Pelepasan 97 TKI Program G to G ke Korea Selatan

03 Januari 2018 14:41 WIB

Deputi Penempatan, Teguh Hendro Cahyono dalam sambutannya menghimbau kepada para TKI agar tidak mudah tertipu atau pun terjebak dalam masalah selama dalam perjalanan atau pun selama berada di Korea Selatan.

BNP2TKI, Jakarta, Selasa (2/1/2018) - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) memberangkatkan 97 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Korea Selatan.  Para TKI ini merupakan lulusan program Government to Government (G to G) untuk bekerja di bidang Manufaktur, konstruksi dan Fishing (Perikanan).

 

Deputi Penempatan, Teguh Hendro Cahyono dalam sambutannya menghimbau kepada para TKI agar tidak mudah tertipu atau pun terjebak dalam masalah selama dalam perjalanan atau pun selama berada di Korea Selatan. Selain itu, Teguh juga mengatakan bahwa peraturan terbaru di Korea saat ini perpanjangan kontrak hanya satu kali setelah masa kontrak awal selesai.
 

“Kawan-kawan semua perlu selalu waspada dan hati-hati dalam bekerja karena dalam bekerja banyak resiko.  Kemudian dalam masa kerja harus bekerja dengan baik karena perpanjangan masa kontrak hanya bisa satu kali”, ungkap Teguh pada acara pelepasan para TKI program G to G Korea Selatan, di Aula KITCC, BP3TKI Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (2/1/2018).
 

Selanjutnya, Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI, Haryadi Agah menjelaskan bahwa dari 97 TKI yang hendak berangkat ini, 45 orang diantaranya bekerja di bidang manufaktur, 52 orang bekerja di sektor perikanan, dan 1 orang di bidang konstruksi. Latar belakang pendidikan, sebanyak 21 orang lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP), 74 orang lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), lulusan Diploma III ada 1 orang dan lulusan Sarjana ada 1 orang. Untuk Re-entry setelah selesai masa kontrak 3 tahun, dalam periode yang sama hanya bisa perpanjang kontrak 1 tahun dan hanya sekali.
 

“Jadi jika ada Re-entry yang ingin memperpanjang kontrak setelah selesai masa kontrak pertama yaitu 3 tahun maka hanya bisa diperpanjang satu kali untuk masa kerja 1 tahun. Oleh karena itu, pergunakan uang hasil kerja dengan baik agar ketika kembali ke tanah air bisa membuka usaha”, pesan Haryadi dalam sambutannya kepada para TKI yang hendak berangkat ke Korea Selatan ini.
 

Sepanjang tahun 2017 terhitung sejak Januari sampai Desember, sebanyak 3.719 orang TKI program G to G ke Korea Selatan. Daerah terbanyak berasal dari Jawa Tengah yaitu sebanyak 1.868 orang, kemudian daerah Jawa Barat berjumlah 803 orang, DI Yogyakarta ada 93 orang. Bidang pekerjaan yang diminati antara lain  Fishing (Perikanan), Manufaktur, Hospitality dan Konstruksi.*** (Humas/AFF/MLD)



Share: