BNP2TKI – Pemda Sambas Gelar Sosialisasi Pelindungan dan Penempatan Pekerja Migran Indonesia

10 April 2018 14:31 WIB

BNP2TKI, Sambas, Selasa (10/4/2018)___BNP2TKI melalui Direktorat Sosialisasi dan Kelembagaan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas mengadakan sosialisasi penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia di aula utama Kantor Bupati Sambas, Senin (9/4/2018). Sosialisasi dengan mengusung tema “Peran Serta Pemerintah Daerah Dalam Keberhasilan Program Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI)” ini dibuka oleh Bupati Sambas H. Atbah Romin Suhaili, Lc. dan dihadiri seluruh kepala desa di Kabupaten Sambas.
 
Dalam sambutannya, Bupati Sambas, H. Atbah Romin Suhaili, Lc. menegaskan agar para pejabat publik terkait penempatan dan pelindungan PMI memudahkan proses admnistrasi PMI, beri pelayanan terbaik untuk pahlawan kita, layani mereka bak pahlawan. Kami tidak ingin mendengar anak-anak (baca: PMI) kita mati terdampar di luar negeri apalagi dengan status non prosedural. Kalau tercatat secara resmi tentu pemerintah akan semaksimal mungkin memberikan perlindungan.
 
Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI, Drs. Teguh Hendro Cahyono selaku keynote speaker dalam sosialisasi ini mengatakan pentingnya peran desa dalam penempatan dan pelindungan PMI ke luar negeri dari sebelum keberangkatan hingga pulang kembali ke daerah asal. Teguh juga meminta peran serta kepala desa sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk
penjelasan akan kewenangan yg dimiliki pemerintah desa pada sosialisasi ini mengingat Undang mengintensifkan sosialisasi, membangun basis data calon PMI, memfasilitasi proses kelengkapan dokumen PMI, pemantauan pemberangkatan dan pemulangan PMI serta pemberdayaan PMI setelah kembali ke daerah asalnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sambas, Drs. H. Zaenal Abidin, MM menyatakan bahwa sangat penting untuk menyimak – Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia telah mengamanatkan kewenangan yang besar bagi pemerintah desa sehingga seyogyanya pemerintah desa menjalankan dengan baik kewenangan tersebut.
 
Sosialisasi ini diadakan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif perihal penempatan dan pelindungan PMI ke luar negeri kepada segenap jajaran pemerintah tingkat desa untuk selanjutnya bisa disampaikan ke masyarakatnya ditingkat dusun maupun RT/RW sehingga nantinya diharapkan akan timbul pemahaman yang jelas dan sesuai dengan prosedur penempatan dan pelindungan PMI ke luar negeri serta meningkatkan peran desa dalam penempatan dan pelindungan PMI pra keberangkatan.
 
Sebagaimana diketahui bahwa kabupaten Sambas sendiri masuk dalam daerah pengirim PMI yang paling tinggi diantara kabupaten lainnya di Kalimatan Barat. Data BP3TKI Pontianak pada tahun 2017 menunjukkan jumlah PMI yang berangkat ke luar negeri asal Kab. Sambas sejumlah 670 orang dan periode Januari hingga Maret 2018 sejumlah 336 orang. ** (Humas)
 
 
 
 

Share: