Lagi, TKI eks Bin Laden Memperoleh Klaim Asuransi

12 Agustus 2016 20:18 WIB

Sekretaris Utama BNP2TKI, Hermono, menyerahkan klaim asuransi pada TKI eks Bin Laden
Jakarta, BNP2TKI, Jumat (12/08/2016) – Saya berharap uang klaim asuransi  yang baru diterima ini,  dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dimanfaatkan untuk kepentingan keluarga, ujar Sekretaris Utama BNP2TKI, Hermono, kepada enam tenaga kerja Indonesia yang pernah bekerja di proyek konstruksi Bin Laden Group di Mekkah, Arab Saudi.
 
Penyelesaian  untuk memperoleh klaim asuransi ini tidak mudah karena jumlah peserta sangat banyak dan lagi tak semua memiliki dokumen yang diperlukan. Disamping itu status penyelesaian proyek konstruksi sempat berlarut-larut, lanjutnya di ruang rapat Kepala BNP2TKI, pada Jumat (12/8/2016).
 
Maskudi, Khabib Ali, Slamet Mustafa, Ali Sadikin, Bahktiar, Jumadi Wakis dan Sahro masing-masing menerima Rp 7,5 juta dari PT Asuransi Mitra TKI. Penerimaan klaim, selain disaksikan Sestama BNP2TKI juga oleh Direktur Mediasi dan Advokasi, Wisantoro,  Direktur PT Amil Fajar Internasional, Chalid Abdurrahman serta para pejabat BNP2TKI lainnya.
 
Menurut Manajer Klaim Asuransi Mitra TKI, Andi Bustan, pihaknya  menanggung polis asuransi 1993 TKI. Sejumlah 772 telah diajukan penyelesaiannya dan 672 diantaranya sudah diselesaikan serta telah menerima klaim asuransi.
 
Kepada para TKI eks Bin Laden Group yang belum mengajukan klaim asuransi, hendaknya segera mengajukan karena proses klaim berjangka waktu satu tahun sejak tanggal tiba di Bandara Soekarno-Hatta, ujar Andi Bustan seraya menambahkan, lebih dari jangka waktu itu tidak akan diterima lagi.
 
“Bagi mereka yang memiliki berbagai masalah seperti paspor hilang, ditahan perusahaan  atau hal-hal lain hendaknya segera menghubungi kami supaya dapat diatasi dengan secapatnya,” tambah Andi Bustan.
 
Alat Berat Rubuh
 
Ribuan TKI yang bekerja di perusahaan konstruksi Bin Laden Group di–PHK setelah pemerintah Arab Saudi memutuskan kontrak dengan perusahaan tersebut. Pemerintah tidak mempedulikan pernyataan Bin Laden bahwa alat berat (crane) jatuh di kawasan Masjidil Haram disebabkan hujan badai  pada Jumat malam, 11 September 2015.
 
Setidaknya 107 orang meninggal dunia dan 238 lainnya terluka akibat musibah itu. Para korban itu kebanyakan jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
 
Sebagian besar TKI Bin Laden Group sudah kembali ke Indonesia, sisanya masih berada di Arab Saudi menunggu pembaruan kontrak dari Bin Laden atau sudah bekerja di perusahaan lain. *** (Humas - DH/SD/Sjr).     

Share: