BP3TKI Banjarbaru Luncurkan SMS Blast Untuk Sebarluaskan Informasi Pencegahan TKI Non Prosedural di Kalimantan Selatan

16 Juni 2017 09:43 WIB

SMS Blast Pencegahan TKI Non Prosedural BP3TKI Banjarbaru yang telah disebarluaskan mulai Rabu (14/06) yang lalu.
Banjarbaru, BNP2TKI, Jumat (16/06) – Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara non prosedural ke luar negeri melalui berbagai macam modus dan bentuk, saat ini telah menjadi semacam extra ordinary problem dalam hal penempatan dan perlindungan TKI. Hal ini tentu saja merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) beserta jajarannya di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah yang selama ini memang menjadi daerah kantong TKI.
 
Oleh karena itu, dalam pencegahan, penanggulangan, dan penyelesaiannya tentu saja diperlukan langkah-langkah dan upaya-upaya yang extra ordinary pula.
 
Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Banjarbaru untuk melakukan inovasi dan terobosan dalam upaya pencegahan penempatan TKI non prosedural di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
 
Salah satu inovasi yang saat ini telah dilakukan BP3TKI Banjarbaru adalah dengan meluncurkan program SMS LBA (Local Based Advertising) atau juga akrab dengan istilah SMS Broadcast/Blast.
 
Melalui SMS Blast ini, BP3TKI Banjarbaru menyebarluaskan informasi secara masif ke masyarakat tentang bahaya dan resiko menjadi TKI non prosedural, mengingat bahwa Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah yang warganya banyak melakukan perjalanan/migrasi temporer ke luar negeri untuk tujuan haji/umrah, belajar, maupun bekerja, dimana hal ini rentan untuk terjerat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) sebagai salah satu bentuk penempatan TKI non prosedural.
 
Penyebarluasan perdana informasi pencegahan TKI non prosedural melalui SMS Blast ini telah dilakukan pada Rabu, (14/06) lalu dengan spot/titik tempat penyebaran (blasting) di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, yang merupakan salah satu daerah kantong TKI terbesar di Kalimantan Selatan, dan terus berlanjut termasuk pada hari ini dengan total 1000 sms per sekali penyebaran (blasting).
 
Untuk tahap awal, penyebarluasan informasi pencegahan TKI non prosedural melalui SMS Blast ini direncanakan akan dilakukan hingga 7 Juli 2017 mendatang dengan spot/titik yang meliputi dua kabupaten dengan jumlah TKI terbesar di Kalimantan Selatan yakni Kabupaten Banjar dan Kabupaten Balangan.
 
Adapun berkaitan dengan isi (content) pesan yang disebarluaskan, BP3TKI Banjarbaru telah menyiapkan beberapa redaksional pesan yang akan menjadi content dalam SMS Blast tersebut. Contents  SMS terbatas maksimal 160 karakter sehingga diperlukan redaksional pesan yang singkat, padat dan jelas serta dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat yang menjadi sasaran.
 
Pada tahap awal ini, informasi yang disebarkan adalah informasi-informasi yang berisi himbauan untuk tidak menjadi TKI non prosedural utamanya ke Saudi Arabia melalui jalur haji/umrah. Kemudian pada tahap selanjutnya, content SMS juga akan berisi tentang informasi peluang kerja di luar negeri khususnya program-program penempatan TKI melalui skema G to G maupun G to P yang nantinya akan disebarluaskan selain ke masyarakat umum, juga ke lingkungan perguruan tinggi dengan mahasiswa sebagai kelompok sasarannya.
 
Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Banjarbaru, Fachrizal, menyampaikan bahwa BP3TKI Banjarbaru mengagendakan akan melakukan launching program SMS Blast ini pada awal Juli mendatang dan setelahnya akan terus dilakukan monitoring evaluasi untuk melihat efektivitas dan efisiensi kegiatan ini dalam upaya penyebarluasan hal-hal yang berkaitan dengan penempatan dan perlindungan TKI.
 
Sementara itu, Kepala BP3TKI Banjarbaru, Amanullah, menegaskan bahwa BP3TKI Banjarbaru senantiasa berkomitmen dalam upaya pencegahan TKI non prosedural di wilayah Kalimantan Selatan, khususnya melalui sinergi positif dengan seluruh instansi pemerintah terkait dan elemen-elemen masyarakat. Penyebarluasan informasi ke masyarakat melalui program SMS Blast ini merupakan salah satu terobosan BP3TKI Banjarbaru sebagai upaya akselerasi dalam meminimalisir penempatan TKI non prosedural. ***(Humas – BP3TKI Banjarbaru/RUD)   

Share: