Awal Tahun 2019, BP3TKI Mataram Fasilitasi 4 Jenazah PMI

07 Januari 2019 11:04 WIB

Plt. Kepala BP3TKI Mataram Noerman Adhiguna dan Perwakilan KBRI Bandar Seri Begawan Fatoni saat melakukan serah terima Jenazah PMI Sakinah
BNP2TKI, Mataram (7/1/19)_Mengawali kerjanya di tahun 2019, BP3TKI Mataram memfasilitasi pemulangan 4 jenazah warga Nusa Tenggara Barat, yang terdiri dari 2 PMI Prosedural dan 2 PMI Non Prosedural. Berdasarkan negara penempatannya, 3 jenazah dipulangkan dari Malaysia dan 1 jenazah dari Brunei Darussalam.
 
Keempat jenazah PMI tersebut diterima secara bertahap oleh Tim dari Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Mataram pada Sabtu (5/1) dan Minggu (6/1) di Bandara International Zainuddin Abdul Madjid, Lombok.
 
Keempat Jenazah PMI  tersebut yaitu Remin asal Lombok Tengah, Rahnan asal Lombok Tengah, Junaedi asal Lombok Timur dan Sakinah asal Lombok Tengah. Selanjutnya keempat jenazah tersebut diserahkan kepada pihak keluarga yang disaksikan oleh Kepala Desa dan Kepala Dusun setempat.
 
Dari hasil pemeriksaan diketahui sebab kematian keempat WNI/PMI tersebut beragam, 2 orang karena sakit yaitu Alm. Rahnan karena Stroke dan Almh Sakinah karena Infeksi Paru sedangkan 2 orang lainnya meninggal karena kecelakaan yaitu Alm. Junaedi meninggal saat kecelakaan karena truk terguling dan Alm. Remin yang meninggal saat tersengat listrik di ladang sawit.
 
Perwakilan dari KBRI Bandar Seri Begawan, Fatoni, yang turut mendampingi jenazah Sakinah hingga ke rumah duka di Lombok Tengah menyampaikan bahwa dalam proses pemulangan jenazah WNI yang meninggal di luar negeri, pihak yang berwenang untuk mengurus jenazah berawal dari pihak perusahaan atau pengguna tempat PMI bekerja. Sejak dinyatakan atau diketahui PMI meninggal dunia, pihak perusahaan atau pengguna wajib melaporkan hal tersebut kepada pihak KBRI, KJRI atau pihak kepolisian setempat.
 
Apabila PMI tersebut meninggal dalam kondisi yang tidak wajar atau di luar penanganan rumah sakit, maka pihak kepolisian akan meminta dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya. Jika proses telah selesai maka pihak KBRI akan memberitahukan jadwal pemulangan jenazah dan perkiraan tiba ditempat tujuan.
 
Bahkan Gubernur NTB Zulkieflimansyah memberikan perhatian khusus dengan mengirimkan staf khusus bidang PMI dan Perburuhan untuk melakukan pendampingan. Staf Khusus Gubernur menyampaikan terimakasih atas koordinasi dan perhatian dari setiap elemen pemerintah sehingga keempat jenazah warga NTB yang meninggal di luar negeri bisa dipulangkan dalam waktu relatif cepat. Pihaknya pun memahami prosedur yang harus dilalui dalam proses pemulangan tersebut.
 
 “Pemerintah selalu merespon dan menindaklanjuti setiap pengaduan, pemerintah akan tetap bekerja bukan karena viral tidaknya di media” lanjut Fatoni.
 
Plt. Kepala BP3TKI Mataram Noerman Adhiguna yang turut melakukan pendampingan pemulangan jenazah tersebut menyampaikan bahwa biaya pemulangan jenazah dari Jakarta ke Lombok dan dari Lombok ke daerah asal dibiayai oleh pemerintah. “Alhamdulillah dalam proses pemulangan ini keluarga PMI sama sekali tidak dikenakan biaya apapun” Tutup Noerman
 

Share: