Belum Genap Sebulan, Keluarga Husri bin Saleh Kembali Berduka

10 Agustus 2017 10:08 WIB

Husri bin Saleh (memakai jaket hitam) hadir di Kargo bandara Sultan Hasanuddin Makassar untuk menjemput jenazah Alm. Hasanuddin Abdullah
Makassar, BNP2TKI (10/08/2017)__Ada perasaan tak asing bagi tim Perlindungan BP3TKI Makassar ketika bertemu kembali dengan Husri bin Saleh di Kargo Bandara Sultan Hasanuddin. Dua pekan lalu, Husri datang untuk menjemput jenazah sepupunya, TKI Harlin bin Roma yang meninggal dunia bulan lalu akibat keracunan gas. Kini Husri datang lagi dengan tujuan yang sama, yakni untuk menjemput jenazah sepupunya yang lain yang juga meninggal dunia di Malaysia. Sepupunya tersebut adalah Hasanuddin Abdullah, yang meninggal dunia akibat tersengat arus listrik.

Semasa hidupnya dalam dua tahun terakhir, Hasanuddin menjadi TKI pelaut di Malaysia, pekerjaannya adalah sebagai penanggung jawab untuk urusan lampu, baik di kapal maupun di bagan. Tugas yang diembannya memang mengandung resiko yang cukup besar untuk mengalami sengatan listrik (electrocution). Pada Kamis, 3 Agustus 2017, kejadian yang tidak diharapkan tersebut terjadi dan merenggut nyawanya.

Jenazah Hasanuddin Abdullah dipulangkan dengan pesawat udara MAS nomor Penerbangan MH 2661, ETD 11.05 dari Kuala Lumpur, ETA 13.45 pada  08 Agustus 2017, dilanjutkan dengan pesawat udara Garuda nomor Penerbangan GA 819, ETD 20.00 dari Kuala Lumpur ke Jakarta, ETA 21.30 pada tanggal 08 Agustus 2017, dan pesawat Garuda nomor Penerbangan GA 618, ETD 11.20 dari Jakarta ke Makassar, ETA 14.30 pada Rabu, 09 Agustus 2017.

Kepala BP3TKI Makassar, Mohammad Agus Bustami melalui Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan, Imrana Syatar hadir untuk memfasilitasi proses penjemputan jenazah di Kargo. Pemulangan jenazah ke kampung halamannya di Desa Tallu Banua Utara, Kecamatan Sendana, Majene, Sulawesi Barat didampingi oleh Pengelola Perlindungan dan Pemberdayaan TKI, M. Arif dan Zulkarnaim.***(Humas-BP3TKI Makassar/MA).
 

Share: