Upaya Penyadaran Publik, Dialog Migrasi Aman Bagi WNI Digelar di Lampung Timur

19 Juni 2017 09:01 WIB

salam "L" untuk Lampung bermigrasi secara aman (16/06)
Lampung Timur, BNP2TKI, Senin (19/06/2017) - Sebagai upaya penyadaran publik, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bersama Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri gelar kampanye migrasi aman bagi WNI pada Jumat (16/06/2017).

Rangkaian kegiatan kampanye ini dibuka dengan Dialog Interaktif oleh Diplomat Senior Fachry Sulaiman, Kepala BP3TKI Lampung Mangiring Hasoloan Sinaga, serta Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kab. Lampung Timur Budi Yull.

Bertempat di RM Jali-jali Pekalongan, Lampung Timur, para stakeholders pelayanan TKI tersebut secara terbuka berdialog dengan 50 orang masyarakat sekitar yang terdiri dari TKI Purna dan Keluarga TKI.

Mewakili Bupati Lampung Timur, Budi Yull mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan kampanye ini. Dia mengakui, penempatan TKI yang tinggi berbanding lurus dengan permasalahan yang terjadi, sehingga penting bagi masyarakat untuk tahu dan menyebarkan informasi mengenai bagaimana bekerja ke luar negeri dengan aman agar permasalahan yang terjadi kemudian dapat diminimalisir.

Kab. Lampung Timur dipilih sebagai salah satu lokasi berdasarkan pertimbangan bahwa Kabupaten ini merupakan daerah asal terbesar WNI/TKI asal Lampung. Berkenaan dengan hal itu pula, Kepala BP3TKI Lampung pun memaparkan bagaimana gambaran umum mengenai kondisipenempatan dan perlindungan TKI di wilayah kerjanya utamanya Kab. Lampung Timur.

Lebih lanjut Mangiring menambahkan, dengan adanya Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) yang beberapa waktu lalu dikukuhkan di Bekasi, dan akan dilaksanakan pada 2 lokasi di Lampung Timur yaitu pada Kec. Sekampung dan Kec. Purbolinggo, dapat menjadi sarana baginya untuk menjembatani antara pemerintah dan CTKI yang salah tugasnya mengedukasi warga sekitar komunitas mengenai bagaimana bekerja ke luar negeri secara prosedural dan kiat-kiat menghadapi persoalan di luar negeri.

Sementara itu, Fachry dalam penyampaiannya menyatakan kegiatan dialog bertujuan agar publik secara umum mendapat informasi sederhana mengenai proses penempatan tenaga kerja ke luar negeri, serta dinamika permasalahan yang dihadapi WNI di Luar Negeri.

Selain itu, agar masyarakat mengetahui bentuk-bentuk kebijakan perlindungan yang dilakukan oleh pemerintah, dan timbal baliknya pemerintah dapat menerima masukan dan pandangan dari para pemangku kepentingan lainnya, serta masyarakat agar perlindungan WNI di luar negeri dapat terus ditingkatkan. Lebih lanjut dirinya menjelaskan, penting pula WNI mengetahui lokasi Perwakilan RI di negara penempatan.

"Ketika terjadi permasalahan, WNI dengan segera harus melaporkan diri ke kantor Perwakilan untuk ditindaklanjuti permasalahannya," imbau Fachry

Kegiatan dilanjutkan dengan Siraman Rohani dan Buka Bersama. Dalam suasana kekeluargaan para peserta yang hadir tampak asik berbincang dengan para narasumber untuk membahas kondisi, isu dan permasalahan WNI yang sedang berkembang.

Adapun rangkaian kegiatan dilanjutkan pada Sabtu (17/06/2017) selama sehari penuh, dengan agenda Kunjungan ke Perguruan Diniyyah Putri Pesawaran, Dialog interaktif di Radio Sonora Bandarlampung, kunjungan ke Graha Pena Radarlampung dan terakhir talk show di Radar TV pada malam hari. *** (BP3TKI-LAMPUNG/HUMAS/GUMAY)
 

Share: