74 PMI Taiwan, Alumni Exit Program Siap Berwirausaha

27 November 2018 08:54 WIB

Taipei, BNP2TKI (25/11/18) -- Sebanyak 74 (tujuh puluh empat) PMI tampak antusias dalam menghadiri sesi terakhir Exit Program Tahap Dua 2018 yang diselenggarakan di Kampus NTNU (National Taiwan Normal University) di Taipei, dengan materi kewirausahaan yakni Manajemen Usaha.  Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara KDEI Taipei, GWO dan pihak Cook 168 Course Institute.

Pelatihan ini diawali pada tanggal 29 Oktober 2018 lalu dengan pelatihan keterampilan memasak Steak Ayam Goreng (Ji Pai) ala Taiwan dan Korea dilanjutkan dengan Pelatihan Tata Cara Ekspor dan Memulai Bisnis Waralaba serta diakhiri dengan Manajemen Wirausaha Steak Ayam Goreng (Ji Pai) sekaligus penutupan (25/11/18).

Pada sesi terakhir ini diawali dengan sambutan Bapak Farid, selaku Analis Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei dijelaskan bahwa tujuan utama pelaksanaan exit program ini adalah guna membekali PMI dengan program-program yang bermanfaat dan bisa digunakan ketika meninggalkan Taiwan kelak.

Pelatihan sesi terakhir ini berlangsung santai, padat dengan ilmu serta sesekali diselingi diskusi interaktif dan feedback. Para instruktur yang juga pelaku bisnis di bidang makanan di Taiwan dalam paparannya turut memotivasi dan membangkitkan semangat para peserta untuk memulai berwirausaha. Dijelaskannya bahwa untuk bisa menjadi seorang pelaku wirausaha pemula, diperlukan keberanian untuk memulai dan jangan takut gagal.

“Setiap manusia harus harus mempunyai mimpi untuk bisa sukses”, tegas salah satu instruktur.

Selain itu dalam memulai usaha diperlukan tekad yang kuat serta perlunya perencanaan usaha yang matang, perlu menyusun business plan (perencanaan usaha) menyangkut perhitungan prospek bisnis, survey, kapan waktu tepat untuk memulai, calon pelanggan, mengetahui kompetitor, strategi marketing (penggunaan media online/offline, teknis menggaet pelanggan serta teknik-teknik lainnya.

Program pelatihan ini diikuti 74 peserta yang merupakan PMI dari berbagai wilayah di Taiwan. Ke-74 PMI tersebut terbagi dalam 3 (tiga) kelompok pelatihan masing-masing kelompok pertama sebanyak 24 orang serta kelompok kedua dan ketiga masing-masing 25 orang. Pelatihan keterampilan ini berlangsung selama tiga sesi yang dipandu langsung oleh instruktur, professional dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya.

Pelaksanaan pelatihan dalam Exit Program ini diharapkan dapat meningkatkan keahlian khusus PMI, sehingga dapat berwirausaha atau mengisi kesempatan lapangan kerja ketika kembali ke Indonesia. Banyak manfaat dengan program ini antara lain membangkitkan semangat dan menumbuhkan mental berwirausaha, menambah jaringan dan relasi, bergabung dengan komunitas di Indonesia serta fasilitasi Pemberdayaan Terintegrasi sebagaimana yang digalakan oleh BNP2TKI.

Ahmad Durisalba, salah satu PMI menyampaikan bahwa pihak berterima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada PMI, karena sangat bermanfaat sekali. Murdiyanto menambahkan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan tidak berhenti disini saja, agar ada kelanjutannya.

“Semoga ke depan pelajaran yang diajarkan kemarin bisa bermanfaat dan mungkin bisa membantu untuk meraih kesuksesan di masa yang akan datang”, tulisnya dalam pesan Whatsapp.

Berbeda lagi dengan Wiwik, menyampaikan bahwa tentunya program ini sangat bermanfaat, selain dapat ilmu cara mengolah makanan kita juga dapat ilmu cara mulai buka usaha.

Perjuangan para PMI dalam mengikuti pelatihan bukanlah hal yang mudah. Demi mendapat ilmu bekal kemandirian di Indonesia ini, beberapa diantaranya mesti berangkat dari pagi hari sejak shubuh dari Kaohsiung (Taiwan Selatan) menuju Taipei. Serta sebagian lagi rela untuk tidak libur beberapa bulan ke depan demi untuk bisa mengikuti pelatihan tersebut.

“Kami sangat berharap skill yang bermanfaat yang diperoleh selama pelatihan tersebut nantinya dapat diterapkan, dapat berwirausaha atau mengisi kesempatan lapangan kerja  ketika kembali ke Indonesia, ujar Siswadi, Wakil Kepala KDEI Taipei dalam sambutan penutupan.

Siswadi menambahkan bahwa di Indonesia melalui BP3TKI setiap tahun mempunyai paket-paket pelatihan / pemberdayaan PMI Purna, beberapa hasil pemberdayaan sudah ada yang go international, dipajang khusus dalam Trade Expo Indonesia setiap tahun.

“Nah, bagi yang pulang nanti, setelah finish kontrak, dan berniat wirausaha bisa mendapatkan informasi pemantapan/pelatihan melalui BP3TKI. Nanti selanjutnya dapat difasilitasi mulai dari konsultasi usaha, pendampingan untuk memulai usaha bahkan maupun akses ke permodalan dan pemasaran”, jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kadir selaku Senior Asisten Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei yang turut memaintenance komunikasi dengan para PMI alumni pelatihan Exit Program melalui grup media social popular di Taiwan (facebook) dan Whatsapp. **(Humas)
 

Share: