PMI Nurhidayah Berhasil Dipulangkan dari Yordania

05 Oktober 2018 10:49 WIB

PMI Nurhidayah ke dua dari kiri di KBRI Amman
Jakarta, BNP2TKI (5/10)
 
Nurhidayah, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal dari Bima, Nusa Tenggara Bara (NTB) tanggal 4 Oktober 2018 berhasil dipulangkan oleh KBRI Amman. Nurhidayah datang ke KBRI sekitar akhir Juli 2018 untuk minta pertolongan karena merasa sudah tidak mampu lagi bekerja.
 
Nurhidayah datang ke Yordania pada tahun 2010, ia bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT).  Setelah  selesai masa kontraknya, dia dipekerjakan oleh agen yang menanganinya. Karena tidak kuat akhirnya Nurhidayah melarikan diri dan memilih bekerja diluaran secara tidak resmi.
 
“Saya sempat bekerja di majikan dengan hak-hak saya dipenuhi selama 2 tahun, setelah itu saya disuruh bekerja di agen, hampir setahun. Karena merasa tidak enak, maka saya kabur dan kerja di luaran,” papar Nurhidayah  pada tim Satgas KBRI sebelum pulang ke Indonesia.
 
Tahun 2014, Nurhidayah mengaku sudah mulai ada perubahan pada wajahnya, dan sering merasa pusing dan lemah. Dia mengira dirinya kena stroke. Karena merasa tidak kuat lagi, melalui bantuan temannya, Nurhidayah minta bantuan ke KBRI agar bisa mendapat perawatan dan dapat dipulangkan. Nurhidayah sempat mengalami gangguan saraf sebelum akhirnya sembuh dan dipulangkan oleh KBRI Amman.
 
Selama di KBRI Nurhidayah, dirawat oleh dokter KBRI yang datang 3 kali dalam seminggu. Setelah ada pemulihan, maka Nurhidayah dibantu kepulangannya ke tanah air, bersamaan dengan dua rekannya dari Griya Singgah KBRI Amman. “Saya berterimakasih sekali atas bantuan KBRI, sehingga saya bisa membaik dan pulang bertemu keluarga” ucap Nurhidayah
 
Dubes RI untuk Kerajaan Yordania merangkap Palestina, Andy Rachmianto,  menyempatkan diri bertemu dengan para PMI yang akan pulang ke tanah air. Andy berpesan pada mereka agar tidak mudah terbujuk oleh rayuan orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk bekerja lagi di wilayah Timur Tengah. Ia menyampaikan salamnya kepada keluarga, sekaligus menyampaikan permohonan maaf bila selama dalam masa penampungan di Griya Singgah ada kekurangan dalam pelayanan yang diberikan.
 
Masalah utama yang dihadapi oleh para PMI di Yordania pada umumnya terkait dengan gaji yang belum dibayar dan denda ijin tinggal yang tidak diurus oleh majikan. Dengan pemulangan ini, berarti sejak 2017, KBRI Amman telah memfasilitasi pemulangan sebanyak 404 orang PMI bermasalah. Terdapat   sejumlah 16 orang PMI yang masih menunggu prosesnya di penampungan KBRI Amman. Meski begitu, diperkirakan jumlah ini tidak stabil dari waktu ke waktu.
 
Andy  menyampaikan komitmen kehadiran negara dalam pelayanan dan perlindungan WNI di luar negeri sebagai salah satu prioritas pemerintahan Presiden Jokowi. Karena itu, KBRI Amman akan terus memperjuangkan hak-hak dan melindungi sekitar tiga ribuan pekerja migran yang masih berada di Yordania.***(Humas/MH)

Share: