Monday, 24 February 2020

Program Prioritas Nasional

KKBM

BP3TKI Mataram Hidupkan Kembali Geliat Produksi Gerabah Melalui Program Pemberdayaan TKI

-

00.05 2 May 2017 1157

Mataram, BNP2TKI, Selasa (02/05/2017) - Desa Banyumulek Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat merupakan desa yang terkenal dengan kerajinan gerabahnya. Bahkan produk gerabah Banyumulek sempat menjadi primadona dibeberapa wilayah di Indonesia terutama Bali. Namun beberapa tahun terakhir kegiatan produksi gerabah di desa ini mengalami pemorosotan yang cukup signifikan. Salah satu penyebabnya adalah kurang bersaingnya produk gerabah Banyumulek pada sisi model dan jenisnya, padahal untuk kualitas gerabah produksi masyarakat Banyumulek sudah tidak diragukan lagi.

Untuk menghidupkan kembali geliat produksi gerabah, BP3TKI Mataram melalui Program Pemberdayaan Terintegrasi mengadakan Bimbingan Teknis produksi Gerabah bagi TKI Purna dan Keluarga TKI di Desa Banyumulek. Selama enam hari mulai tanggal 25 hingga 30 April 2017, sebanyak 25 TKI Purna menerima pelatihan yang dipusatkan di Gedung Olah Raga Mulki Desa Banyumulek. Para peserta merupakan TKI Purna yang masih dalam usia produktif dan sudah tidak lagi berminat bekerja ke luar negeri. Selain menerima pelatihan membuat gerabah, mereka juga mendapat pembekalan mengenai bagaimana membentuk unit usaha kecil menengah (UKM) melalui kelompok atau paguyuban, kewirausahaan, menabung, mengelola keuangan serta berbagi dengan TKI Purna yang telah berhasil menjadi wirausaha sukses.

Poin utama dari kegiatan ini bukan terletak pada bagian produksi gerabah, melainkan bagaimana memberi nilai tambah dari gerabah karena secara turun temurun warga desa Banyumulek termasuk peserta, memilki kemampuan yang baik dalam memproduksi gerabah. Saat ini pengrajin Banyumulek sebagian besar hanya mengirim produk setengah jadi ke beberapa daerah, yang kemudian akan diproses oleh pengepul, seperti penambahan ornamen berupa ukiran, pewarnaan atau penambahan ornamen. Untuk itu peserta diminta untuk lebih kreatif dengan membuka banyak referensi model dan tahap akhir (finishing) sehingga produksi gerabah Banyumulek bisa langsung sampai ke pengguna akhir yang tentunya akan menjadi nilai tambah seara ekonomi bagi pengrajin.

Selain itu peserta juga mendapat pembekalan mengenai akses untuk memulai usaha, baik permodalan maupun pengurusan ijin, serta membuka kembali tautan pemasaran agar gerabah Banyumulek kembali dapat bersaing. 

Kepala BP3TKI Mataram, Mucharom Ashadi, mengatakan program ini berjalan dengan menyinergikan pihak terkait seperti Dinas Tenaga Kerja, Dinas Koperasi dan UKM, Mitra Industri serta lembaga keuangan. Pihaknya juga akan terus melakukan program serupa di desa lain dengan tetap memperhatikan kearifan lokal yang ada di daerah tersebut. Dengan harapan apa yang menjadi identitas setempat dapat dipertahankan dengan kreatifitas dan inovasi baru.*** (Humas/BP3TKI Mataram)