228 PMI Dilepas ke Korea dan Diharapkan Berdisiplin Tinggi

16 April 2018 19:01 WIB

Sekretaris Utama BNP2TKI, Hermono melepas pemberangkatan 228 (dua ratus dua puluh delapan) Pekerja Migran Indonesia (PMI) program G to G ke Korea Selatan di Gedung KITCC, Jl. Pengantin Ali No. 1 Ciracas, pada Senin (16/04/18).
Jakarta, BNP2TKI (16/04/18) – Sekretaris Utama BNP2TKI, Hermono melepas pemberangkatan 228 (dua ratus dua puluh delapan) Pekerja Migran Indonesia (PMI) program G to G ke Korea Selatan di Gedung KITCC, Jl. Pengantin Ali No. 1 Ciracas, pada Senin (16/04/18).
 
Hermono menyampaikan kepada para calon PMI yang hendak berangkat bekerja ke Korea Selatan agar memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin.
 
Banyak PMI yang pernah bekerja di Korea, mendaftarkan diri lagi dengan mengikuti CBT (Computer Based Test), seperti yang saya lihat di gedung sebelah, ini menunjukkan masih banyak yang berminat untuk kembali bekerja ke Korea, menurut Hermono.
 
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, orang Korea adalah orang-orang yang memiliki disiplin tinggi dan pekerja keras, jadi tunjukkanlah kedisiplinan dan tepat waktu” ungkapnya.
 
Pesan khusus disampaikan Hermono kepada para PMI yang akan bekerja di sektor perikanan, bahwa bekerja pada sektor perikanan Korea lebih baik dibanding sektor perikanan di negara lain, karena gaji lebih tinggi dibanding sektor perikanan negara lain, juga sisi perlindungan lebih baik karena merupakan program G to G yang dilindungi oleh negara dan dijamin oleh HRD Korea.
 
Dirinya menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia dan Korea sama-sama menjalin serta menjaga kerjasama yang telah dibina dengan baik selama ini, dan berpesan kepada para PMI bahwa jika ada masalah laporkan, dan jangan bertindak sendiri.
 
“Hormati budaya dan peraturan disana, ada kedutaan besar RI di Korea Selatan, jika ada kesempatan dan diizinkan berkumpul oleh perusahaan maka datang dan belajarlah di kedutaan, banyak program disana seperti kegiatan tahun baru atau program jelang lebaran yang bisa diikuti.” ujarnya.
 
Save Travel  dan Belajar dari Kisah Sukses
 
Ditambahkan, bahwa saat ini sudah ada aplikasi pengaduan yang sudah diluncurkan oleh Kementerian Luar Negeri yakni Save Travel yang dapat di download di Google Playstore, didalamnya terdapat informasi seputar kondisi negara tersebut, juga tombol darurat untuk pertolongan cepat.
 
“Jaga kesehatan, uang banyak tapi tidak sehat percuma, juga cari lingkungan pergaulan dan teman teman yang baik.” tambahnya.
 
“Selain itu, banyak kisah dan cerita sukses dari TKI Purna Korea yang memiliki usaha ternak ayam di Pati dan memiliki warung makan bakso dengan omzet mencapai 50 juta rupiah per bulan di Mataram, ini yang perlu kita semua pelajari ” ungkap Hermono. 
 
“Semoga lancar dalam perjalanan, sukses selama bekerja di Korea dan dapat kembali dengan selamat dalam pelukan keluarga.” tutupnya.
 
PMI yang dilepas keberangkatannya terdiri dari 123 (seratus dua puluh tiga) PMI yang bekerja pada sektor manufaktur, dan 105 (seratus lima) PMI sektor perikanan, berasal dari 53 (lima puluh tiga) kabupaten di Indonesia meliputi pulau Jawa, daerah Lampung Selatan, Lampung Timur, Medan, Siak, dan Karimun. Sementara 7 (tujuh) Kabupaten terbesar PMI yang berangkat berasal dari Grobogan, Cilacap, Indramayu, Kendal, Cirebon, banyumas, dan Ponorogo.
  
Acara pelepasan keberangkatan 251 PMI ke Korea ini ditandai dengan penyematan jaket secara simbolis kepada kepada 5 orang perwakilan PMI oleh Sekretaris Utama BNP2TKI, Hermono, Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah, Hariyadi Agah, Direktur EPS Center Indonesia, Mr. Choi Jhong Yun, dan Kepala BP3TKI Jakarta, Mucharom.
 
Pesan Direktur EPS Center Indonesia pada para PMI Korea
 
Direktur EPS Center Indonesia, Mr. Choi, menyampaikan dalam sambutannya agar para PMI bisa cepat beradaptasi baik dengan budaya dan iklim di Korea yang saat ini sedang memasuki musim semi.
 
“Jika disana mengalami masalah. segera hubungi perusahaan dan jika perlu ada 24 kantor HRDK diseluruh Korea yang siap melindungi dan membantu PMI jika mengalami kesulitan.” ujarnya.
  
“Bekerjalah dengan baik dan hati-hati, jaga pola makan dengan baik agar tidak sakit dan tidak terluka, hasilkan uang untuk dibawa pulang kepada keluarga. Dan pesan saya dimana ada kemauan disitu ada jalan dan juga badai pasti berlalu.” ujarnya.
 
Pemberangkatan PMI ke Korsel di 2018
 
Sementara itu, Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah, Hariyadi Agah memberitahukan bahwa pemberangkatan PMI ke Korea Selatan hari ini dibagi dalam 2 (dua) tahap pemberangkatan, sore hari pukul 17.00 sebanyak 87 PMI via Denpasar dan sisanya malam ini pukul 23.30 WIB.
 
“Jaga kesehatan, pastikan agar badan selalu fit, karena pemeriksaan kesehatan di Korea luar biasa ketat” ujarnya.
 
Dirinya menyampaikan bahwa, terhitung sejak Januari sampai dengan akhir Maret  2018, jumlah SLC (standar labour contract) yang terbit sebanyak 2.355 (dua ribu tiga ratus lima puluh lima) terdiri dari 1.825 (seribu delapan ratus dua puluh lima) sektor manufaktur, 528 (lima ratus dua puluh delapan) sektor fishing, dan 1 (satu) services.
 
Dari 2.355 (dua ribu tiga ratus lima puluh lima) SLC yang telah mengikuti Prelim sebanyak 2.331 (dua ribu tiga ratus tiga puluh satu) orang (angkatan 1 s.d 11), yang tidak hadir sebanyak 44 (empat puluh empat) peserta tanpa pemberitahuan ke pihak BNP2TKI. Dan 70 (tujuh puluh) peserta yang hadir dinyatakan Unfit to work dikarena TB/Ol TB (28 orang), Buta Warna (16 orang), Hepatitis (13 orang) dan X-ray tidak bersih (13 orang).
 
“Jumlah penempatan PMI program G to G ke Korea Selatan dari Januari hingga 16 April 2017 sebanyak 1.440 orang, terdiri dari manufaktur 1,028 PMI dan perikanan 412 PMI.” ujarnya.
 
“Jika keberangkatan PMI pada tanggal 22 April 2018 berjalan lancar maka jumlah penempatan PMI program G to G sampai dengan 22 April 2018 berjumlah 1.794 PMI. Artinya masih ada 216 PMI yang akan diterbangkan di penerbangan berikutnya dan 321 CPMI yang telah terbit SLC dan  mengikuti prelim beberapa masih menunggu  diproses apply visa dan ada yang masih menunggu terbit CCVI. Kita semua berharap di akhir April 2018, 2.331 CPMI yang telah mengikuti prelim dan dinyatakan fit to work dapat diberangkatkan semua.” tutupnya.
 
Sementara, terkait proses apply visa yang selama ini memerlukan waktu proses 6 hari kerja, Indonsia EPS Center, BNP2TKI dan Kedutaan Kedutaan Republik Korea di  Jakarta telah melakukan komunikasi dalam rangka  memperpendek masa proses apply visa , dan saat ini telah mulai diuji coba menjadi 5 hari dengan perbaikan beberapa langkah tahapan administrasi untuk dapat menjadi 4 hari kerja. Apabila hal ini dapat berjalan lancar maka masa tunggu atau entry period PMI program G to G ke Korea Selatan dapat diperpendek mencapai target 53 hari (semester I tahun 2017 mencapai 56,8 hari, semester II naik menjadi 59,4 hari), tahun- tahun sebelumnya Indonesia berada di atas 69 hari.                                                                                                                                                                                                                                                                                   
Tips Selama Bekerja di Korsel dari Facebook
 
Kepala Subdirektorat Pelaksanaan Penempatan, Dyah Rejekiningrum menyatakan bahwa dari facebooknya Mr. Choi terdapat banyak tips-tips yang bisa digunakan bagi para PMI selama bekerja di Korea, diantaranya bagaimana hidup hemat selama di Korea dan lainnya.
 
“Semoga teman-teman nanti bisa mengakses jejaring media sosial facebook di Korea” ujarnya.*** (Humas/DH)

Share: