BP3TKI Padang Bantu Selesaikan Masalah KUR Penempatan TKI

04 Januari 2018 10:35 WIB

Ade Yulinda (mengenakan kerudung coklat) saat didampingi oleh BP3TKI Padang dalam menyelesaikan kasusnya di BRI Kurai Taji, Kab. Padang Pariaman, pada Jumat ,29 Desember 2017 lalu.
Padang (BNP2TKI) -  Ade Yulinda, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Padang atas bantuannya dalam menyelesaikan kasus KUR (Kredit Usaha Rakyat) Penempatan TKI.  Pada akhir tahun  2017, Ade difasilitasi dan didampingi dalam pelunasan KUR Penempatan TKI ke Bank Rakyat Indonesia (BRI), Kurai Taji, Kec. Nan Sabaris, Kab. Padang Pariaman.

“Jika tidak dibantu oleh BP3TKI Padang, mungkin hutang biaya penempatan yang di BRI tersebut tak akan sanggup saya bayar. Maka dari itu, saya sangat berterima kasih kepada BP3TKI Padang yang mau menyelesaikan masalah ini, bahkan membantu hingga akhir”, ungkap Ade.

Fasilitasi dan pendampingan yang dilakukan BP3TKI Padang merupakan bantuk pelayanan untuk menyelesaikan kasus antara TKI dengan Perusahaan PPTKIS (Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta) yang beroperasi di wilayah Sumatera Barat. Ade Yulinda merupakan TKI yang telah ditempatkan untuk bekerja ke luar negeri, yakni negara Malaysia pada Agustus 2016 lalu. Namun, Ade terpaksa dipulangkan oleh majikannya ke Indonesia karena Ade mengalami gagal fomema atau gagal medical check up di Malaysia. Sehingga, Ade tidak dapat menyelesaikan kontrak kerja yang sebelumnya telah disepakati.

“Kasus Ade, mungkin jarang terjadi, dimana TKI sudah ditempatkan, namun karena masalah kesehatan dipulangkan. Permasalahannya menjadi sulit karena TKI tersebut menggunakan fasilitas KUR dari BRI namun tak dapat membayar mengingat sekarang ia tidak bekerja. Apalagi saat keberangkatan Ade mendapatkan KUR sebesar Sepuluh juta delapan ratus ribu rupiah (Rp.10.800.000,-), “ Ujar Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Padang, Valerie Christie Faisal.

Selain, permasalahan hutang yang tidak sesuai dengan struktur biaya penempatan yang telah ditetapkan dalam Pemenaker Nomor 22 tahun 2014 tentang Pelaksanaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri, Ade juga dirugikan dengan adanya penahan dokumen dari PPTKIS yang bersangkutan.

“Kami melihat, adanya PPTKIS yang nakal dan hendak memperoleh keuntungan tanpa mau rugi. Maka dari itu ada tindakan tegas dari kami, berupa penundaan layanan terhadap PPTKIS yang bersangkutan. Hal itu dilakukan agar PPTKIS tersebut bertangungjawab terhadap penyelesaian masalah TKI sehingga yang bersangkutan dapat memperoleh seluruh dokumennya kembali”, ujar Harris Nainggolan, Kepala BP3TKI Padang saat dimintai keterangan.

Penyelesaian kasus ini merupakan komitmen dari pemerintah khususnya BP3TKI Padang untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya Calon TKI, TKI, dan TKI Purna. Hal tersebut juga disambut positif oleh pihak BRI Kurai Taji selaku lembaga yang memfasilitasi pencairan dana KUR penempatan TKI. Pihak BRI Kurai Taji pun siap untuk melakukan kerjasama dengan BP3TKI Padang untuk memfasilitasi KUR Mikro bagi TKI Purna yang berusaha dan ingin mengembangkan usahanya. (humas/bp3tkipadang/dba)

Share: