Kisah PMI Inspiratif, Mendapatkan Literature Awards for Migrant di Taiwan.

05 Oktober 2018 17:11 WIB

Loso Abdi, seorang mantan PMI mendapatkan Literature Awards for Migrants 2018.
Taipei, BNP2TKI (04/10/18) -- Seorang Mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Loso Abdi mendapatkan Literature Awards for Migrants 2018. Penghargaan tahunan dunia sastra ini digelar untuk kelima kalinya di Taiwan, menampilkan karya sastra Loso Abdi yang mengangkat tema "Tentang Cinta”. 

Ceritanya menggambarkan ketulusan cinta yang diberikan seorang pengasuh migran kepada seorang anak Taiwan penyandang disabilitas. Sebelumnya Loso memenangkan hadiah utama Teen Choice Award pada tahun 2016 dengan judul “Nyanyian Ombak”, berisi kisah pedih seorang nelayan Indonesia yang bekerja di kapal Taiwan. 

Loso Abdi, berasal dari lereng barat Gunung Lawu, tepatnya Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Ia pernah bekerja di Taiwan selama 5 tahun. Sekembalinya ke Indonesia tahun lalu, Loso terus berkarya dengan menulis kisah inspiratif tentang pekerja migran di Taiwan. 

Ia sangat berterima kasih bahwa Taiwan bersedia mendengar suara hati pekerja migran. Cuplikan karya tulisnya dapat dilihat disini http://tlam.sea.taipei/?p=3103 dan http://tlam.sea.taipei/?p=952 

Tahun ini ada limaratus limapuluh tiga (553) penulis yang mengirimkan tulisan pada pihak penyelenggara. Peserta diantaranya berasal dari Indonesia, Vietnam, Thailand, serta PMI yang tinggal di Hong Kong, Makau, Taiwan, Singapura, dan Malaysia. 

 "Kami berterima kasih kepada seluruh peserta kompetisi. Tulisan para penulis memperkaya sastra di Taiwan dan sangat berkesan," ujar Kepala Museum Literatur Nasional Taiwan Hsiao Shu-chen, dilansir dari Focus Taiwan, Minggu (30/09/2018). 

Loso mengatakan, Semoga kawan-kawan pekerja di Taiwan bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Di Taiwan bukan hanya materi yang bisa kita dapatkan, melainkan segudang ilmu dan pastinya akan sangat berguna bagi kita nanti. Selain itu, tulislah seluruh kisah perjalanan kalian, hingga nanti anak-anak kita akan tahu, betapa panjang dan berat perjuangan kita. 

 “Kesempatan bekerja di luar negeri terbatas, selagi masih ada kesempatan, agar dimanfaatkan untuk mencari bekal yang bisa menopang kehidupan setelah purna PMI, berlakulah dengan baik dan sesuai aturan di negara penempatan”, tegas loso. 

Kompetisi menulis sering diadakan di Taiwan yang diselenggarakan oleh Dinas tenaga kerja (Disnaker) Taiwan atau (Bureau Labor Office). PMI sering memenangkan atau masuk nominasi dalam kompetisi karya sastra maupun kompetisi lainnya. Sebagai informasi bahwa hingga saat ini (Update Agustus 2018) berdasarkan data yang diperoleh dari Disnaker Taiwan, bahwa total PMI yang bekerja di Taiwan sebanyak duaratus enampuluh dua ribu, duaratus tujuhpuluh tujuh (262,277) orang, atau sebesar tigapuluh delapan persen (38%) dari jumlah seluruh Pekerja Migran Asing yang bekerja di Taiwan. *** (Humas/Kadir) Editor: Agrit. 

Share: