BP3TKI Padang Informasikan Peluang Kerja Tenaga Kesehatan di Luar Negeri

07 November 2018 15:20 WIB

Kepala BP3TKI Padang, Dra. Lismia Elita, M.M untuk memberikan informasi peluang kerja tenaga kesehatan ke luar negeri baik bekerja sebagai nurse maupun careworker di Stikes Syedza Saintika, pada Selasa, 6 Oktober 2018
Padang, BNP2TKI, Rabu (07/11) – Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan  Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Padang mengikuti acara Pelatihan soft skill bagi calon wisudawan/wati di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Syedza Saintika,  pada Selasa, 6 Oktober 2018. Hadir dalam acara tersebut Kepala BP3TKI Padang, Dra. Lismia Elita, M.M untuk memberikan informasi peluang kerja tenaga kesehatan ke luar negeri baik bekerja sebagai nurse maupun careworker.

“Sejak 2007 lalu Indonesia mulai mengirimkan pekerja migran ke Jepang untuk bidang Nurse (Keperawatan) dan Careworker (Perawat Lansia). Peluang kerja tersebut terbuka setiap tahunnya. Selain itu, masih banyak permintaan khususnya untuk perawat ke luar negeri baik itu ke Taiwan, Brunei Darusalam, dan negara lainnya. Manfaatkan peluang kerja ke luar negeri tersebut dan jadilah tenaga kesehatan professional”, ujar Lismia kepada ratusan  calon wisudawan/wisudawati.

Tiap tahun Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Indonesia (BNP2TKI) melakukan penempatan lebih kurang 330 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI)  khusus untuk tenaga kesehatan ke Jepang. Upah minimum untuk tenaga kesehatan di Jepang mencapai 18 juta sampai 24 juta rupiah per bulannya.

“Kami sangat berharap bahwa masyarakat Sumatera Barat meningkat minatnya untuk mengikuti program Goverment To Govermnet (G to G) ke Jepang sebagai tenaga kesehatan baik itu untuk nurse ataupun careworker. Mengingat setiap tahun ada lulusan tenaga kesehatan, namun belum tentu lapangan kerja bidang kesehatan ada. Apalagi gaji yang ditawarkan sangat menarik, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan, “ ucap Lismia.

Pendaftaran untuk bekerja sebagai Nurse dan careworker ke Jepang dilakukan melalui online sistem di website BNP2TKI dengan mengisi data diri dan mengunggah dokumen yang dipersyaratkan. Adapun dokumen tersebut adalah KTP , paspor, Akte kelahiran , Kartu pencari kerja/AK 1, Ijazah dan transkrip nilai pendidikan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, Surat Ijin dari Orang Tua/Wali/Suami/Isteri, SKCK, Hasil MCU Foto, Surat pernyataan tidak mengundurkan diri,  Sertifikat kemampuan bahasa Jepang,  dan Surat pernyataan bersedia ditempatkan serta adanya Surat Tanda registrasi Perawat untuk jabatan Nurse.

“BNP2TKI sendiri berkomitmen untuk memperhatikan peningkatan kompetensi dari calon tenaga kesehatan yang berminat bekerja ke luar negeri. Peningkatan kualitas dari para calon Pekerja Migran tenaga kesehatan ini juga memperhatikan pelatihan bahasa di negara penempatan, termasuk bahasa Jepang. Jadi, kami berharap kendala bahasa bisa diatasi sehingga dapat memanfaatkan peluang kerja ini”, kata Lismia. **** (Humas/bp3tkipadang/dba)
 

Share: