Menjadi ASN Tingkat Dunia melalui Agen Perubahan

13 April 2018 11:10 WIB

Bimbingan Teknis Agen Perubahan Reformasi Birokrasi BNP2TKI Tahun 2018
Bogor, BNP2TKI (13/4/18) --- Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian BNP2TKI, Dra. Justi Amaria, M.Si, mengatakan bahwa untuk dapat menjadi ASN yang diakui ditingkat dunia dibutuhkan change atau perubahan yang dimulai dari Agen Perubahan.
 
“Setiap perubahan memerlukan orang/individu untuk menjadi pemandu proses berjalannya perubahan yang terjadi dalam suatu organisasi guna mencapai tujuan sebagaimana yang diharapkan” ungkapnya.
 
Hal tersebut dikatakan Justi dalam arahannya kepada 40 orang pegawai BNP2TKI yang telah ditunjuk sebagai agen perubahan dalam acara Bimbingan Teknis Agen Perubahan Reformasi Birokrasi BNP2TKI Tahun 2018 yang dilaksanakan di Pajajaran Suite Hotel, Jl. Pajajaran No. 17 Bogor pada tanggal 10 s.d 13 April 2018.
 
Dengan mengusung tagline Membiasakan yang Benar dan Tidak Membenarkan yang Biasa. Sebanyak 40 pegawai yang tercantum dalam SK Kepala BNP2TKI Nomor 73 Tahun 2017 tentang Penetapan Pejabat/Pegawai sebagai Agen Perubahan di Lingkungan BNP2TKI diberikan materi yang meliputi antara lain,
 
Melaksanakan Revolusi Mental secara Tepat Sasaran, Strategi dan Teknik Komunikasi, Implementasi Reformasi Birokrasi, Pedoman Pembangunan Agen Perubahan, Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM, Peran Agen Perubahan di lingkungan BNP2TKI, Penerapan Standar Pelayanan Publik dan Budaya Pelayanan Prima, Inovasi Pelayanan Publik yang meliputi mendiagnosa ide-ide inovasi pelayanan Publik dan teknik mendesign inovasi pelayanan publik, Pemahaman tentang Program Pencegahan Korupsi, Pemahaman tentang Teori dan Implementasi Integritas, dan ditutup dengan Kristalisasi Hasil Bimtek Agen Perubahan yang dipimpin langsung oleh Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian, Dra. Justi Amaria, M.Si.
 
Dengan narasumber yang memberikan materi antara lain, Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Kerjasama Dr. Anjar Prihantoro BW, Praktisi Komunikasi Desmon Ginting M.Tech,  Kepala Bagian Organisasi dan Tatalaksana Teguh Saptono, dari Kementerian PAN RB Gempar Ganefianto, Mita Hermawati, Yatno, Fika Zaviera Remalina, dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Handayani dan Romi Imran Sulaiman.
 
Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian menekankan pentingnya inovasi sebagai hasil dari bimtek agen perubahan. “Adakan riset kecil di lingkup sekitar, berpikirlah out of the box dan lihat apa yang bisa kita lakukan dari situ”.
 
“Rencanakanlah perubahan, buat secara tertulis, kaji dan presentasikan kepada pimpinan” ujar Justi.
 
Ditambahkan bahwa kreativitas dan inovasi itulah yang paling penting serta tularkanlah kebiasaan baik yang dimiliki saat ini kepada orang lain dan lingkungan sekitar. Justi menekankan pentingnya penguasaan IT, bahasa, networking, dan kewirausahaan bagi para agen perubahan. “Tahun 2024 ASN di Indonesia akan menjadi ASN kelas dunia, dari sinilah kita mulai, dari BNP2TKI” pungkasnya. *** (Humas/DH).
 

Share: