BP3TKI Pontianak Gelar Coffe Morning Bersama Awak Media

09 Oktober 2018 12:58 WIB

BNP2TKI, Selasa (10/9/2018)___Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pontianak menggelar coffe morning bersama awak media cetak,elektronik,online di Kantor BP3TKI Pontianak, Jalan Urai Bawadi pada Selasa (09/10). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mempublikasikan kinerja BP3TKI Pontianak kepada awak media.

Pada kegiatan ini, Maruji Manullang Kepala BP3TKI Pontianak didampingi oleh Pejabat Eselon IV BP3TKI Pontianak mengundang beberapa media lokal Kalbar seperti Kompas, Pontianak Post, Suara Pemred, TV One, Inews dan lainnya.

“Acara ini menjadi ajang silahturahmi antara kami dengan awak media di Kalbar. Selain itu insan pers juga dapat menjadi kontrol bagi kami di pemerintahan,”ujar Maruji.

Acara ini merupakan coffe morning kedua di  Tahun 2018 yang dilakukan oleh BP3TKI Pontianak. Dalam pertemuan kali ini diawali dengan paparan kinerja BP3TKI Pontianak sampai triwulan III 2018, setelah itu dilakukan sesi wawancara terhadap Kepala BP3TKI Pontianak.

Dalam paparannya, BP3TKI Pontianak di triwulan ketiga tahun 2018 ini sudah menempatkan sebanyak 1.077 Pekerja Migran Indonesia (PMI). Mayoritas mereka bekerja ke Malaysia, selain itu ada ke Brunei Darussalam dan beberapa ada ke Taiwan, Kongo, Kepulauan Solomon, dan PNG.

Adapun rinciannya sebanyak 973 orang ke negara Malaysia, Brunei Darussalam sebanyak 82 orang, Taiwan sebanyak 11 orang, Solomon Island sebanyak 4 orang, Papua Nugini sebanyak 1 orang dan Congo sebanyak 2 orang, Singapura sebanyak 2 orang, Oman sebanyak 1 orang dan Arab Saudi sebanyak 1 orang.

Menurut Maruji penempatan PMI ke luar negeri merupakan salah satu program pemerintah dalam mengatasi angka pengangguran yang masih cukup tinggi.

“Kalau data BPS menyebutkan bahwa jumlah pengangguran di Kalimantan Barat tahun 2017 mencapai angka 107.000 jiwa dan penempatan PMI tahun ini yang melalui BP3TKI Pontianak sudah mencapai 1.077 orang artinya angka pengangguran tadi bisa berkurang dengan adanya penempatan PMI ke luar negeri . Memang angkanya masih relatif kecil namun bisa mengurangi salah satu masalah yang dihadapi oleh masyarakat kita,”ujar Maruji.

Sementara jika dilihat dari sisi pelindungan PMI, selama triwulan tiga 2018, jumlah deportasi WNIO/PMIB yang dipulangkan  melalui PLBN Entikong  sebanyak 1381 orang dan bila dibandingkan dengan tahun 2017 triwulan tiga sebanyak 1902 orang, berarti ada penurunan sekitar 27 persen atau 521 orang.
Sedangkan jumlah WNIO/PMIB yang dipulangkan karena program repatriasi dalam kurun triwulan tiga 2018 sebanyak 139 orang dan pada triwulan tiga 2017 yang dipulangkan melalui program repatriasi sebanyak 105 orang. Ini berarti ada peningkatan sebanyak 34 orang atau 32 persen.

Guna mengurangi penempatan CPMI/PMI Non Prosedural, BP3TKI Pontianak bekerja sama dengan jajaran Kepolisian untuk menanggulanginya. Selama kurun waktu Januari – September 2018, jumlah CPMI/PMI Non Prosedural yang berhasil dicegah oleh BP3TKI Pontianak dan POLDA Kalbar sebanyak 67 orang. Terjadi peningkatan sebanyak 47 CPMI Non Prosedural yang berhasil dicegah bila dibandingkan triwulan tiga 2017 yang sebanyak 20 orang.

“Dalam penanganan PMI Bermasalah ini, kita selalu berkoordinasi dengan berbagai instansi seperti  Kepolisian, Dinas Sosial Provinsi Kalbar, Imigrasi, KJRI Kuching, dan KBRI BSB. Sejauh ini setiap pemulangan PMI Bermasalah berjalan lancar,” tutup Maruji. **(Humas/ BP3TKI Pontianak)
 
 
 

Share: