Peresmian Ruangan Ujian CBT untuk CTKI Korea di BP3TKI Semarang

07 September 2017 04:35 WIB

Deputi Penempatan beserta Director General EPS Center meninjau pelaksanaan test CBT EPS-TOPIK Point System yang langsung diselenggarakan saat itu, dari tanggal 6 s.d 13 September 2017 untuk penempatan TKI Fishing ke Korea Selatan, program G to G. (6/9/17)
Semarang, BNP2TKI (6/9/17) – BNP2TKI meresmikan tempat pelaksanaan ujian CBT (Computer Based Test) untuk penempatan TKI ke Korea Selatan di Semarang (6/9/17).
 
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Deputi Penempatan BNP2TKI, Agusdin Subiantoro, bersama Director General EPS Center Indonesia, Jang Byunghyun, Atase Ketenagakerjaan Korea untuk Indonesia, Kim Youngme, Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah, Hariyadi Agah, dan Kepala BP3TKI Semarang, Suparjo, bertempat di kantor BP3TKI Semarang. 
 
Seusai peresmian, Deputi Penempatan beserta Director General EPS Center meninjau pelaksanaan test CBT EPS-TOPIK Point System yang langsung diselenggarakan saat itu, dari tanggal 6 s.d 13 September 2017 untuk penempatan TKI Fishing ke Korea Selatan, program G to G.
 
Diikuti sebanyak 1.616 (seribu enam ratus enam belas) peserta di kantor BP3TKI Semarang. Dan berdampingan dengan pelaksanaan test yang diselenggarakan di BP3TKI Jakarta, yang diikuti sebanyak 817 (delapan ratus tujuh belas) peserta.
 
Penguatan Kerjasama RI dengan Korea Selatan di Bidang Tenaga Kerja
 
Deputi Penempatan, Agusdin Subiantoro dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas dukungan Korea bagi Indonesia untuk penempatan TKI ke Korea yang lebih berkualitas yakni dengan menyediakan dukungan ruangan dan peralatan testing CBT.
 
“Diharapkan selain di Jakarta dan Semarang, juga bisa didukung pula untuk di kota Bandung, Surabaya dan tempat lain yang banyak calon TKI ke Korea nya.” ujar Agusdin.
 
Lebih lanjut Agusdin mengungkapkan sudah ada 73 ribuan lebih TKI di Korea yang  secara bergantian mereka yang sudah 5 tahun pulang ke Indonesia dan kembali diisi oleh teman-teman TKI yang baru.
 
“Sebuah capaian di tahun 2016 dimana dalam penempatan TKI ke Korea, telah berhasil ditempatkan sebanyak 5.600 TKI ke Korea, dari kuota 4400 yang telah disediakan Korea, ini artinya penempatan TKI ke Korea mencapai 128 % dari angka kuota yang ditetapkan. Kemudian pada tahun 2017 sudah sebanyak 2.400 TKI yang telah ditempatkan ke Korea dari kuota yang diberikan Korea sebanyak 5.200. Semoga dalam sisa kurun waktu empat bulan di 2017 ini bisa tercapai” ungkapnya.
 
Sementara itu dari sisi Remitansi TKI Korea di tahun 2016 mencapai angka fantastis yakni Rp. 2,6 Triliun yang tercatat, namun Deputi Penempatan meyakini pasti nilainya jauh lebih besar dari itu karena masih banyak TKI yang masih menyimpannya dalam bentuk tabungan dibawa sendiri pada saat pulang ke Indonesia.
 
Peningkatan Pelayanan terhadap Penempatan TKI ke Korea
 
Dengan adanya kontribusi yang begitu besar dari TKI Korea untuk roda perekonomian mikro di Indonesia, maka pemerintah Indonesia terus berupaya untuk dapat meningkatkan layanan kepada para calon TKI Korea.
 
“Hal ini sudah banyak dilakukan dimulai sejak beberapa tahun yang lalu dan ditandai diantaranya dengan peningkatan sistem contoh melalui finger print untuk memastikan hanya peserta yang terdaftar, terdata dan terdokumen saja yang bisa berangkat ke Korea, lalu pendaftaran yang kini bisa dilakukan dimana saja karena saat ini sudah dapat dilakukan secara online yang dulunya manual, kemudian pelaksanaan testing yang sudah dilengkapi test kompetensi dan skill test sesuai bidang yang akan digeluti di Korea, yang sebelumnya hanya cukup melalui test bahasa saja. Lalu yang terbaru adalah dengan pelaksanaan Computer Based Test (CBT) ini, yang dulunya hanya dilakukan melalui Paper Based Test (PBT), kini sudah ditingkatkan, jadi tidak ada rekayasa dan bisa dilihat hasilnya secara langsung. “papar Deputi Penempatan.
 
“Kepercayaan kepada Indonesia pun semakin besar ditandai dari peningkatan kuota penempataan TKI ke Korea yang di tahun 2016 berjumlah 4.400 kini ditingkatkan menjadi 5.200.” jelasnya.
 
Penempatan TKI ke Korea menjadi primadona, contoh NTB, dan Sumatera yang jumlahnya meningkat dikarenaakan gajinya yang cukup besar.
 
Dalam kesempatan tersebut, Deputi Penempatan juga mengingatkan bahwa untuk keberangkatan TKI ke Korea, tidak ada seorang pun yang bisa memastikan berangkat kecuali hanya diri sendiri. “Hati-hati terhadap pihak-pihak yang menjanjikan bisa meluluskan bekerja di Korea” tegasnya.
 
“Pelaksanaan CBT untuk TKI sektor perikanan ini merupakan yang pertama kali di Jawa Tengah, dari kegiatan ini diharapkan lulus lebih dari 1500 orang” ungkap Agusdin.
 
32.000 Orang Mengikuti Ujian Test ke Korea setiap Tahunnya
 
Atase Ketenagakerjaan Korea untuk Indonesia, Kim Youngme, mengucapkan terimakasih atas peningkatan hubungan kerjasama antara Korea dengan Indonesia yang dibina antara pihak Korea dengan BNP2TKI selama ini.
 
“Warga negara Korea dan warga negara Indonesia memiliki kesamaan yakni sama-sama suka bekerja dengan bersungguh-sungguh, semoga kedepannya bisa menjalin hubungan kerjasama yang lebih erat lagi” ungkap Kim Youngme.
 
Sementara itu, Director General EPS Center Indonesia, Jang Byunghyun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terutama BNP2TKI yang telah membantu terselenggaranya acara peresmian dan pelaksanaan test CBT.
 
Dirinya menyatakan bahwa pembuatan ruangan sudah dimulai sejak akhir 2016, dan sudah dilaksanakan simulasi oleh perwakilan dari Korea, dan pada Juni 2017 kemarin telah dipasang program test yang telah diupgrade oleh Korea.
 
“Pembuatan ruangan test CBT ini menggunakan tempat yang disediakan oleh BNP2TKI, dengan luas 196 m2, dimana terdapat dua ruangan ujian berkapasitas 80 orang, ruang server, dan pihak Korea menyediakan sebanyak 80 buah computer desk untuk peserta ujian, 4 buah computer desk untuk manager dan dilengkapi dengan sistem UPS.” ungkapnya.
 
Setiap pelaksanaaan ujian, dikirim langsung dari Korea dengan sistem pengamanan, dan nanti pada akhir ujian setiap peserta dapat mengetahui hasil ujian secara langsung.
 
“Pelaksanaan ujian EPS meliputi PBT dan CBT tiap tahunnya di Indonesia diikuti oleh sebanyak 32.000 peserta, untuk CBT sejak 2011 telah dilaksanakan di Jakarta, namun dengan diresmikan ruang pelaksanaan ujian CBT di Semarang semoga dapat memberikan kontribusi besar terhadap penghematan waktu dan biaya yang digunakan CTKI untuk mengikuti ujian EPS Topik di Jawa Tengah, dimana TKI Korea kebanyakan berasal dari Jawa Tengah.” ujarnya.
 
Turut hadir pula dalam peresmian tersebut, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah, Perbankan nasional BRI, BNI, Bank Mandiri, Hana Bank, BPJS wilayah Jawa Tengah, serta ratusan peserta ujian CBT. *** (Humas/DH).

Share: