BNP2TKI Dorong Penempatan TKI Formal ke Luar Negeri

20 Maret 2017 11:37 WIB

Drs. Harris Nainggolan, MM, John Kenedy Azis, SH dan Ir. Yunafri, M.M memberikan informasi mengenai peluang kerja ke luar negeri kepada tokoh masyarakat dan pencari kerja di Pondok Pesantren Bustanul Yaqin, Kabupaten Padang Pariaman pada Sabtu, 18 Maret 2017
Padang (BNP2TKI)-  “Penempatan Tenaga Kerja Indonesia formal ke Luar Negeri  dengan memanfaatkan Pasar Kerja Internasional didorong dan didukung oleh Pemerintah. TKI yang berangkat ke luar negeri bukan lagi TKI Informal yang bekerja pada perorangan seperti Pelaksana Rumah Tangga. Namun, TKI yang nantinya dapat kembali ke tanah air untuk mengabdikan dirinya pada bangsa dan negara setelah memiliki Ilmu dan Pengetahuan di negara penempatan,” ujar Ir. Yunafri, M.M yang merupakan Direktur Promosi BNP2TKI pada acara sosialisasi peluang kerja ke luar negeri dan migrasi aman, Sabtu, 18 Maret 2017.
TKI Informal yang bekerja pada perorangan memiliki isu perlindungan, mengingat banyaknya permasalahan yang dapat timbul seperti hubungan kerja yang subjektif, sehingga kewajiban dan hak pekerja tidak jelas, kebanyakan terisolasi 24 jam, dan undang-undang perburuhan yang tidak menjangkau.

“Pemasalahan itulah yang membuat TKI menjadi image buruk dan jelek. Maka dari itu BNP2TKI, mendukung dan mendorong untuk penempatan TKI Formal, dimana TKI bekerja pada perusahaan/ entitas yang berbadan hukum, sehingga hak dan kewajiban TKI terlindungi dan tidak memiliki masalah seperti yang sering diberitakan di media massa”, tambah Yunafri kepada ratusan peserta sosialisasi di Kab. Padang Pariaman.

Hal serupa juga diutarakan oleh Kepala Balai Palayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Padang, “Sumatera Barat sudah tidak mengirimkan TKI Infromal. TKI yang baru berangkat dari Sumatera Barat semuanya bekerja secara formal. Pada tahun 2016 lalu, sebanyak 698 orang TKI berangkat bekerja ke luar negeri dari Sumatera Barat, hanya 11 orang TKI Mandiri yang memperpanjang kerja ke luar negeri sebagai Pelaksana Rumah Tangga, ”ucap Drs. Harris Nainggolan, MM, pada kegiatan sosialisasi yang juga bekerja sama dengan Anggota Dewan DPR RI John Kenedy Azis, SH.

Harris juga mengungkapkan bahwa TKI yang berangkat ke luar negeri sudah memiliki kemampuan dan kompetensi tertentu. Pada tahun 2016 sebanyak 560 orang telah memiliki ijazah setingkat SLTA atau SMK, sehingga mereka memiliki pilihan kerja yang lebih baik dengan pengahasilan yang cukup tinggi jika dibandingkan di daerah. Kabupaten Padang pariaman juga menjadi penyumbang TKI yang cukup besar di Sumatera Barat. Setiap tahunnya ada ratusan TKI yang berangkat dari Kabupaten Padang Pariaman.

“Kesempatan kerja di daerah sulit, lapangan pekerja tidak bertambah sedangkan yang mencari kerja bertambah setiap tahunnya. Kita warga di sini harus memanfaatkan informasi peluang kerja ke luar negeri ini untuk memperluas kesempatan bekerja. Jangan takut merantau, kita hanya perlu meningkatkan kompetensi untuk dapat meraih kesempatan kerja yang lebih baik”, ungkap Kenedy Azis, SH. (Humas/bp3tkipadang/dba)

Share: