Deputi Penempatan BNP2TKI Pantau Proses Verifikasi Dokumen Peserta G to G Korea

16 Februari 2017 15:50 WIB

Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro terlihat sedang berkomunikasi langsung dengan peserta G to G Korea yang akan melakukan proses verifikasi dokumen di BP3TKI Jakarta
Jakarta, BNP2TKI, Senin (13/02/2017) - Tepat pada hari terakhir pelaksanaan verifikasi dokumen G to G Korea di BP3TKI Jakarta yang jatuh pada hari Senin (13/2), Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro melakukan peninjauan langsung ke BP3TKI Jakarta, Ciracas, Jakarta Timur. Kedatangan Deputi Penempatan BNP2TKI ini disambut oleh Kepala BP3TKI Jakarta Ahnas, Kasubbag Tata Usaha BP3TKI Jakarta Togu Parulian, serta Kepala Seksi Penyiapan dan Penempatan BP3TKI Jakarta Mahda Syaikoni. Didampingi oleh Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI R. Hariyadi Agah, Deputi Penempatan memantau proses verifikasi dokumen peserta G to G Korea mulai dari proses pengambilan nomor antrian hingga perekaman sidik jari peserta. Terlihat Deputi Penempatan Agusdin Subiantoro dan Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI R. Hariyadi Agah berinteraksi dengan beberapa peserta G to G Korea untuk menanyakan kendala yang dihadapi hingga kesiapan peserta dalam mengikuti tiap tahapan seleksi G to G Korea ini.

Salah seorang peserta bernama Tiara yang berasal dari Bandung kedapatan tidak membawa e-KTP ketika proses verifikasi dokumen G to G Korea, tepat saat Deputi Penempatan Agusdin Subiantoro sedang melihat proses verifikasi. Beliau pun menyarankan agar Tiara menghubungi keluarganya di rumah untuk mengirimkan e-KTP Tiara melalui e-mail atau via aplikasi whatsapp. Secara spontan, beliau juga menawarkan Tiara untuk menggunakan telepon selulernya untuk menghubungi keluarga yang ada di Bandung karena Tiara tidak memiliki pulsa untuk menelepon. Namun karena enggan, Tiara pun menolaknya. Sontak satu ruangan pun tertawa menyaksikan kejadian ini.

Setelah meninjau langsung teknis dari pelaksanaan verifikasi dokumen peserta, Deputi Penempatan Agusdin Subiantoro dan Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI R. Hariyadi Agah memberikan arahan untuk peserta G to G Korea yang masih menunggu di ruang tunggu. Beliau menyampaikan perihal tahapan seleksi yang akan dilalui peserta mulai dari seleksi dokumen, ujian EPS-TOPIK, tes kemampuan yang meliputi tes kekuatan fisik, wawancara dan kemampuan dasar. Selain itu, penilaian peserta juga dilihat dari kompetensinya. Konsep seleksi G to G Korea kali ini berbeda dari sebelumnya dimana saat ini menggunakan sistem poin. Peserta dengan poin tertinggi akan dinyatakan lolos seleksi. Untuk menambah poin, peserta diimbau untuk melampirkan sertifikat pengalaman kerja, sertifikat pelatihan dengan lama pelatihan 120 jam, dan sertifikat kompetensi atau nasional lainnya.
Deputi Penempatan BNP2TKI juga mengingatkan agar para peserta aktif melihat pengumuman yang ada di website BNP2TKI mengenai informasi jadwal dan lokasi ujian bahasa Korea yang akan mereka ikuti. Beliau juga berpesan kepada peserta G to G Korea untuk banyak berlatih, jaga kesehatan, dan percaya pada kemampuan diri sendiri.

“Jangan terkecoh bujuk rayu calo yang berjanji bisa meloloskan kalian, apalagi yang meminta bayaran. Kami yang bekerja di BNP2TKI saja tidak bisa meloloskan kalian, apalagi orang lain”, ungkap Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro.

Sejak tanggal 7 Februari hingga 13 Februari 2017 BP3TKI Jakarta melayani 1.090 peserta yang melakukan proses verifikasi dokumen PendG to G Korea. *** (Humas/dr)
 

Share: