LTSP MENDEKATKAN PELAYANAN TKI

10 Oktober 2017 19:19 WIB

Pelayanan terhadap TKI oleh Pegawai BNP2TKI.
Jakarta, BNP2TKI (10/10/17) -- Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) merupakan salah satu breakthrough atau terobosan penting dari Kepala Badan Nasional Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid, dibentuk di daerah yang banyak menempatkan tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri. Pada tahun 2016, dua LTSP sudah beroperasi melayani penempatan perlindungan TKI di Nunukan dan Indramayu. Tahun 2017, sebanyak 8 LTSP akan diresmikan pada bulan Desember mendatang, yang terdiri dari LTSP Krawang, Subang, Sukabumi, Entikong, Sambas, Tanjung Pinang, Sumbawa dan Batam.
 
“LTSP merupakan lembaga layanan terpadu yang berlokasi di daerah yang banyak menempatkan TKI atau sering kita sebut sebagai daerah sumber TKI dan wilayah daerah yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga seperti Malaysia. Ini juga merupakan program prioritas BNP2TKI yang dimaksudkan untuk memudahkan dan mendekatkan pelayanan penempatan dan perlindungan TKI agar lebih mudah terjangkau dan cepat prosesnya. Ada dua LTSP yang sudah melakukan pelayanan penempatan dan perlindungan TKI yakni di daerah Indramayu dan Nunukan, delapan lagi akan diresmikan Desember 2017,” jelas Dr. Servulus Bobo Riti, KabagHumas BNP2TKI, 6/10, di ruang kerjanya.
 
Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari unit teknis,Servulus Bobo Riti menyatakan bahwa LTSP Indramayu sudah menerbitkan 11.774 identitas (ID) TKI dan 11.774 Rekomendasi Paspor, Surat Keterangan Pengganti Elektronik Kartu Tanda Penduduk (EKTP) sebanyak 8.194, penerbitan EKTP sebanyak 33, penerbitan paspor terhitung 27 Agustus s/d 15 September 2017 sebanyak 677 atau rata-rata 20 paspor per hari. LTSP Indramayujugasudahmemprosespenempatan TKI sebanyak 513 orang, proses pembekalan akhir pemberangkatan (PAP) 265 TKI, dan jumlah pengaduan yang diterima sebanyak 43 dengan rincian dalam proses sebanyak 15 dan telah selesai 28 pengaduan.
 
Sementara itu menyinggung kinerja LTSP Nunukan, Servulus Bobo Riti menjelaskan bahwa sejak 16 Februari 2016 sampai dengan 26 September 2017 telah memproses layanan dan menerbitkan dokumen yang terdiri dari ID TKI sebanyak 5.084, Rekomendasi Paspor sebanyak 5.084, Surat Keterangan Pengganti EKTP sebanyak 3.502, layanan EKTP sebanyak 588, dan penerbitan paspor sebanyak 3.475, sisanya sebanyak 275 tidak bisa diproses karena alasan kesehatan.
 
“LTSP Indramayu dan LTSP Nunukan ini sudah melaksanakan proses layanan dokumen penempatan dan perlindungan secara satu pintu. Semua terkait proses penempatan perlindungan TKI disatukan dalam wadah LTSP sebagai terobosan dari Bapak Nusron Wahid, Kepala BNP2TKI,” jelas Servulus Bobo Riti.
 
Servulus menambahkan, di LTSP ini ada SDM perwakilan yang ditugaskan dari instansi induknya yaitu Imigrasi, Disnaker daerah, Dukcapil daerah, Dinkes/RSU daerah, Polri setempat, dan tentu saja BP3TKI setempat. Jadi, Dukcapil itu untuk proses EKTP atau kartu identitas TKI, Imigrasi untuk pengurusan dan penerbitan paspor TKI,  Dinkes/RSUD yang melayani dan memeriksa kesehatan TKI, Polri yang melayani dokumen Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), dan Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan TKI (BP3TKI) yang melayani proses dokumen penempatan perlindungan TKI termasuk memproses pelayanan pengaduan TKI.
 
“Semua layanan yang BNP2TKI lakukan pada prinsipnya untuk memudahkan layanan penempatan perlindungan TKI dengan cara mendekatkan pelayanan ke daerah asal TKI, ke daerah sumber TKI atau kantong TKI. Semua proses dibikin terpadu pada satu lembaga sehingga memudahkan TKI, tidak harus lari kesana kemari dan terhindar dari calo,” pungkas Servulus Bobo Riti. *** (Humas/Pur).

Share: