Demi Peroleh Data Riil Supply, BP3TKI Palembang Gelar Rapat Pemetaan Potensi CPMI

06 Desember 2018 15:42 WIB

Rapat Pemetaan Potensi CPMI di Kantor BP3TKI Palembang
BNP2TKI, Palembang (6/12/2018) --   BP3TKI Palembang menggelar kegiatan Rapat Pemetaan Potensi Calon Pekerja Migran Indonesia di Kantor BP3TKI Palembang, Rabu (5/12) kemarin.  Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan koordinasi  dan sinergi antara stakeholder terkait potensi pemetaan CPMi ini dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Selatan, Perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja Kota Palembang beserta jajarannya, Perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Banyuasin, Perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ogan Komering Ilir, Perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ogan Ilir, Para Kepala Sekolah Menengah Kejuruan di Provinsi Sumatera Selatan, Perwakilan Politeknik se-kota Palembang, Perwakilan Lembaga Bahasa dan Lembaga Pelatihan se-kota Palembang.

Kepala BP3TKI Palembang, Sri Haryanti dalam sambutannya menyampaikan bahwa kondisi pendataan potensi Calon Pekerja Migran Indonesia di dalam negeri masih belum terlaksana dengan baik sehingga seringkali demand tersebut tidak mampu dipenuhi karena minimnya data supply. Ia menambahkan, guna meningkatkan penempatan PMI pada sektor formal, maka perlu dilakukan optimalisasi pemetaan kompetensi potensi CPMI. Untuk itu, ia mengharapkan kerjasama dan sinergi antara BP3TKI, Dinas yang membidangi Ketenagakerjaan, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan dan asosiasi profesi sehingga output berupa petaan potensi CPMI dapat digambarkan lebih menyeluruh sehingga dapat diambil langkah lebih lanjut terkait promosi dan harmonisasi kualitas CPMI.

Senada dengan Sri, Direktur Pemetaan dan Harmonisasi (PH1), Seriulina Tarigan menambahkan pentingnya BNP2TKI memiliki data Pemetaan Supply, data ini dibutuhkan ketika BNP2TKI akan melakukan promosi ke negara penempatan sehingga kuota demand yang ada di negara penempatan dapat terpenuhi. Upgrading Skill ini merupakan solusi dari permasalahan gap yang ada pada CPMI. Pada umumnya, kendala CPMi itu ada pada faktor bahasa karena banyak negara penempatan yang mensyaratkan jabatan memiliki sertifikat kompetensi bahasa.

Direktur yang membidangi sektor Konstruksi, Pertambangan, Oil gas, Teknologi informasi, Manufaktur, dan Perikanan ini menyampaikan bahwa pada tahun 2018 ini, BNP2TKI telah melaksanakan upgrading skill sebanyak 2000 orang, diantaranya 720 orang pada sektor hospitality, 800 orang pada sektor kesehatan, dan 480 orang pada sektor lainnya. Untuk itu, ia menghimbau kepada Lembaga Pendidikan untuk mempersiapkan anak didiknya yang ingin bekerja ke luar negeri untuk lebih meningkatkan kompetensi dalam berbahasa asing. Seriulina mengharapkan ke depannya BP3TKI Palembang bersama-sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota dapat bersinergi dalam melakukan penyuluhan jabatan ke sekolah-sekolah.

Salah satu peserta rapat, Zakaria yang merupakan perwakilan dari Politeknik Srwijaya menyampaikan antusias dengan adanya kegiatan ini, ia sangat berharap bahwa BNP2TKI dan BP3TKI Palembang ke depannya dapat memberikan sosialisasi kepada mahasiswa dan alumni Politeknik Sriwijaya yang berminat untuk bekerja ke luar negeri. Karena, saat ini kebanyakan alumni Politeknik Sriwijaya yang telah bekerja ke luar negeri mencari sendiri lowongan kerja di negara lain dan mereka tidak mengetahui apakah telah terdata di pemerintah. Dengan adanya sosialisasi dari pemerintah, alumni mereka dapat mengerti prosedur penempatan Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri. (Humas/SAN)
 

Share: