TKI Meninggal Akibat Meningitis Mendapatkan Klaim Asuransi

10 Juli 2015 09:35 WIB

TKI Meninggal Akibat Meningitis Mendapatkan Klaim Asuransi

Jakarta, BNP2TKI, Jumat (10/07) -- Rabu (8/7) bertempat di kantor BNP2TKI, telah dilaksanakan penyerahan santunan asuransi atas meninggalnya TKI atas nama Jubaedah dari Malaysia dan Yanti binti Uar Karyo dari Bahrain. Konsorsium Asuransi Mitra TKI serahkan santunan Rp. 75 juta ditambah santunan pemakaman Rp. 5 juta kepada ahli waris keluarga TKI.

Penyerahan santunan dilakukan oleh Mashudi dari Konsorsium Asuransi Mitra TKI kepada ahli waris keluarga TKI, disaksikan oleh Melvin dari Direktorat Mediasi dan Advokasi BNP2TKI dan PT. Dwicitra Tripatria serta PT. Bumenjaya Eka Putera selaku perusahaan yang memberangkatkan kedua TKI tersebut.

Jubaedah meninggal pada 1 Juni 2015 di Malaysia dikarenakan sesak napas dan jenazahnya telah dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Jatimunggal, Karanganyar, Indramayu pada 4 Juni 2015, sedangkan Yanti yang terkena penyakit meningitis (radang selaput otak) dipulangkan ke Indonesia pada 26 April 2015 dan meninggal pada 17 Mei 1015 di kediamannya di Desa Gembongsari, Rawamerta, Karawang. 

Berdasarkan data yang diperoleh dari konsorsium asuransi Mitra TKI di tahun 2015 ini telah dibayarkan klaim asuransi bagi 32 (tiga puluh dua) kasus TKI meninggal dunia.

Direktur Mediasi dan Advokasi BNP2TKI disela kesibukannya mendampingi kunjungan kerja DPR RI mengatakan bahwa Pemerintah mewajibkan setiap TKI yg bekerja di luar negeri diikutsertakan dalam program asuransi TKI tujuannya agar jika terjadi risiko, TKI mendapat kompensasi.

"Risiko yang dicover asuransi tidak hanya kematian, kecelakaan, atau sakit tapi bahkan risiko di-PHK, gaji tidak dibayar, serta risiko yg terjadi di perjalanan saat kepulangan dari airport ke rumahnya" jelas Teguh.***(Humas/DH)



Share: