Kunjungan DPD RI di BP3TKI Manado Bahas Pekerja Migran Indonesia  

09 Januari 2018 08:51 WIB

Saat pertemuan anggota Komite III DPD RI, Stefanus Liow bersama tim BP3TKI Manado di kantor BP3TKI Manado, Sulawesi Utara, Minggu (7/1/2018).

BP3TKI Manado, Senin (8/1/2018)___Pertemuan anggota Komite III DPD RI, Stefanus B.A.N. Liow bersama tim BP3TKI Manado membahas terkait Pekerja Migran Indonesia dan masalah yang dihadapi, di kantor BP3TKI Manado, Sulawesi Utara, Minggu (7/1/2018). 
 

Dalam pertemuan ini, Anggota DPD RI yang membidangi salah satunya terkait Pengawasan atas Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri juga membahas hasil kunjungan kerjanya di negara kawasan Timur Tengah dimana masih terdapat banyak Pekerja Migran Indonesia di sektor informal berdatangan tanpa melalui prosedur yang jelas. 
 

“Di negara kawasan Timur Tengah banyak sekali Pekerja Migran Indonesia yang terus berdatangan kesana, mereka datang dengan berbagai cara untuk bisa bekerja disana”, ujar Stefanus Liow. 
 

Di Bahrain, salah satu negara di kawasan Timur Tengah masih terbuka lapangan kerja dengan kondisi yang kondusif sehingga para pekerja dan Agensi mengusulkan untuk tidak disamakan dengan negara lain yang memiliki permasalahan terkait Pekerja Migran. 
 

Pekerja Migran Indonesia masih bisa melakukan perekrutan calon Pekerja Migran Indonesia lainnya yang ingin bekerja di luar negeri. Juga terkait tentang peran serta Pemerintah Daerah guna menunjang penyediaan Pekerja Migran Indonesia yang berkualitas, dimana Pemerintah Daerah dapat mengalokasikan anggaran terkait tentang Peningkatan Kualitas serta pemberian Bantuan kepada Pekerja Migran Indonesia yang berasal dari Provinsi Sulawesi Utara misalnya berupa Pelatihan, Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada Sarana Kesehatan dan lain sebagainya. Diharapkan, Peran Pemerintah Daerah dapat meningkatkan Kemampuan dan Keahlian mereka serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di Sulawesi Utara.  

 

Selanjutnya, Kepala BP3TKI Manado, Hard Merentek mengatakan bahwa akan melakukan Koordinasi dan berkonsultasi terkait Pekerja Migran Indonesia dengan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, sehingga program-program strategis yang berhubungan dengan Pekerja Migran Indonesia dapat didukung secara penuh dan sukses oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
 

“Nanti akan kami sampaikan kepada bapak Gubernur Sulawesi Utara terkait Pekerja Migran Indonesia ini supaya program yang strategis ini dapat didukung penuh dan akan sukses oleh seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara”, ungkap Kepala BP3TKI Manado.
 

Selain beberapa hal strategis diatas, Hard juga menjelaskan bahwa hasil pertemuan ini, DPD sangat mendukung Penempatan Pekerja Migran melalui Program G to G, karena berdasarkan hasil Pantauan Anggota DPD RI pada kunjungan Kerja ke Korea Selatan sangat memuaskan.  Dimana Pekerja Migran Indonesia dapat bekerja sesuai dengan Kompetensi mereka serta upah yang diterima cukup besar.  Sehingga kedepannya, didorong Masyarakat Pencari Kerja yang ada di Sulawesi Utara untuk mengembangkan keahlian Bahasa Korea dan mencoba melihat peluang yang ada di Korea Selatan melalui Program Penempatan G to G yang dilakukan BNP2TKI. 
 

DPD memberikan dukungan kepada BNP2TKI dalam menjalankan Amanat Undang-Undang terkait Pelindungan Pekerja Migran Indonesia kedepan yang lebih baik.   Sehubungan dengan adanya Kunjungan Komite III DPD RI Perwakilan Sulawesi Utara ini, menyampaikan bahwa akan mengundang BNP2TKI, BP3TKI serta stakeholder terkait lainnya untuk mengadakan pertemuan bersama yang akan diadakan oleh DPD Perwakilan Sulut pada Februari atau Maret 2018 nanti.*** (Humas/MLD)

 



Share: