Thursday, 12 December 2019

Program Prioritas Nasional

Layanan Terpadu Satu Atap

2 Tahun LTSA Sambas Tempatkan 2.090  PMI ke Luar Negeri

-

00.11 27 November 2019 299

Sambas, BNP2TKI (27/11) Kepala BP3TKI Pontianak, AKBP Erwin Rachmat menyampaikan,  apresiasi bagi seluruh instansi yang terlibat di Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA)  Sambas sehingga bisa berjalan optimal.  

Sejak  didirikan 2 tahun lalu,  jumlah penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ditempatkan melalui LTSA Sambas tahun 2018 sebanyak 1.212 orang dan periode Januari – Oktober 2019 sebanyak 878 orang.

“Jumlah PMI yang ditempatkan ini akan menghasilkan remitansi yang cukup besar dan bisa berdampak peningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga yang pada akhirnya dapat menumbuhkan pertumbuhan ekonomi di daerah asal PMI,” jelas Erwin saat  peringatan HUT LTSA P2TKLN Sambas yang ke -2 di Komplek LLK Disnakertrans Kab. Sambas,  Rabu  27/11/ 2019.

Dalam acara tersebut, juga dilakukan penganugerahan Desa Peduli  PMI kepada Desa Serunai, Desa Sempalai dan Desa Penjajap. Penganugerahan  Perbankan Peduli  PMI kepada Bank Kalbar Cabang Sambas dan P3MI Terbanyak Penempatan Pekerja Migran Indonesia kepada PT. Mafan Samudera Jaya dan PT. Arwana Citra Lestari piagam penghargaan diserahkan secara langsung oleh Bupati Sambas, Direktur P2P BNP2TKI, Konjend RI di Kuching dan Kepala BP3TKI Pontianak. 

Direktur Penyiapan Pembekalan dan Pemberangkatan BNP2TKI, Ahnas menyampaikan,  bahwa  sesuai amanat Undang Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yaitu pemerintah daerah dapat membentuk  LTSA.  

“Kabupaten  Sambas telah menunjukkan komitmen yang tinggi dengan menghadirkan LTSA P2TKLN Sambas. Hadirnya LTSA di kabupaten Sambas ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat khususnya PMI dan keluarga. Masyarakat yang akan bekerja ke luar negeri cukup datang ke LTSA ini maka seluruh dokumen penempatan bisa dipenuhi,” jelasnya.

Ahnas  mengatkan,  bahwa Undang Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia juga telah membagi tugas dan peran masing-masing pihak dimulai dari pemerintah pusat, pemerintah propinsi, pemerintah daerah kab/kota hingga pemerintahan desa.

Menurutnya, Agar semua pihak dapat memainkan peran tersebut secara optimal. Saat ini skema penempatan baru sedang dikembangkan dan diujicoba berupa skema penempatan Specified Skilled Worker (SSW) ke Jepang, Special Placement Program to Taiwan (SP2T) dan Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK)ke Arab Saudi yang bisa menjadi alternatif lain penempatan PMI asal Sambas. Untuk itu, diharapkan inovasi dan kreatifitas baru dalam pelayanan PMI di LTSA Sambas ke depan.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menyampaikan,  selamat dan sukses atas HUT LTSA Sambas yang kedua dan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap LTSA Sambas. Kehadiran LTSA Sambas untuk memberikan pelayanan yang mudah, murah, cepat dan aman bagi PMI asal Kab. Sambas dan mendorong agar semua pihak bersinergi memberikan pelayanan yang terbaik bagi PMI. Ia berpesan secara khusus kepada para kepala desa agar membantu melayani PMI dan mendata dengan baik.

Konjend RI di Kuching, Yonnie Tri Prayitno menyampaika,  LTSA Sambas dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah lain di seluruh Indonesia melihat bagaimana semua instansi yang terlibat berkolaborasi dengan menghilangkan ego sektoral dalam memberikan pelayanan terhadap PMI di Kabupaten  Sambas.***(Humas/BP3TKI Pontianak)