BP3TKI Mataram Bergerak Salurkan Bantuan ke Lokasi Terdampak Gempa Lombok

08 Agustus 2018 15:09 WIB

Kepala BP3TKI Mataram menyalurkan bantuan kepada korban gempa di Lombok Utara
Mataram, BNP2TKI, Rabu (8/8) - Belum hilang trauma masyarakat Lombok akibat gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter pada Minggu Pagi (29/7), gempa besar berkekuatan 7 Skala Richter kembali terjadi Minggu Malam (5/8). Dampak gempa dengan potensi tsunami di Bumi Gora ini mengakibatkan 105 orang meninggal dengan ratusan korban luka.

Minggu pagi (5/8) sebelum terjadi gempa kedua, BP3TKI Mataram telah mengirimkan 1 tim untuk menyalurkan bantuan ke posko pengungsian di Bayan Lombok Utara. Dalam perjalanan pulang, gempa kedua terjadi. Tim yang masih berada di Kabupaten Lombok Barat langsung ikut membantu mengevakuasi korban ke rumah sakit. Pemerintah daerah provinsi NTB langsung mengeluarkan tanggap darurat hingga 11 Agustus 2018 mendatang.

Senin (6/8) masyarakat yang masih panik belum berani kembali ke rumah, gempa susulan masih dirasakan. Mereka memilih berdiam di tenda-tenda terpal di lapangan atau dipinggir jalan. Hal ini membuat kegiatan masyarakat di daerah Lombok terhenti. Meski BP3TKI Mataram tetap membuka kantor dan memberikan pelayanan namun hingga siang hari tidak ada masyarakat yang datang untuk dilayani. Melihat kondisi tersebut kepala BP3TKI Mataram Joko Purwanto menginstruksikan bagi pegawai yang sebagian besar keluarganya masih dalam pengungsian untuk kembali.

Selasa (7/7) BP3TKI mengirimkan 1 tim dan 1 unit ambulance untuk membantu evakuasi para korban. Salah satunya atas nama Inaq Maknah dari kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara yang menderita patah tangan berat dan mengantarkannya ke RSUP Nusa Tenggara Barat untuk mendapat penanganan medis yang lebih baik.

Kemudian, pada Rabu (8/8) sebanyak 4 tim yang dipimpin langsung oleh Kepala BP3TKI Mataram Joko Purwanto, kembali menyalurkan bantuan ke beberapa lokasi di Lombok Barat dan Lombok Utara.

Bantuan yang dihimpun dari berbagai donatur ini disalurkan dalam bentuk kebutuhan pokok para pengungsi seperti air minum, mie instan, telur, beras, popok bayi, pembalut dan makanan ringan untuk anak-anak.

Dalam kunjungannya Kepala BP3TKI Mataram melihat langsung bagaimana korban gempa di Lombok sangat membutuhkan banyak bantuan. Air bersih dan makanan siap saji adalah hal yang paling utama yang dibutuhkan oleh para korban.

Joko Purwanto menyampaikan bahwa BP3TKI Mataram mewakili BNP2TKI ikut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang dialami masyarakat Lombok. “Tetap kita berdoa, tenang, jangan panik terhadap isu-isu yang berkembang dan tetap patuhi himbauan dari pemerintah setempat” Tutupnya. ***(Humas/BP3TKI Mataram).
 
 

Share: