BNP2TKI - BTPN Adakan Sosialisasi Pembekalan Purnabakti Bagi Pegawai BNP2TKI

18 Mei 2017 16:09 WIB

Jakarta, BNP2TKI (18/5/17) — BNP2TKI mengadakan kerjasama dengan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) dalam rangka program pembekalan purnabakti dan layanan perbankan BTPN bagi pegawai BNP2TKI di gedung Auditorium BNP2TKI, Jakarta, Kamis (18/5).
 
Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian BNP2TKI Dra. Justi Amaria, M.Si, membuka acara dan memberikan sambutan, turut hadir Wakil Direktur BTPN dan juga Pembicara BTPN, Dede Komarudin serta 100 (seratus) pegawai BNP2TKI yang akan pensiun dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan, yang terdiri dari Eselon II, III, IV dan staf.
 
Kegiatan ini merupakan sosialisasi program pelatihan dan pembekalan berkelanjutan supaya dimasa pensiun tetap aktif dalam mendatangkan penghasilan di masa tua.
 
Kebanyakan orang beranggapan bahwa masa pensiun atau purnabakti adalah masa dimana kita tidak lagi berproduktif dalam memperoleh penghasilan yang cukup diluar gaji pensiun yang didapati, ternyata anggapan itu salah besar.
 
Melihat masalah ini BNP2TKI menggandeng BTPN memberikan pencerahan bagi para pegawai BNP2TKI mengenai pentingnya berwirausaha setelah hari pensiunan tiba, mengingat banyaknya kebutuhan finansial yang harus dipenuhi setiap waktu. BTPN bersedia sebagai penyalur modal bagi calon purnabakti dengan sistem layanan perbankan simpan pinjam.
 
Pensiun merupakan suatu keadaan dimana seseorang memiliki hak untuk dapat mengalokasikan waktu guna menikmati kehidupannya. Sehingga, memasuki usia pensiun perlu adanya kesiapan mental dan kesiapan finansial.
 
Landasan finansial saat masa purnabakti penting karena beberapa faktor seperti tingginya biaya kehidupan, dibutuhkannya biaya yang besar untuk menjaga kesehatan dan memenuhi keinginan di masa pensiun serta kesiapan menghadapi resiko yang tak terduga.  Menikmati masa pensiun dengan tetap produktif memiliki alternatif yang mendatangkan penghasilan yaitu bekerja kembali dan berwirausaha.
 
Setiap orang terutama yang jelang pensiun ataupun yang masih produktif agar mempersiapkan diri secara matang serta berpikir kreatif supaya di masa pensiun tiba segala kebutuhan tetap terpenuhi sehingga kesejahteraan dan kesehatan terjamin. ***(Humas/MLD).

Share: