BNP2TKI Kenalkan Program Unggulan Pelayanan Publik dalam “The IPS Forum 2018”

09 November 2018 10:38 WIB

Direktur P2P BNP2TKI, Arini Rahyuwati (paling tengah/Berjilbab) saat ditemui di Stand pameran BNP2TKI bagian dari rangkaian acara "The International IPS 2018"

Jakarta, (8/11)___Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) ikut serta dalam acara “The International Public Service Forum (IPS) 2018” di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (7/11/2018). IPS diadakan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) yang menampilkan 40 inovasi pelayanan publik pemerintah Indonesia.

 

IPS Forum 2018 ini merupakan wahana untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait perkembangan dan inovasi pelayanan publik yang telah dilaksanakan oleh pemerintah. Melalui forum ini, publik diharapkan dapat mengenal lebih jauh peran pelayanan publik. Seperti yang dijelaskan dalam Undang-Undang No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik disebutkan bahwa negara berkewajiban memenuhi setiap kebutuhan warga negara melalui suatu sistem pemerintahan yang mendukung terciptanya penyelenggaraan pelayanan public yang prima untuk memenuhi kebutuhan dasar dan hak sipil bagi setiap warga negara atas barang publik, jasa publik, dan pelayan administrasi.

 

Dalam acara The International Public Service (IPS) Forum 2018,  dibuka oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin. Jusuf Kalla mengatakan bahwa birokrasi harus membuat suatu inovasi yang jelas dan tepat, karena sekarang semua kita menghadapi suatu era globalisasi yang canggih. Maka upaya-upaya ini harus menjadi sesuatu yang berguna dalam menghadapi era modernisasi.

 

Kemudian, Menpan RB Syafruddin memberikan semangat kepada para inovator agar dapat melanjutkan apa yang sudah dibangun, bahkan dirinya mendorong agar setiap instansi dapat membangun inovasi yang baru dan tetntunya bermanfaat bagi masyarakat luas. “Tetap berinovasi, lanjutkan apa yang telah dibangun selama ini. Kemudian bangun inovasi yang baru agar dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas,” ujar Menteri Syafruddin.

 

Selanjutnya, Direktur Penyiapan dan Pembekalan Pemberangkatan BNP2TKI, Arini Rahyuwati, menjelaskan terkait inovasi yang diluncurkan BNP2TKI,  IPS Forum 2018 ini menampilkan beberapa program unggulan yaitu Crisis Center untuk melayani pengaduan Pekerja Migran Indonesia (PMI), keluarga PMI yang mengalami masalah. Crisis Center ini juga telah membuat pelayanan melalui fitur online yaitu E-Pengaduan agar mudah diakses oleh PMI di luar negeri secara keseluruhan di berbagai negara penempatan.  

 

“BNP2TKI berupaya untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kinerja dalam menjalankan program unggulan ini, untuk itu bukan hanya saat mengikuti pameran ini saja memperkenalkan kepada masyarakat tetapi akan diinformasikan melalui media sosial dan media online”, ujarnya.

 

Arini melanjutkan, program unggulan yang diperkenalkan yaitu Jobs Info yang dipergunakan untuk menyajikan informasi terkait peluang kerja di Luar Negeri. Jobs info diperkuat dengan akses melalui media sosial dan website resmi BNP2TKI.

 

Program lainnya yaitu program penempatan dengan skema Government to Government (G to G)  ke Jepang dan Korea Selatan. Sejauh ini, telah banyak PMI yang ditempatkan ke Jepang dan Korea Selatan dengan berbagai bidang, dan untuk Jepang sendiri yang dikirimkan hanya perawat lansia (Careworker)  dan perawat yang bekerja di rumah sakit (Nourse).

 

Penempatan ke Jepang dimulai sejak tahun 2008 silam, sejak tahun 2008 sampai September 2018 total 2.445 orang, Perawat sebanyak 653 orang dan Careworker (Perawat Lansia) ada 1.792 orang. Kemudian, penempatan PMI program G to G ke Korea dengan berbagai bidang kerja selama tahun 2016 sampai September 2018 sebanyak 13.028 orang. Jumlah ini masih terus meningkat karena banyaknya peminat yang ingin bekerja di Jepang dan Korea.

 

Arini mengatakan bahwa program unggulan ini membawa dampak positif yang signifikan dan terus meningkat tiap tahunnya. Bahkan, program yang ada disambut baik oleh masyarakat dilihat dari banyaknya yang mengakses di internet dan yang melakukan pengaduan ke BNP2TKI.

 

Dengan demikian, harapan kedepannya akan terus dikembangkan dan berusaha semaksimal mungkin untuk melayani dengan baik, cepat dan tuntas kepada masyarakat. Hal ini agar PMI yang ada di Luar Negeri juga puas dengan pelayanan pemerintah (BNP2TKI). **(Humas/Lily)

 

 



Share: