor.**(Humas/BP3TKI Nunukan)