Pendampingan Klaim Asuransi Pekerja Migran Asal Sumatera Barat

09 April 2018 11:27 WIB

Serah Terima klaim asuransi yang dilakukan oleh BP3TKI Padang dipimpin oleh Kasi Perlindunagan dan Pemberdayaan TKI , Valerie Christie Fasisal


BNP2TKI, Sumatra Barat, Selasa (10/4/2018)___Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI ) Padang kembali hadir untuk melakukan pendampingan klaim asuransi terhadap Pekerja Migran asal Sumatera Barat yang terkena Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) di negara Malaysia pada Sabtu (31/3/2018) lalu. Pendampingan klaim asuransi yang dilakukan oleh BP3TKI Padang dipimpin oleh Kasi Perlindunagan dan Pemberdayaan TKI , Valerie Christie Fasisal, PHK massal ini menimpa 21 orang Pekerja Migran asal Sumatera Barat yang diberangkatkan oleh PT Herotma Indonusa berkantor di daerah Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat.

“Proses klaim asuransi ini berasal dari PT Herotama Indonesia yang melaporakan  kepada BP3TKI Padang perihal pengajuan klaim asuransi terhadap perusahaan asuransi ASTINDO pada bulan Juli tahun lalu. Namun, ada kendala dimana perusahaan asuransi ASTINDO ini tidak lagi bekerja sama dengan BNP2TKI untuk memberikan asuransi kepada pekerja migran. Sehingga, proses pencairan dana klaim ini cukup lama, hampir memakan waktu sembilan bulan, “ ungkap Valerie.

Komitmen dan konsistensi dari BP3TKI Padang untuk memperjuangkan hak-hak Pekerja Migran yang di- PHK oleh PT Kyocera di Malaysia dibuktikan pada tanggal 29 Maret 2018 lalu. Pihak Asuransi Astindo dan PT Herotama Indonusa sepakat untuk mencairkan dana asuransi dan menyerahkannya kepada 21 pekerja migran tersebut. Kompesansi yang dibayarkan oleh kilang melalui klaim asuransi dicarikan dengan kisaran sebesar 4.300 ribu rupiah (4,3 Juta) per orangnya. Penyerahan dan penerimaan klaim asuransi tesebut dibuktikan dengan berita acara serah terima kalim PHK Massal Kyocera dengan PT Herotama Indonesia dan asuransi ASTINDO dengan didampingi dan diawasi oleh BP3TKI Padang.

Adapun pekerja migran yang menerima asuranasi adalah Arni Julia Putri, Selfianti, Wiwit Ines Sepriani, Yola Aprilia, Havizatul Adean, Nilla Wilva, Nova Rahma, Nofira Yanti, Hafasatul Husna, Fuji Astuti, Ninin Erina, Salmidawati, Hartina, Desi Rosita, Widia Manja Putri, Rini Rahmayuli Fajri, Resty Afriany, Nela Widia Astuti, Widia Pratika Putri, Aida Sofiani, dan Ega Yani. Total klaim asuransi yang dicairkan oleh PT Astindo tersebut mencapai Rp. 93.202.666,-.

“Saya menghargai upaya dari PT. Herotama yang telah melaporkan kepada BP3TKI Padang terhadap permasalahan ini. Saya berharap seluruh PPTKIS khususnya di Sumatera Barat dapat bertangungjawab kepada TKI yang diberangkatkan. Tangungjawab sepenuhnya diberikan kepada pekerja migran baik pada saat pra penempatan, masa penempatan dan purna penempatan sehingga seluruh pekerja migran merasa terjamin, aman, dan terlindungi”, ujar Valerie pasa saat menghadiri serah terima klaim asuransi kepada Pekerja Migran.

Ucapan terima kasih dan rasa syukur juga diberikan kepada pekerja migran yang telah di PHK. Sebagain besar diantara mereka tidak menyangka bahwa klaim asuransi ini akan berhasil, apalagi jangka waktu pemecatan dan penyerahan ini cukup lama. “Kami, mengucapkan teriam kasih yang sebesar-besarnya kepada BP3TKI Padang yang sudah membantu untuk memperjuangkan hak-hak kami sebagai TKI. Uang klaim ini sangat membantu sekali dimasa sulit seperti ini, apalagi kami masih belum bekerja,“ kata Resty salah satu pekerja migran yang menerima klaim asuransi dengan sumringah. (humas/bnp2tki/bp3tkipadang/dba)
 

Share: