OJK memberikan Training Bagi Stakeholders Pekerja Migran Indonesia Provinsi NTB.

08 Februari 2018 11:16 WIB

Pembukaan Training Of Trainer Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat bagi Stakeholders Pekerja Migran Indonesia
BNP2TKI, Mataram, Kamis (8/2/2018)__BP3TKI Mataram bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan pelatihan berupa Training Of Traniners (TOT) kepada 100 (seratus) orang yang berasal dari stakhorlder  Pekerja Migran Indonesia (PMI). Para peserta tersebut terdiri dari beberapa orang instruktur Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP) baik yang berasal dari BP3TKI Mataram maupun Dinas Ketenagakerjaan Provinsi NTB,  CO KKBM di wilayah NTB, Kepolisian, PPTKIS, Balai Latikan Kerja Luar Negeri  dan LSM, di Hotel Puri Indah, Mataram, Kamis (8/2/2018).


Acara ini dimoderatori kepala BP3TKI Mataram, Joko Purwanto. Ada  4 (empat) materi yang diberikan yakni Pengenalan OJK, Pengelolaan Keuangan, Kredit Usaha Rakyat (KUR) PMI, Remitensi dan Asuransi  PMI oleh OJK, BRI, BNI dan BPJS Ketenagakerjaan. Joko Purwanto menjelaskan 100 orang yang dijadikan peserta adalah mereka yang bersinggungan langsung dengan  PMI, sehingga diharapkan training yang diberikan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat khususnya PMI ini bisa langsung diterapkan di lapangan.


“Peserta harus mempu menyampaikan apa yang sudah dipelajari hari ini kepada masyarakat khusunya PMI, agar PMI mengerti bagaimana mengelola keuangan dalam hal menggunakan layanan keuangan seperti perbankan, asuransi dan sebagainya” lanjutnya 

Terkait pentingnya literasi dan inklusi keuangan bagi warga NTB terutama PMI dan Keluarganya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Wildan mengatakan ekonomi  NTB bergerak berkat adanya remitensi PMI yang menyentuh angka Rp. 7.1 T. Wildan mengatakan uang yang masuk ke NTB dari para pahlawan devisa ini hampir menyamai total APBD provinsi NTB. Bahkan Ia menilai angka tersebut secara real mungkin lebih besar lagi.


Hal ini berdasarkan masih banyaknya PMI asal NTB yang menggunakan cara konvensional saat mengirim uang ke keluarga, salah satunya menitipkan kepada PMI lainnya yang akan pulang ke NTB sehingga tidak tercatat pada lembaga-lembaga keuangan yang memberikan laporan. Remitensi yang besar seperti itu tidak akan terasa manfaatnya jika tidak dikelola dengan baik. Ia berharap dengan pelatihan ini makin banyak warga NTB terutama PMI yang memiliki literasi keuangan dan mengerti akan pentingnya berinvestasi utuk hari tua.


Sementara itu Direktur Literasi dan Edukasi keuangan OJK Horas Tarihoran dalam paparannya menjelaskan tujuan diadakannya acara ini yaitu agar para peserta mampu mengedukasi warga NTB terutama PMI dan keluarganya untuk mengenal OJK, mengelola keuangan dan menumbuhkan jiwa wirausaha.


Dengan demikian kedepan keluarga PMI yang mendapat kiriman dari luar negeri mampu mengolah keuangan sesuai dengan peruntukannya seperti memenuhi kebutuhan, berinvestasi, dan menjadikan modal usaha hal ini juga akhirnya bisa diterapkan oleh PMI saat berada di negara penempatan dan saat sudah kembali ke Indonesia. (Humas/BP3TKI Mataram)
 

Share: