Sunday, 26 January 2020

Berita

Berita Utama

Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI di Kabupaten Demak

-

00.01 24 January 2020 17

-

Demak, BP2MI (24/01) -- Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Demak, yang diterima langsung oleh Bupati Kabupaten Demak, Muhammad Natsir di ruang rapat Bina Praja Kantor Bupati Kabupaten Demak, pada Kamis (23/01/2020).

Natsir menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan pelatihan kewirausahaan kepada Usaha kecil Menengah (UKM) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna di 6 (enam) Desa. 

"Program pelatihan Pemberdayaan Desa Migran Produktif (Desmigratif) ini sangat bermanfaat, dapat mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Demak," katanya.

Lebih lanjut Wakil Ketua Komisi IX DPR RI , Nihayatul Wajiroh mengatakan Kunker ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dari PMI Purna dan Kepala Desa tentang apa saja kendala-kendala yang dihadapi di lapangan.

Nihayatul menambahkan disini hadir juga mitra kerja Komisi IX DPR RI dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang dulu disebut BNP2TKI.

"Dengan disahkannya Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, pemerintah wajib memberikan pelindungan sejak sebelum, saat dan setelah bekerja. Undang-undang ini juga memberikan perlindungan bagi PMI dan keluarganya melalui program pemberdayaan", imbuhnya.

Staf Ahli Menteri Ketenagakerjaan Bidang Kebijakan Publik, Reyna Usman, menyebutkan dikarenakan banyaknya permasalahan-permasalahan PMI di luar negeri, untuk mencegah permasalahan tersebut melalui program pemberdayaan Desmigratif ini masyarakat diberikan pelatihan untuk mengembangkan kemampuan wirausaha di daerahnya.

"Program pemberdayaan Desmigratif ini merupakan program inovatif yang mendapat penghargaan dari ILO, karena program ini dapat mengurangi atau mencegah orang untuk kembali bekerja di luar negeri tanpa keterampilan, khususnya untuk ibu-ibu rumah tangga, terutama penempatan PMI ke middle east", ungkap Reyna.

Sementara itu Direktur Pemberdayaan BP2MI, Agustinus Gatot Hermawan dalam pertemuan itu menyebutkan pemberdayaan adalah ujung dari proses penempatan kerja ke luar negeri. Program pemberdayaan PMI dan Keluarganya merupakan program prioritas nasional, dari sebelum PMI bekerja, selama Bekerja dan setelah bekerja kembali ke daerahnya mengembangkan kemapuannya dengan hasil yang didapat diluar negeri.

Ia juga menambahkan dari tahun 2014 sd 2019 BP2MI telah memberikan pelatihan kepada 25 ribu orang, dan 38% atau 10 ribu orang yang menjadi pengusaha atau wirausahawan.

BP2MI juga melakukan sinergitas dengan Kementerian/Lembaga dan swasta, serta perbankan-perbankan di daerah untuk membantu program pemberdayaan PMI dan keluarganya.

"Untuk menjawab kendala yang terjadi, dalam hal pemasaran produk PMI, BP2MI saat ini telah bekerjasama dengan perusahaan digital seperti online shop, tokopedia dan shopee, serta beberapa jaringan ritel modern", tutup Gatot.**** (Humas/Aff)