BP3TKI Pontianak Beri Edukasi Keuangan Bagi 100 PMI Purna Sambas

11 April 2019 19:03 WIB

edukasi keuangan bagi 100 Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna
Pontianak, BP3TKI, Kamis (11/04) – Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pontianak,  bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat dan Bank Kalimantan Barat (Kalbar) dalam memberikan edukasi keuangan bagi 100 Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna berusaha pada kerajinan tenun kain songket, di Hotel Sambas Indah, Kabupaten Sambas, Selasa 9 April 2019.

Peserta begitu antusias terhadap kegiatan ini terlihat sejak pukul 06.30 peserta yg berasal dari Desa Sajad dan Tengguli, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas sudah mendatangi tempat kegiatan. Kegiatan ini mengundang narasumber utama yakni Imelda R. Tarigan, Financial Planner dan juga Senior Vice President CIMB Securities Indonesia, yg memberikan pengetahuan pengelolaan keuangan.

Wakil Bupati Sambas, Hairiah saat membuka kegiatan edukasi keuangan mengatakan Pemerintah Kabupaten Sambas ingin membantu masyarakat dari pinggiran, terutama pembangunan Indonesia dari wilayah perbatasan. Semoga dengan adanya kegiatan ini, PMI Purna dapat pengetahuan tentang pengelolaan keuangan yang baik. Dan kegiatan ini diharapkan bisa berlanjut dengan mengedukasi PMI purna yang berusaha di kerajinan tenun kain songket. 

Direktur Utama Bank Kalbar, Masri Ismail, menyebutkan pemahaman masyarakat terhadap jasa keuangan masih rendah, sehingga kegiatan literasi keuangan harus digiatkan ditengah-tengah masyarakat khususnya para PMI untuk terhindar dari hal-hal yang konsumtif. Waspada juga terhadap investasi bodong. Kalau ingin investasi harus di perusahaan yg legal dan juga logis.

Masri juga menginformasikan nantinya para PMI Purna setelah mendapatkan pelatihan akan menerima buku tabungan dari Bank Kalbar.

Kepala OJK Kalbar, Moch. Riezky Purnomo mengatakan OJK sebenarnya sudah bekerjasama dengan BNP2TKI. Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari pelaksanaan kerjasama tersebut.  Berdasarkan survey masih banyak masyarakat yang belum mengetahui jasa keuangan. Dan ibu-ibu diharapkan waspada dengan investasi bodong. Jangan sampai uang yangg kita punya jadi habis karena tergiur investasi bodong, ungkap Riezky.

Riezky juga mengucapkan  terima kasih kepada BP3TKI Pontianak atas koordinasi dan kerjasamanya dan berharap kegiatan ini bisa berlanjut untuk mengedukasi PMI purna yang lainnya. 

Lebih lanjut Tenaga Ahli Kepala BNP2TKI, M. Hidayat S.Kom mengatakan BNP2TKI konsisten melakukan pemberdayaan terhadap PMI purna maupun keluarganya. Untuk melaksanakan edukasi keuangan sejak 2015 BNP2TKI sudah bekerjasama dengan OJK. Di wilayah kerja BP3TKI Pontianak, sejak 2015 sudah 550 PMI purna dan keluarganya yg diberdayakan, 150 diantaranya memiliki usaha produktif. Kabupaten Sambas merupakan kantong PMI di Kalimantan Barat. Pada Tahun 2018 dari 1529 PMI yang terdaftar 1224 PMI yang 80% merupakan warga sambas. Triwulan I 2019, dari 388 PMI yg terdaftar 300 orang 77% diantaranya warga sambas. 

Sementara itu Kepala BP3TKI Pontianak, Maruji mengatakan selama ini yang terdengar di masyarakat PMI yang bermasalah saja, sedangkan PMI yang berusaha tidak terdengar oleh masyarakat. Dan kegiatan edukasi keuangan yang melibatkan PMI purna memiliki usaha tenun merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas usaha mereka melalui pengetahuan mengelola keuangan yang baik.***(Humas/BP3TKI Pontianak/Andi)
 

Share: