Deputi Perlindungan: Jadilah Seorang Mediator yang Baik, melalui Edukasi Petugas Mediasi

14 Maret 2019 11:48 WIB

BNP2TKI, Bekasi (13/03) - - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) melalui Direktorat Mediasi dan Advokasi, Deputi Bidang Perlindungan pada hari rabu (13/03/2019) hingga jum'at (15/03/2019) mengadakan Edukasi Petugas Mediasi angkatan 2 tahun 2019, dengan melalui Penguatan Petugas Mediasi serta dalam rangka Penanganan dan Penyelesaian Kasus Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Bertempat di Harris Hotel & Conventions Bekasi - Jawa Barat. 

Kegiatan yang dihadiri oleh 30 orang Petugas Mediasi dari BP3TKI Aceh, BP3TKI Palembang, BP3TKI Padang, BP3TKI Lampung, BP3TKI Jakarta, BP3TKI Serang, BP3TKI Makassar, BP3TKI Manado, BP3TKI Banjarbaru, BP3TKI Pontianak, P4TKI Tangerang, P4TKI Sidoarjo, P4TKI Pamekasan, P4TKI Pati, P4TKI Malang, P4TKI Pemalang, P4TKI Entikong, LTSA Kendal dan Pusat sangat antusias mendengarkan sambutan dari Deputi Perlindungan dan beberapa Narasumber lainnya. 

Deputi Perlindungan Anjar Prihantoro mengatakan jadilah seorang mediator yang baik, powerfull dan paham dengan semua peraturan. 

"Sesuai teori Supply of Demand bahwa jika ada permintaan lebih dari pasar maka harus ada tersedianya tenaga kerja yang bisa kita sediakan sesuai dengan kompetensi dan berdasarkan gaji yang ditawarkan". 

Jumlah penempatan PMI ke luar negeri yang meningkat dari tahun ke tahun harus diiringi dengan Penguatan Pelindungan yang bersifat proaktif seperti diamanahkan undang-undang nomor 18 tahun 2017 pasal 7 dimana Pelindungan CPMI / PMI meliputi sebelum bekerja, selama bekerja dan setelah bekerja, ujar Anjar. 

"Braindrain adalah dimana para ahli disetiap bidang yang berada disuatu negara memilih untuk menerima bekerja diluar negeri karena gaji besar dan fasilitas yang diterima, sehingga negara tersebut mengalami kekurangan tenaga ahli atau tidak adanya tenaga ahli yang tersedia". 

Saat ini hanya terdapat 37 Pegawai BNP2TKI diseluruh Indonesia yang telah tersertifikasi sebagai mediator dan saat ini tidak seluruhnya masih bertugas di unit kerja Perlindungan sehingga ada pegawai BNP2TKI yang melakukan mediasi dengan learning by doing. Untuk mengisi GAP tersebut, ditahun 2019 Direktorat Mediasi dan Advokasi BNP2TKI menyelenggarakan Edukasi Petugas Mediasi untuk 60 pegawai BNP2TKI baik pusat dan daerah yang menangani permasalahan CPMI / PMI dan terbagi menjadi 2 angkatan, dimana angkatan 1 telah dilaksanakan pada tanggal 27 Februari s/d 1 Maret 2019 bertempat di hotel 101 Bogor - Jawa Barat, terdapat 3 peserta dari angkatan 1 dengan penilaian terbaik yaitu Ni Putu Ayu Saraswati dari BP3TKI Denpasar, Rendra  Infan Kurnianto dari P4TKI Banyuwangi dan Raden Bagus Marseto dari P4TKI Madiun, kata Anjar. 

Turut hadir: Direktur Penyiapan dan Pembekalan Pemberangkatan Haryadi Agah, Direktur Pelayanan Pengaduan Wisantoro, Direktur Mediasi dan Advokasi Yana, Direktur Pemberdayaan A. Gatot Hermawan, Advisor Instruktur Pusat Mediasi Nasional, Direktur Perencanaan Strategis dan TI, BPJS. **(Humas / Agrit).

Share: