MUDIK AMAN BAGI PEKERJA MIGRAN INDONESIA

07 Juni 2018 16:58 WIB

Servulus Bobo Riti yang juga ditunjuk sebagai Juru Bicara BNP2TKI menyatakan kepada pers bahwa BNP2TKI sungguh menghimbau seluruh pekerja migran Indonesia yang mudik ke tanah air agar melalui jalur resmi.
Jakarta, BNP2TKI (7/6/18) -- Kepala Bagian Humas BNP2TKI, Servulus Bobo Riti, menyampaikan kepada pers bahwa BNP2TKI akan terus memonitor dan  memberikan perhatian arus mudik lebaran para Pekerja Migran Indonesia dari luar negeri. 
 
Di jumpai di ruang kerjanya, Rabu (6/6/18), Servulus Bobo Riti yang juga ditunjuk sebagai Juru Bicara BNP2TKI menyatakan kepada pers bahwa BNP2TKI sungguh  menghimbau seluruh pekerja migran Indonesia yang mudik ke tanah air agar melalui jalur resmi.
 
"Bapak Nusron Wahid, Kepala BNP2TKI, berpesan kepada para pekerja migran Indonesia yang mudik dari berbagai negara penempatan, menggunakan sarana mudik yang benar dan jalur resmi, baik itu menggunakan kapal laut, jalan darat antar negara, dan pesawat udara. Ini menyangkut kebaikan dan keselamatan," ungkap Servulus.
 
Sebagaimana lazimnya, ribuan pekerja migran Indonesia kembali ke tanah air untuk merayakan lebaran setiap tahun. Pada tahun 2018, diperkirakan ada ribuan pekerja migran yang kembali ke Indonesia, dimana yang paling banyak adalah dari Malaysia, karena faktor letak geografis dan emosi kebudayaan. 
 
Servulus menambahkan bahwa, BNP2TKI menghimbau agar para PMI menempuh jalur resmi. Jangan tergoda untuk kembali dengan  mengambil jalan pintas seperti dengan menggunakan jalur kapal laut yang ilegal atau tongkang, karena sangat beresiko. Para PMI dapat meminta informasi kepada Perwakilan RI di luar negeri.
 
Lebih lanjut disampaikan bahwa, saat tiba di tanah air, para pekerja migran dapat meminta informasi yang diperlukan kepada petugas BNP2TKI yang berada di bandara, tepatnya di pojok kedatangan/ketibaan, atau di pelabuhan laut. "Mari, ikuti dan gunakan jalur kepulangan yang resmi,  jangan ambil resiko, sehingga tujuan mudik lebaran dalam rangka merayakan Idul Fitri 1439 Hijriyah dengan keluarga tercinta dapat tercapai dalam suasana keimanan yang penuh rahmat," tegas Servulus Bobo Riti.*** (Humas)

Share: