Penjajakan Kerjasama Harmonisasi Pendidikan Perawat di Amerika Serikat dalam rangka Persiapan Ujian NCLEX

19 Februari 2019 08:12 WIB

Hari Pertama di AS, Delegasi BNP2TKI Tandatangani LoI dengan NCSBN (12/2/19).
AS, BNP2TKI (19/2/19) -- Delegasi RI yang terdiri dari pejabat BNP2TKI, unsur Kementerian, lembaga terkait serta perguruan tinggi RI lakukan kunjungan ke Chicago, Illinois, Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat dalam rangka membuka pasar kerja sektor kesehatan.
 
Kunjungan yang dipimpin oleh Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi, Elia Rosalina yang didampingi Konsul Jenderal RI untuk Chicago, Rosmalawati Chalid dan Direktur Kerjasama Luar Negeri BNP2TKI, Freddy Panggabean, pada hari pertama kunjungan di AS (12/2/19), telah berhasil melakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama dalam bentuk Letter of Intent (LoI) dengan The National Council of State Boards of Nursing (NCSBN).  
 
Penandatanganan kerjasama ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti rencana pembentukan Indonesia Nursing Training Pilot Project untuk penempatan tenaga kerja perawat Indonesia di Amerika Serikat yang akan dilaksanakan pada tahun 2019. Dalam pertemuan dan penandatangan LoI dengan NCSBN dibahas tentang bagaimana pihak NCSBN dapat membantu perawat Indonesia dalam ujian NCLEX.
 
Seperti diketahui bahwa Ujian NCLEX (National Council Licensure Examination) adalah suatu sistem ujian dengan menggunakan komputerisasi untuk mengetahui kemampuan seorang perawat, baik secara kognitif, skill dalam kemampuan melakukan prosedur keperawatan dan attitude atau sikap sehingga mampu memberikan asuhan keperawatan secara aman dan efektif.
 
Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi, Elia Rosalina  mengatakan, akan berupaya menghadirkan ujian NCLEX ini di Indonesia, dan berusaha menjembatani (bridging the gap) dengan harapan bahwa perawat Indonesia bisa lulus ujian NCLEX sehingga bisa bekerja di Amerika Serikat, bahkan Kanada ataupun Australia.
 
Sementara, Wakil dari The National Council of State Boards of Nursing (NCSBN) yang menandatangani LoI, David Benton, mengatakan bahwa pihaknya akan menjajaki kemungkinan pendirian pusat tes lisensi keperawatan di Indonesia, juga pengembangan kerangka peraturan, dan  pengembangan keahlian keterampilan keperawatan di Indonesia, serta kemudahan pertukaran informasi dan jaringan.
 
Elia Rosalina mengharapkan ke depan, penempatan PMI sektor kesehatan ke negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada dan negara-negara di Eropa bisa lebih mudah dilakukan sehingga membuka peluang bagi para lulusan sekolah tinggi keperawatan di Indonesia untuk mampu berkiprah di luar negeri. *** (Humas/DH).

Share: