Mobi-Link Gonggong dan Ayo Batam Perkuat Kinerja Seksi Kelembagaan BP3TKI Tanjungpinang Tahun 2018

19 Februari 2019 13:34 WIB

Mobi-Link Gonggong, inovasi layanan sosialisasi mobil bergerak milik BP3TKI Tanjungpinang
Tanjungpinang, Selasa (19/2/2019)___Mobi-Link, sebuah layanan mobil bergerak yang berfungsi sebagai senjata utama dalam kegiatan sosialisasi yang di lakukan di ruang terbuka, diperkenalkan Balai Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Tanjungpinang sejak medio tahun 2018 lalu. Layanan mobil bergerak yang dilaunching penggunannya oleh Kepala BP3TKI Tanjungpinang Mangiring Hasoloan Sinaga pada bulan Juli 2018 tersebut resmi digunakan untuk menambah kekuatan Seksi Kelembagaan dan Pemasyarakatan Program BP3TKI Tanjungpinang dalam memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2PMI) secara prosedural menurut Undang-undang. Terdapat dua layanan mobi-link, satu Mobi-Link dengan branding ‘Gonggong’ untuk menyokong kegiatan di kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan dan sekitarnya, dan satu lagi mobi-link dengan branding ‘Ayo Batam’ menyokong kegiatan di kota Batam dan sekitarnya.

Gonggong, merupakan hewan sebangsa siput yang hidup di perairan pinggiran pantai, banyak ditemukan di sekitar pesisir Pulau Bintan. Olahan gonggong merupakan makanan yang menjadi ciri khas kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Karena ciri khas yang melekat itu pula  kemudian nama gonggong  dipakai sebagai branding mobi-link di Tanjungpinang. Dalam konteks branding mobi-link, gonggong merupakan singkatan dari ‘Go safely Pekerja Migran Indonesia Abaikan Tekong, Go to Your Future Pulang dengan Sukses’.

“Branding tersebut sekaligus sebagai himbauan sekaligus harapan agar setiap CPMI yang hendak bekerja ke luar negeri tidak lagi memedulikan para tekong yang jelas-jelas sering menipu dan menyengsarakan pekerja migran” ungkap Cakra, salah seorang pegawai BP3TKI Tanjungpinang yang mencetuskan branding gonggong tersebut.

“Ayo Batam”, kata-kata itu menghiasi dinding Mobi-Link milik BP3TKI Tanjungpinang di kota Batam. Mobil yang pemakaiannya diserahkan kepada P4TKI Batam tersebut sudah berkali-kali dipakai P4TKI Batam dalam melakukan sosialisasi P2PMI secara prosedural di kota Batam. Ayo Batam memiliki arti ‘Ayo, Bekerja Migran Aman Tanpa Ada Masalah’. Branding yang diciptakan oleh Yenni, salah satu staf P4TKI Batam ini mempunyai maksud agar setiap Calon PMI mengurus terlebih dahulu semua persyaratan penempatan sebelum bekerja ke luar negeri, agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

Kepala seksi Kelembagaan dan Pemasyarakatan Program BP3TKI Tanjungpinang Reonald Simanjuntak mengatakan, layanan dua unit mobil bergerak tersebut sangat membantu dalam pelaksanaan kegiatan seksi yang dpimpinnya selama tahun 2018. Reonald menyebutkan, selama 2018 ada beberapa agenda utama yang dilaksanakan oleh seksi kelembagaan, yakni pemetaan potensi CPMI, pembinaan dan monitoring terhadap lembaga pendukung penempatan (P3MI), serta sosialisasi P2PMI.

“Dalam kebanyakan kegiatan yang kami lakukan, kami memanfaatkan Mobi-Link, terutama dalam pelaksanaan sosialisasi” tutur Reonald.

Secara kinerja, selama tahun 2018, Reonald menjelaskan bahwa kinerja seksi yang dikomandoinya bisa dikatakan meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dalam kegiatan pemetaan, seksi kelembagaan dan pemasyarakatan program BP3TKI Tanjungpinang berhasil mengumpulkan data 5334 orang calon PMI yang mempunyai potensi di wilayah Kepulauan Riau, dengan rincian sebanyak 704 data pada triwulan pertama 2018, 350 data didapat pada triwulan kedua, 2367 data dan 1913 data didapat pada triwulan ke tiga dan ke empat. Data tersebut dijaring di daerah  Tanjungpinang, Bintan, Batam dan Kepulauan Karimun.

Selama tahun 2018, seksi  Kelembagaan dan Pemasyaratakan Program juga telah melakukan 11 kali kegiatan pembinaan dan monitoring terhadap lembaga pendukung penempatan (P3MI). Kegiatan ini dilakukan kepada 11 P3MI berbeda yang tersebar di Tanjungpinang, Batam dan Tanjung Balai Karimun. Reonald mengatakan kegiatan pembinaan dan monitoring ini bertujuan sebagai kontrol kepada P3MI agar mereka senantiasa memperhatikan aturan-aturan penempatan yang telah tertuang dalam Undang-undang serta agar P3MI senantiasa memperhatikan fasilitas-fasilitas pendukung mereka dalam melayani CPMI, terutama fasilitas penampungan CPMI milik P3MI.

 Dalam agenda sosialisasi P2PMI, Reonald menuturkan bahwa ia bersama staf selama 2018 melaksanakan berbagai sosialisasi yang sifatnya secara rutin serta sosialisasi yang dilaksanakan per paket kegiatan. Sosialisasi P2PMI melalui giat car free day di Tanjungpinang, Batam dan Tanjung Balai Karimun secara bergantian serta sosialisasi kepada deportan di RPTC Tanjungpinang adalah agenda sosialisasi yang rutin dilaksanakan setiap bulan. Selain itu, sosialisasi rutin juga diberikan kepada seluruh CPMI hasil pencegahan yang dilakukan BP3TKI Tanjungpinang bersama instansi terkait seperti  Kepolisian Daerah Kepri dan jajarannya, TNI Angkatan Laut dan jajarannya serta Imigrasi Kemenkumham wilayah Kepri dan jajarannya. Sedangkan sosialisasi P2PMI kepada masyarakat dan pemerintah desa serta sosialisasi melalui media massa dilaksanakan setiap paket kegiatan, sekali dalam satu semester.

Menanggapi hasil kinerja seksi Kelambagaan dan Pemasyarakatan Program selama kurun tahun 2018, Kepala BP3TKI Tanjungpinang Mangiring Hasoloan Sinaga menerangkan bahwa peningkatan kinerja yang dicapai memang salah satunya berkat adanya inovasi dalam pelayanan yakni inovasi giat car free day serta inovasi mobi-link.

 “Sebenarnya ini bukan hal baru, sebab konsep ini mengacu kepada konsep serupa yang pernah saya kreasikan bersama jajaran saat memimpin BP3TKI Lampung. Hanya saja di BP3TKI Tanjungpinang kami lebih menyempurnakan inovasi agar sesuai karakter daerah setempat, dan ternyata hasilnya cukup menggembirakan” beber Mangiring.

 Ia berharap ke depannya, jajarannya di BP3TKI Tanjungpinang khususnya seksi Kelembagaan dan Pemasyarakatan Program bisa terus solid dan kreatif dalam menciptakan inovasi-inovasi baru lainnya dalam pelayanan. “Seksi Kelembagaan dan Pemasyarakatan Program adalah seksi yang seharusnya tidak kaku. Saya di BP3TKI Palembang pernah merasakan memimpin seksi ini, dulu saya bersama staf di Palembang menciptakan inovasi pojok jobs info dan mobil jobs info, oleh sebab itu saya tahu persis banyak inovasi pelayanan yang bisa diterapkan. Semoga rekan-rekan di B3TKI Tanjungpinang bisa lebih mengembangkan kreatifitas dan lebih inovatif, agar tercipta pelayanan yang semakin baik kepada PMI” pesan Mangiring kepada jajarannya. (BP3TKI Tanjungpinang/Irf)
 

Share: