BP3TKI Tanjungpinang Fasilitasi Pemulangan 39 Orang CPMI Non Prosedural Hasil Pencegahan Polda Kepri

11 Februari 2019 16:12 WIB

Tanjungpinang, BNP2TKI, Senin (11/2/2019)___Batam menjadi pintu keluar masuk strategis Indonesia di wilayah perairan Selat Malaka menuju Singapura dan semenanjung Malaysia, seperti tidak ada habisnya dimanfaatkan oleh para tekong atau calo tenaga kerja untuk memberangkatkan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang terbujuk rayuan manis  untuk bekerja ke luar negeri. Jumat (8/2/2019) lalu, Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Tanjungpinang melalui Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Batam menerima 39 orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non prosedrual yang diamankan oleh Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) dari beberapa orang yang diduga sebagai tekong dua hari sebelumnya.

Berawal dari laporan masyarakat yang melaporkan akan adanya pengiriman sejumlah CPMI non prosedural ke Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Batam Center kota Batam, sejumlah personil dari tim Polda Kepri dikerahkan untuk melakukan pengintaian di lokasi yang telah disebutkan oleh saksi. Tidak berselang beberapa lama, tim menemukan satu rombongan yang dicurigai CPMI sampai di lokasi dengan menggunakan kendaraan satu unit minibus Toyota Hi-Ace, satu unit mobil Toyota Callya, dan satu unit mobil L-300 berwarna biru.

Seteleh rombongan CPMI turun dan sampai di dalam terminal, tim satuan Polda Kepri yang sudah melakukan pengintaian segera menindak dan mengamankan rombongan CPMI tersebut beserta beberapa orang yang hingga saat ini diduga kuat  sebagai tekong yang mengurus keberangkatan CPMI non prosedural tersebut. Terdapat 39 orang CPMI non prosedural yang diamankan dalam pencegahan tersebut. Setelah dilakukan pengamanan, keseluruhan CPMI dibawa  ke Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Kepri untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Setelah dua hari berada di Mapolda, 39 orang CPMI diserahterimakan kepada pihak BP3TKI Tanjungpinang  melalui P4TKI Batam, yang sejak dilakukan pencegahan di Pelabuhan Batam Center sudah berkomunikasi intens dengan Polda Kepri.

Koordinator P4TKI Batam, Titi Delima Panjaitan yang menandatangani proses serahterima CPMI, mengatakan bahwa 39 orang CPMI tersebut dicegah dikarenakan hendak bekerja ke Malaysia tanpa dilengkapi dengan dokumen bekerja sesuai peraturan perundang-undangan. “Mereka hanya diberikan paspor tanpa dokumen lain untuk bekerja” kata Titi. Mengenai sebaran daerah asal CPMI, Titi memberikan keterangan bahwa CPMI kebanyakan berasal dari Wilayah Jawa Timur, namun sebagian kecil lainnya juga ada yang berasal dari Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB hingga Sulawesi Selatan. “Umumnya mereka direkrut dari daerah asal melalui sponsor-sponsor nakal yang menjanjikan pekerjaan yang menghasilkan uang banyak di Malaysia” ungkap Titi.

 Kepala Seksi Perlindungan BP3TKI Tanjungpinang menyebutkan bahwa pihaknya akan memfasilitasi pemulangan keseluruhan CPMI ke daerah asal bersinergi dengan BP3TKI dan LP3TKI sesuai daerah asal CPMI.

“Umumnya CPMI ini sudah habis jutaan rupiah yang dimintai oleh sponsor dan tekong agar bisa berangkat bekerja ke Malaysia, sehingga mereka sudah tidak lagi mempunyai uang, oleh sebab itu sudah kewajiban kami untuk membantu mereka agar bisa sampai ke kampung halaman. Untuk pemulangan akan kami fasilitasi menggunakan pesawat udara agar semua CPMI lebih cepat sampai kembali ke rumah masing-masing” tutur Yohan.

Senada dengan Yohan, Mangiring Sinaga, Kepala BP3TKI Tanjungpinang menyebutkan bahwasanya CPMI non prosedural yang dicegah ini bukanlah pelaku kejahatan kriminal, melainkan sebagai korban dari praktek bisnis percaloan pekerja migran yang dilakukan oleh tekong, sponsor serta agen-agen tenaga kerja yang nakal.

“Mereka sudah diperas dan ditipu hingga jutaan rupiah, sedangkan uang jutaan rupiah itu bisa jadi saja hasil menggadaikan barang-barang paling berharga milik mereka, atau bisa jadi hasil pinjaman dari tengkulak, oleh karena itu sudah seharusnya terhadap mereka kita lakukan pendekatan secara humanis dan diberikan perlakuan yang baik dan layak” ujar Mangiring.

Lebih lanjut pria Batak berkumis itu mengungkapkan rasa terimakasihnya atas bantuan pihak kepolisian khususnya jajaran Polda Kepri yang sangat responsif dan kooperatif dalam sinergi pencegahan kasus-kasus Pekerja Migran di wilayah Kepulauan Riau.

“Secara khusus saya sampaikan terimakasih atas koordinasi yang baik ini, semoga ke depannya bisa jauh lebih baik lagi” tutup Mangiring. (BP3TKI Tanjungpinang/irf)

Share: